Materi Lokalita >> SULAWESI SELATAN >> KABUPATEN GOWA

Penggerek pucuk (Scirpophaga excerptalis Walker)

Sumber Gambar: BPP Kec. Manuju

SL UPSUS Desa Tanah Karaeng Kec. Manuju Kab. Gowa dilaksanakan pada Kelompok Tani "Bungung Salloa" tanggal 10 Juli 2017
Serangan dapat dimulai dari tunas umur 2 minggu sampai tanaman dewasa. Menyerang melalui tulang daun pupus dengan membuat lorong gerek menuju ke bagian tengah pucuk tanaman sampai ruas muda, merusak titik tumbuh dan tanaman menjadi mati.
Telur diletakkan secara berkelompok di bawah permukaan daun dan ditutupi bulu-bulu berwarna coklat kekuningan, panjang kelompok telur sekitar 22 mm. Larva: Setelah menetas larva menggerek dan menembus daun muda yang masih belum membuka, menuju ke tulang daun untuk membuat lorong gerekan ke titik tumbuh. Ulat muda berwarna putih dan ulat dewasa putih kekuningan, panjang sekitar 30 mm. Pupa : Berada di dalam lubang gerekan, berwana kuning pucat, panjang sekitar 20 mm. Dewasa: Ngengat berwarna putih, panjang sekitar 20 mm. Seberkas rambut merah oranye di ujung abdomen ngengat betina.
Pengendalian : (1) Menggunakan benih bebas penggerek, (2) Varietas tahan penggerek antara lain PSJT 941, PS 851, PS 891, PS 921, dan PSBM 88-144, (3) Rogesan, pemotongan sedikit demi sedikit (3 cm) dari pucuk ke bawah, dimulai tanaman tebu berumur 2 bulan dan diakhiri sampai tanaman tebu berumur 6 bulan. Rogesan dapat menyelamatkan gula 580 kg/ha, (4) Pengendalian hayati dengan pelepasan parasitoid telur Trichogramma.
Ditulis Oleh : Rosdiana, SP
Penyuluh Pertanian Pelaksana Kecamatan Manuju, Kab. Gowa

Tanggal Artikel : 13-09-2017

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait