Materi Lokalita >> SULAWESI SELATAN >> KABUPATEN GOWA

Pengendalian Penyakit Mosaik pada Tebu

SL UPSUS Desa Tanah Karaeng Kec. Manuju Kab. Gowa dilaksanakan pada Kelompok Tani "Bungung Salloa" tanggal 11 Juli 2017
Teknik pemuliaan tanaman secara tradisional dan pendekatan bioteknologi klasik telah digunakan untuk peningkatan produksi tanaman, tetapi belum memperlihatkan hasil yang berarti. Kultivar tebu modern digunakan untuk persilangan interspesifik, namun sifat genetik yang komplek dan fertilitas yang rendah menyebabkan perbaikan tanaman tebu tidak dapat dilakukan melalui pemuliaan tanaman konvensional. Transfer gen pada tanaman akan menghasilkan tanaman transgenik, yaitu tanaman yang memiliki gen asing yang berfungsi dan terintegrasi ke dalam genom tanaman tersebut. Penggunaan metode transformasi tanaman untuk memasukkan gen asing ke genom tanaman mempunyai dampak yang penting terhadap hasil tebu.
Kultur jaringan tebu, biologi molekuler tanaman tebu, dan introduksi gen tanaman tebu telah banyak dikembangkan. Kultur jaringan tanaman didasarkan pada pendapat bahwa tanaman dapat diisolasi bagian tanaman seperti organ, jaringan atau sel, yang dapat dimanipulasi secara in vitro dan ditumbuhkan kembali menjadi tanaman yang utuh. Teknik in vitro untuk pengadaan bahan tanaman perkebunan mempunyai beberapa keunggulan yaitu adanya perbaikan mutu genetis, fisiologis, dan kemurnian yang cukup tinggi. Hal ini disebabkan eksplan sebagai sumber bahan tanaman diperbanyak dari tanaman induk yang unggul.
Keuntungan lain menggunakan teknik kultur jaringan yaitu dapat dilakukan seleksi terhadap sifat-sifat tanaman yang dikehendaki secara dini. Selain itu, kondisi lingkungan tempat tumbuh individu mini tersebut dapat dikontrol sesuai dengan keperluan. Teknik kultur jaringan pada tanaman tebu awalnya digunakan untuk peningkatan produktivitas. Pada saat ini teknik kultur jaringan berkembang sebagai sarana pendukung program pemuliaan tanaman, misalnya mendapatkan sifat ketahanan suatu penyakit, stres lingkungan atau sifat perbaikan genetik lainnya.
Ditulis Oleh : Rosdiana, SP
Penyuluh Pertanian Pelaksana Kecamatan Manuju, Kab. Gowa

Tanggal Artikel : 13-09-2017

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait