Materi Lokalita >> SULAWESI SELATAN >> KABUPATEN GOWA

Menentukan Waktu Panen

Sumber Gambar: BPP Kec. Manuju

SL UPSUS Desa Pattalikang Kec. Manuju Kab. Gowa dilaksanakan pada Kelompok Tani "Tokka Jaya II" tanggal 12 Juli 2017
Waktu panen bergantung beberapa faktor, antara lain varietas, iklim dan pemeliharaan tanaman. Di Indonesia pada umumnya tanaman padi berbunga tidak serempak. Sedangkan panen menunggu masaknya malai yang masih hijau. Hal itu menyebabkan malai yang lebih dahulu menjadi terlalu masak, sehingga mudah rontok dan berasnya retak-retak. Pada waktu panen berlangsung dan selama pengangkutan dari sawah, banyak gabah yang hilang. Oleh karena itu perlu diatur agar saat berbunga dapat serentak sehingga waktu panen dapat serentak.
Cara-cara untuk membuat keluar malai serentak:
1. Perlu diperhatikan meratanya benih yang disemaikan.
2. Penaburan pestisida dan pupuk harus rata untuk memperoleh tanaman yang seragam.
3. Pengolahan tanah harus sama dalamnya.
4. Permukaan sawah harus rata.
5. Mengurangi tumbuhnya anakan padi yang tidak produktif dengan cara pengeringan sawah selama 5 – 10 hari setelah fase terbentuknya anakan produktif berakhir.
6. Kurang adari 10 hari sebelum panen, sawah dikeringkan agar masaknya padi lebih merata dan padi yang dipanen tidak basah.
Penentuan saat panen dapat dilakukan dengan pengamatan visual dan pengamatan teoritis. Pengamatan visual dilakukan dengan cara melihat kenampakan padi pada hamparan lahan sawah. Berdasarkan kenampakan visual, umur panen padi dicapai apabila 90 – 95% butir gabah pada malai padi sudah kuning atau kuning keemasan. Padi yang dipanen pada kondisi tersebut akan mengasilkan gabah berkualitas baik sehingga menghasilkan rendemen giling yang tinggi.
Pengamatan teoritis dilakukan dengan melihat deskripsi varietas padi dan mengukur kadar air. Berdasarkan deskripsi varietas padi, umur padi yang tepat adalah 30 sampai 35 hari setelah berbunga merata atau antara 135 sampai 145 hari setelah tanam. Berdasarkan kadar air, umur panen optimum dicapai setelah kadar air gabah mencapai 22 – 23% pada musim kemarau dan antara 24 – 26% pada musim penghujan.
Ditulis Oleh : Nur Hamka
Penyuluh THL-TBPP Kecamatan Manuju, Kab. Gowa

Tanggal Artikel : 13-09-2017

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait