Materi Lokalita >> SULAWESI SELATAN >> KABUPATEN GOWA

Pemupukan Berimbang Tanaman Tebu

Sumber Gambar: BPP Kec. Manuju

SL UPSUS Desa Moncongloe Kec. Manuju Kab. Gowa dilaksanakan pada Kelompok Tani "Baji Ada" tanggal 12 Juli 2017
Pemupukan pada tanaman tebu sangat penting untuk meningkatkan pertumbuhan, produktivitas, dan rendemen. Pemupukan dilakukan 2-3 kali/periode panen, baik untuk pertanaman baru (Plant Cane/PC) atau tebu keprasan atau ratoon (Ratoon Cane/RC). Pupuk dapat berupa pupuk anorganik, organik, maupun kombinasi keduanya.
Pertumbuhan tanaman tebu terdiri dari dua fase, yaitu fase vegetatif dan fase generatif. Fase vegetatif tebu meliputi perkecambahan, pertunasan dan pertumbuhan batang untuk menentukan biomassa tanaman, sedangkan fase generatif ialah pertumbuhan ke arah fase penimbunan karbohidrat di batang. Komponen pertumbuhan vegetatif tanaman tebu dapat diamati dari jumlah anakan, tinggi tanaman, luas daun, diameter batang serta biomassa (batang dan daun) dan laju pertumbuhan tanaman. Komponen tersebut berperan penting dalam menentukan produksi akhir tanaman tebu yang diperoleh.
Pemupukan Pada Tebu
Untuk memacu pertumbuhan vegetatif tanaman tebu perlu dilakukan pemupukan N yang memadai, sedangkan pertumbuhan generatif dilakukan dengan pemupukan P dan K.
Nitrogen. Nitrogen merupakan salah satu unsur hara esensial bagi tanaman. Peran nitrogen bagi tanaman adalah untuk merangsang pertumbuhan secara keseluruhan khususnya batang, cabang, dan daun, serta mendorong terbentuknya klorofil sehingga daunnya menjadi hijau, yang berguna bagi proses fotosintesis.
Pada fase pertunasan dan pemanjangan batang, tebu harus mendapatkan hara N yang cukup. Hara N berperan dalam pembelahan sel, sehingga mendukung pertunasan secara horizontal (terbentuknya anakan) dan pertumbuhan vertikal (pemanjangan batang). Pemupukan N diusahakan tidak melebihi umur 4 bulan, sebab bila terlambat akan menyebabkan terganggunya pertumbuhan generatif. Unsur N diserap relatif rendah sampai umur satu bulan dan bertambah dengan bertambahnya umur. Terbanyak diserap pada umur 3 sampai 4 bulan (paralel dengan pertumbuhan vegetatif) kemudian menurun setelah umur 8 bulan.
Phosfor. Kebutuhan hara P sering dikaitkan peranannya dengan fase kemasakan atau fase penimbunan karbohidrat (pertumbuhan generatif), namun sesungguhnya secara fisiologi tanaman, peranan hara P menonjol dalam transfer energi dari satu bagian sel dan jaringan tanaman, yang terjadi sepanjang fase pertumbuhan. Dengan kata lain hara P sangat dibutuhkan sejak fase inisiasi perkecambahan sampai fase kemasakan. Hanya saja pada saat tumbuh inisiasi tunas dari matanya kebutuhan hara P disuplai dari asal bibit. Sedangkan setelah periode tersebut sepenuhnya kebutuhan P tergantung dari ketersediaan hara dalam tanah.
Kalium. Manfaat hara K dominan pada saat translokasi dan penimbunan karbohidrat di batang, serta diperlukan untuk fotosintesis. Pemupukan K pada tebu dapat dilakukan dalam dua periode, yaitu pada saat tanam atau pada saat tanaman berumur 1-2 bulan. Kalium merupakan kation yang banyak terakumulasi dalam cairan sel tanaman tebu. Tanaman tebu yang sehat biasanya mengandung kalium lebih dari 200 kg K/ha. Kalau suplai kalium tidak mencukupi, indikator yang paling terpengaruh adalah panjang-batang yang dapat digiling, dan jumlah batang anakan. Kalium juga berfungsi sebagai aktivator enzim, K sangat penting dalam proses sintesis dan translokasi sukrose dari daun ke jaringan simpanan sukrose di batang tebu (Soemarno, 2011).
Pemupukan Berimbang.
Pemupukan berimbang dilakukan dengan tujuan memperbaiki kembali kesuburan tanah yang telah terdegradasi akibat penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus. Pupuk organik sebagai pupuk alternatif mulai populer kembali setelah cukup lama tidak pernah dimanfaatkan dalam program pemupukan. Pada prinsipnya pemupukan dengan bahan organik sejalan dengan pengembangan pertanian yang low-input technology dan upaya menuju pembangunan pertanian yang berkelanjutan.
Ditulis Oleh : Syamsuddin, SP
Penyuluh Pertanian Pertama Kecamatan Manuju, Kab. Gowa

Tanggal Artikel : 13-09-2017

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait