Materi Lokalita >> DI YOGYAKARTA >> KABUPATEN KULON PROGO >> BP3K Sentolo

Menanam jagung tanpa olah tanah (TOT)

Sumber Gambar:

Dalam menanam jagung ada beberapa metode yang digunakan oleh petani,slah satu yang populer saat ini digunakan adalah metode TOT (Tanpa Olah Tanah).Seperti namanya metode ini penanamannya tanpa melakukan pengolahan lahan seperti pembalikan dan penggemburan terlebih dahulu hanya diperlukan lubang untuk menanam benih ke dalam tanah.

Yang perlu diperhatikan adalah bahwa metode TOT ini tidak dapat diterapkan disegala jenis lahan pertanian.hanaya lahan yang memiliki tingkat kegemburan tertentu yang dapat di terapkan metode tanam TOT ini,seperti lahan sawah bekas ditanami padi dan lahan sawah tadah hujan atau irigasi yang selalu menerapkan rotasi tanaman,karena lahan bekas ditanami padi sangat bermanfaat sebagai mulsa tanaman jagung.Sedangkan tanah yang keras tidak bisa menerapkan metode TOT.

Kelebihan metode TOT:
-Menyingkat waktu karena petani tidak perlu mengoilah lahan swah terlebih dahulu
-Menghemat biaya dan tenaga kerja
-Menghindari kerusakan tanah,karena tanah yang sering dilakukan pembalikan dan penggemburan bisa mengalami pengerasan.Selain itu tanah yang dibajak dan digemburkan akan terbuka,sehingga potensi hilangnya mineral tanah bisa saja terjadi.
-Mengurangi erosi lapisan hara tanah bagian atas karena proses pengolahan.

Kekuranagn TOT:
-Ada kemungkinan tanah telah ditumbuhi gulma mengganggu pertumbuhan tanaman sangat besar dan berkompetisi menyerap unsur hara tanaman jagung
-Karena tanah tidak dibuka ada kemungkinan sisa sisa hama yang masih berkembang mengganggu pertumbuhan tanaman jagung.
Untuk wilayah kecamatan sentolo karena sebagian besar merupakan tanah lahan sawah bekas tanaman padi pada MT 2 maka sangat cocok diterapkan sistim tanam secara TOT (Tanpa Olah Tanah) atau olah tanah ringan.

Disusun oleh : Imam Khumaini SP

BPP Sentolo, Kab. Kulon Prgo, DIY

Tanggal Artikel : 14-09-2017

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait