Published on Cyber Extension - Pusluhtan Kementan
(http://cybex.pertanian.go.id)
email sekretariat : cyberextension@gmail.com

MEMBUAT PUPUK ORGANIK PADAT

Sumber Gambar: Pribadi

Pupuk merupakan suatu bahan yang digunakan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah agar sesuai dengan tuntutan tanaman, berdasarkan jenis senyawanya dibedakan menjadi Pupuk an-organik (buatan/pabrik) dan Pupuk Organik (alam).

Disebut Pupuk organi karena bahan baku berasal dari limbah tumbuhan atau hewan atau produk sampingan seperti kotoran ternak baik ternak besar, kecil atau unggas, pupuk hijau dan berasal dari limbah sisa hasil samping dari pertanian.

 

BAHAN ORGANIK : Bahan Organik tanah merupakan bagian dari tanah dan mempunyai fungsi yaitu :

- Fisika : memperbaiki struktur tanah, memperbaiki aerasi tanah, meningkatkan daya menyangga air tanah, menekan laju erosi.

- Kimia : menyangga dan meyediakan hara tanaman, meningkatkan efisiensi pemupukan, menetralkan sifat racun Al dan Fe.

- Biologi : sumber energi bagi jasad renik / mikroba tanah yang mampu melepaskan hara bagi tanaman.

- Bahan organik tanah merupakan penyangga biologis tanah yang mampu menyeimbangkan hara dalam tanah dan menyediakan hara bagi tanaman secara efisien.

- Meningkatkan kesuburan tanah dan menyediakan mikro hara dan faktor-faktor pertumbuhan lainnya yang biasanya tidak disediakan oleh pupuk kimia (anorganik)

- Tanah dengan bahan organik yang rendah, mempunyai daya sangga hara yang rendah, sehingga pemupukan kurang efisien.

- Tanah yang subur mengandung bahan organik sekitar 3-5%.

 

Cara Fermentasi Pupuk Organik dengan Mikro organisme Lokal (Buah) :

 

Bahan : Buah pisang, buah nanas, bawang merah, tempe, Gula pasir / tetes tebu, Air matang yang sudah dingin,Terpal

 

Alat : Botol air mineral 1,5 liter + tutup sebanyak 4 buah, Pisau, Sendok the, Sendok makan, Gembor 10 literan

 

Cara Pembuatan Starter ( 1 botol untuk 1 jenis bahan) : Buah pisang diiris tipis, Irisan buah pisang dimasukkan ke dalam botol mineral 1/2 - 2/3 bagian, Tambahkan air matang sampai hampir penuh, Tambahkan gula pasir / tetes tebu 3-5 sendok the, Tutup rapat dan simpan selama 24 jam, Setelah 24 jam, buka tutup botol, apabila keluar gas berarti mikroorganisme sudah tumbuh dan aktif, Botol ditutup agak longgar, lalu diperam selama 5 - 7 hari, Siap untuk diaplikasikan, Lakukan hal yang sama untuk bahan lain ( 1 botol untuk 1 jenis bahan ).

 

Cara Pembuatan kompos ( 4 botol starter untuk 200 kg bahan organik) yaitu

 Keempat botol dituangkan ke dalam ember, Tambahkan air bersih 15 - 20 liter, tambahkan gula pasir / tetes 10 sendok makan kemudian diaduk sampai rata, Bahan organik disusun setebal 20 cm, siram dengan larutan starter, Buat lapisan kedua dengan ketebalan 20 cm, siram dengan larutan starter, Buat lapisan ke-3, ke-4, dan ke-5 seperti langkah di atas, Tutup dengan terpal, Hari ke-7 terpal dibuka, kemudian kompos diaduk, kemudian sore ditutup lagi, Hari ke-14 terpal dibuka, kemudian kompos diaduk, kemudian sore ditutup lagi, Hari ke-21 terpal dibuka, kemudian kompos diaduk, kemudian sore ditutup lagi , Hari ke-28 kompos dibuka, diadul, diangin-anginkan, siap digunakan sebagai pupuk organik.

 

Oleh :Budi Handoyo dan Suwarto, S.Pt

Sumber : Materi Pembuatan Pupuk organik BPP Nanggulan

Tanggal Artikel Diupload : 08-06-2018
Tanggal Cetak : 23-06-2018

Kementerian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian
Jl. Harsono RM No.3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Telp/Fax. 021-7804386