Materi Lokalita >> JAWA TENGAH >> KABUPATEN PEMALANG

MEWASPADAI DAN MENJAGA KESEHATAN AYAM KAMPUNG

Sumber Gambar: Koleksi Pribadi

Kesehatan merupakan salah satu factor penting yang perlu diperhatikan dalam budidaya ayam kampung Ayam yang kondisinya lemah akan mudah sekali terserang penyakit baik yang menular maupun yang tidak menular. Budidaya ayam kampung harus memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan ternaknya.
Oleh karena itu, untuk memperoleh hasil yang optimal dalam budidaya ayam kampung harus memperhatian kesehatan ternaknya khusus mengenai gejala/tanda-tanda suatu penyakit, penyebab, pengendalian dan pencegahannya. Pada umumnya penyakit ternak dapat disebabkan oleh mikroba (bakteri, virus dan protozoa), parasit (eksternal maupun internal), jamur atau karena gangguan/kelainan metabolisme (termasuk di dalamnya karena defisiensi nutrisi ataupun kena racun).
Memperhatikan gejala yang nampak kita bisa membedakan antara ayam sehat dan ayam sakit. Ciri-ciri ayam sehat , yaitu : kondisi tampilan secara umum terlihat hidup dan lincah, bobot badan normal baik, pertumbuhannya normal, mata hidup berbinar, kloaka/dubur besar dan lembut serta lembab memerah, kulit lembut dan segar, jengger merah. Sedangkan ciri-ciri ayam yang sakit, yaitu : kondisi terlihat redup dan bergerak lamban serta diam saja, bobot badan ringan, pertumbuhan lamban; mata sayu, kloaka/dubur mengkerut, kotor dan agak mengeras serta pucat, kulit keriput dan kering, jengger pucat. Penyakit yang sering menyerangayam kampung , antara lain :
NCD (New Casttle Disease) atau Tetelo
Penyakit sering dikenal dengan panggilan Kock karena berbunyi seperti itu atau penyakit ND dan penyakit ini tidak dapat diobati, dengan tanda-tanda penyakit sebagai berikut : ayam malas tidak mau makan; kepala selalu dimasukkan ke bawah dalam keadaan patah leher berputar; hidung, paruh dan tenggorokan berlendir; kotoran berwarna kehijau-hijauan encer bercampur putih; pernapasan terganggu disertai ganguan syaraf. Untuk pencegahan penyakit Tetelo, yaitu : ayam yang sakit dipisahkan dari kelompoknya; ayam yang sehat divaksin dan jangan sekali-kali memvaksin ayam sakit, anak ayam umur 1 - 4 hari divakasin dengan menetaskan pada mulut, mata, dan anus masing-masing 1 tetes dengan vaksin strain F; ayam dewasa divaksin dengan strain K 0,2 mililiter/ekor melalui suntikan. Melalui air minum, 1 ampul untuk 50 ekor dewasa /100 ekor anak ayam umur 2 bulan; jadwal vaksin untuk umur 1-4 hari, umur 2 bulan dan umur 4 bulan , kemudian diulangi setiap 4 bulan sekali.
Kolera
penyakit ini sangat berbahaya dapat mematikan ayam secara tiba-tiba/mendadak dengan tanda-tanda sebagai berikut : kotoran berwarna coklat dan lunak serta sangat bau; bulu kusut dan nafsu makan turun; ayam yang terserang mati secara tiba-tiba paling lama bertahan hidup 1 - 2 hari. Sedangkan pencegahan penyakit Kolera padaayam kampung, sebagai berikut : pisahkan ayam yang terserang dari kelompoknya, sanitasi atau jaga kebersihan kandang.
Coccidiosis
Penyakit ini tanda-tandanya ,yaitu : kotoran bercampur darah; nafsu makan turun; ayam lesu; ayam menyendiri dan bulu kusut. Untuk pencegahannya, yaitu : pisahkan ayam yang terserang/terkena penyakit coccidiosis dari kelompoknya dan sanitasi kandang.
Snot
Penyakit ini tanda-tandanya, yaitu : ayam suka bersin-bersin dan keluar lendir dari hidung serta lama kelamaan ingusnya kental; ayam susah bernapas dengan mulut; nafsu makan menurun; badan ringan; kelihatan lemas dan malas. Sedangkan pencegahannya, yaitu : pisahkan ayam yang sakit dari kelompoknya.
Pullorum,
penyebabnya adalah salmonella dan tanda-tandanya, yaitu : ayam kelihatan mengantuk dan bergerombol pada suatu tempat; kotoran berwarna putih/berkapur; bulu pantat/anus kotor; nafsu makan dan produksi menurun. Untuk pencegahannya, yaitu : ayam yang sakit/terserang dipisahkan dari kelompoknya dan sanitasi kandang..
Gumboro
Penyebab penyakit gumboro (IBD) adalah virus yang berbentuk icosahedral yang terdiri dari 2 segmen untaian ganda RNA, yang termasuk dalam famili Birnaviridae) Virus very virulent IBD (vvIBDv) bersifat sangat menular dan akut, menyebabkan angka penularan (morbiditas) dan kematian (mortalitas) yang tinggi. . Sanitasi yang ketat dan program vaksinasi gumboro merupakan tindakan yang tepat untuk mengurangi resiko terjangkitnya penyakit ini.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam menjaga kesehatan adalah dengan melaksanakan budidaya dengan benar dengan melakukan vaksinasi secara teratur dan pemberian pakan sesuai kebutuhan dan bila perlu memberikan jamu ayam pada periode tertentu seperti saat musim pancaroba
Penulis : Nurul Ashar (PP Madya pada KJF Dispertan Kabupaten Pemalang)
Sumber :
http://www.ilmuternak.com/2015/02/penyakit-gumboro-infectious-bursal.html diunduh tanggal 16 Mei 2017
Iskandar S. 1991. Teknologi tepat Guna Ayam Buras. Balitnak. Puslitbangnak. Balitbangtan. DeptanĀ 
Zainuddin D. 1966. Sistim Usaha Pertanian Komoditas Ayam Buras berwawasan Agribisnis. Puslitbangnak.

Tanggal Artikel : 19-05-2017

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait