Materi Lokalita >> MALUKU >> KABUPATEN MALUKU TENGGARA

APLIKASI PESTISIDA NABATI PADA” TANAMAN JAGUNG

Sumber Gambar: Koleksi Sendiri

Penggunaan pestisida kimia dilingkungan pertanian dewasa ini semakin meningkat oleh para petani di Kabupaten Maluku Tenggara. Hal ini dilakukan karena apabila pestisida kimia tidak dimanfaatkan untuk mengendalikan hama, maka adanya kehilangan hasil pertaian. Para petani belum menyadari sesungguhnya bahwa dengan menggunakan pestisida kimia dapat merusakkan ekosistim dan lingkungan. Salah satu tujuan adalah memberikam motivasi kepada para petani agar tahu, mau dan mampu memanfaatkan sumberdaya alam yang tersedia untuk diolah menjadi pestisida nabati yang ramah terhadap lingkungan. Berdasarkan hasil uji coba KJF BP4K Maluku Tenggara, Penggunaan pestisida Nabati dengan dosis 20cc/ltr air untuk 5 kali pengendalian secara preventif dan 2 kali pengendalian secara kuratif (apabila ada penyerangan hama) mampu mengendalikan OPT Khususnya; kutu tanaman (hemoptera), Belalang (orthoptera), Penggerek tongkol, penggerek batang jagung, dan semut merah dari 50 % berkurang sampai 1 %.
Bahan; kumis kucing 1kg, Daun/biji sirsak, sirikaya 2 kg, umbi gadum 1 kg, bawang merah/putih 2 kg, daun papaya 1 kg, langkuas 1 kg, daun serei 1 kg, buah maja 1 kg, jantung pisang 1 kg, gula pasir 10 sendok makan, EM4 15 skm, air sumur 20 litter, akar tuba 1 kg.
Alat; Pisau, parang , penumbuk, kain has, tali rafia, plastk hitam, penagaduk, penindis. Cara membuat pestisida nabati; Gula pasir, EM4, Dilautkan dalam air dan diaduk sampai rata. Baha-bahan organic di ranjang dan ditumbuk sampai halus, dicampur dan masukan kedalam ember berisi larutan tadi. kemudian diaduk sampai rata. Bahan organic ditutup dengan plastic hitam, diikat kuat, diberikan penindis, papan dan batu pemberat. Disimpan pada suhu 20 °C – 30 °C atau tempat sejuk tidak disinari matahari langsung. 2x24 jam dibuka, dibolak balik dan ditutup seperti semula. 4 hari berikutnya adonan dibuka. Pisahkan serat kasar dan larutan pestisida nabati dengan menggunakan kain kasa. Kegunaan pestisida nabati; Repelent (penolak hama), Antifeedan (Penurunan nafsu makan), Anti fertilitas (pem-andul) Racun kontak, menghasilkan kwalitas hasil pertanian yang rama lingkungan.
Komposisi kandungan; Daun/biji srikaya, sirsak (anonaim 41 – 45 %), Daun serey, langkuas (silica 49 %), Akar tuba (Retenon 0,3 – 12 %).
Aplikasi; Semprotkan pada tanaman jagung dengan dosis 20cc/ltr air secara preventif sebanyak 5 kali dengan interval 7 HST, 15 HST, 21 HST, 27 HST, 35 HST, pengendalian secara kuratif dan mekanis dapat disesuaikan dengan kondisi perkembangan tanaman jagung dan lingkungan atau wilayah setempat.
Penulis : (Philipus Ohoirat.SST.Penyuluh Pertanian Madya Kab. Maluku Tenggara 2015).

Tanggal Artikel : 17-09-2015

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait