Published on Cyber Extension - Pusluhtan Kementan
(http://cybex.pertanian.go.id)
email sekretariat : cyberextension@gmail.com

MEMBUAT PGPR ( Plant Growth Promoting Rhizobacteria)

Sumber Gambar:

PGPR ( Plant Growth Promoting Rhizobacteria) adalah bakteri perakaran penmacu pertumbuhan tanaman yang merupakan kombinasi dari bakteri Bacillus polymixa dan Pseudomonas flourescens. PGPR merupakan agens pengendali hayati yang menjanjikan dapat menekan penyakit lapang, serta meningkatkan pertumbuhan. Sifatnya ramah lingkungan sehingga cocok digunakan untuk mendukung pertanian yang berkelanjutan.

Manfaat PGPR antara lain : Meningkatkan pertumbuhan tanaman ( memperbaiki dan merangsang tumbuhnya akar, meningkatkan diameter batang, meningkatkan jumlah cabang, mempebanyak produksi buah, merangsang pembentukan tunas),  meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit (Antraknosa pada Cabai, Layu Fusarium, Moler pada bawang merah, kangker batang pada terong).

 

1. PEMBUATAN BIANG/STATER (Penyiapan Media Tumbuh)

Ø  Bahan: Air bersih 20 liter + trasi tanpa bahan pengawet 100 gram + katul 0,5 kg atau leri       1 liter + gula 200 gram + kapur mati/enjet 1 sendok teh

Ø  Cara: Panaskan air hingga mendidih , Masukan bahan satu persatu dan aduk hingga merata, Setelah masak, dinginkan sampai suhu larutan sama dengan suhu kamar , Saring untuk mendapatkan larutan yang siap digunakan sebagai media tumbuh

Ø  Langkah Kerja Perbanyakan PGPR : Masukkan bahan sumber bakteri ke dalam larutan media tumbuh bakteri , Biang: masukkan sebanyak 50-100 gram per 20 liter media, Aduk hingga merata , Lakukan pengadukan setiap hari, atau gunakan aerator, Tunggu antara 5-7 hari, PGPR siap digunakan dengan tanda munculnya bau masam& cairan lebih keruh

2. CARA PENGGUNAAN  :

-          Perlakuan benih / bibit untuk benih cabai terong, tomat dan padi direndam dalam larutan PGPR dengan konsentrasi  10 cc / liter selama ± 6 jam, sedang untuk kacang – kacangan ketimun, melon, semangka perendamanhanya 1jam dengan konsentrasi yang sama dan untuk kentang, bawang merah, serta umbi lainya dilakukan pencelupan sesaat sebelum tanam tidak perlu direndam

-          Penyiraman pada persemaian

Tanamanyang berumur 1 MST ( musim tanam), sebelum pindah tanamdisiram dengan PGPR dengan konsentrasi 2 cc/ liter air penyiraman dilakukan hingga media kelihatan basah.

-          Penyiraman di Lapang

Untuk beberapa tanaman yang berada dilapang, penyiraman dengan PGPR sebaiknya dilakukan ketika tanaman berumur 20 HST dan 40 HST dengan konsentrasi 2 cc / liter air. Dengan volume penyiraman sebanyak 100 ml/tanaman. Aplikasi juga dimungkinkan untuk  tanaman padi sebaiknya dilakukan pagi sebelum pukul 09.00 WIB dan  sore hari sekitar pukul 15.00 WIB.

Air yang digunakan untuk mencampur  PGPR jangan menggunakan air Ledeng ( PAM) karena mengandung kaporit yang dapat membunuh bakteri PGPR.

3. PENYIMPANAN: PGPR disimpan dalam suhu ruang 250c terhindar dari sinar matahari langsung, PGPR yang telah diformulasi dapat bertahan hidup 6-7 bulan.

4. KEAMANAN: Bakteri ini secara alami adalah pengkoloni akar tanaman tidak menimbulkan penyakit pada ternak dan manusia.  Namun demikian dihindair tercampur bahan makanan termakan/ terminum oleh ternak/ manusia . Setelah aplikasi tangan dan bagian tubuh  yang terkena dicuci dengan air sabun serta botol bekas kemasan  jangan dipakai untuk tempat makan dan minum.

 

Oleh : Suwarto, S.Pt

Sumber :

1.      Ir. PARYOTO, MP ( LPHP DI YOGYAKARTA)

2.       Dinas Pertanian DIY  ( Balai Proteksi tanaman Pangan dan Hortikultura)

Tanggal Artikel Diupload : 08-06-2018
Tanggal Cetak : 19-10-2018

Kementerian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian
Jl. Harsono RM No.3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Telp/Fax. 021-7804386