Published on Cyber Extension - Pusluhtan Kementan
(http://cybex.pertanian.go.id)
email sekretariat : cyberextension@gmail.com

Penggunaan Bakteri Rhizobium untuk Peningkatan Hasil Kedelai

Sumber Gambar: bpp Tamalatea

Kedelai merupakan tanaman yang dapat ditanam pada lahan kering, sawah dan rawa. Pada lahan kering masam dan rawa, produksi kedelai rendah karena hara esensial untuk tanaman diikat oleh Al, Fe, dan Mn. Produksi kedelai tinggi jika ditanam pada kisaran pH tanah 6,2 – 7,0. Tanaman kedelai di Indonesia umumnya ditanam pada tanah masam seperti tanah Ultisol dan Oxisol. Pada lahan sawah, biasa ditanam setelah tanaman padi ke dua.
Tanaman kedelai merupakan tanaman yang termasuk keluarga kacang-kacangan, dapat mengambil hara N dari udara jika bersimbiosis dengan bakteri Rhizoba. Sebelum mampu mengambil N dari udara, tanaman perlu hara N sebagai starter pertumbuhan awal. Namun demikian jumlah hara N hanya sebagai starter, sehingga hara N yang dibutuhkan hanya sedikit kurang lebih 50 kg urea.
Tidak pada semua tanah terdapat bakteri Rhizobia, sehingga tidak setiap tanaman kedelai dapat mengambil N dari udara. Tanda yang gampang dilihat jika tanaman kedelai aktif mengambil N dari udara adalah nodul yang berkembang di akar berwarna merah apabila dibelah.
Tanaman kedelai dapat mengambil hara N dari udara apabila:
(1) ditanam pada lahan yang sudah mengandung bakteri Rhizobium atau pernah ditanam kedelai atau kacang-kacangan yang lain,
(2) pada awal pertumbuhan diberi pupuk urea sebagai starter pertumbuhan,
(3) diberi bakteri Rhizobium dengan cara mencampur benih kedelai yang akan ditanam dengan tanah yang telah ditanami kedelai,
(4) diberi inokulasi bakteri Rhizobia. Keberhasilan inokulasi bakteri sangat dipengaruhi oleh kecocokan antara bakteri dengan jenis tanah dan faktor kompetisi.
Faktor utama yang menentukan banyaknya N yang diambil adalah tersedianya C-organik dalam tanah.
Manfaat Bakteri Rhizobia :
1. mengurangi jumlah pupuk N yang digunakan untuk tanaman kedelai,
2. meningkatkan produksi kedelai, dan
3. meningkatkan pendapatan petani.
Jenis Bakteri Rhizobia yang dapat Digunakan:
1. Rhizobium, Sinorhizobium,
2. Mesorhizobium, Bradyrhizobium,
3. Azorhizobium dan
4. Allorhizobium.
Bakteri yang dapat bersimbiosis dengan tanaman legum adalah Rhizobium leguminosarum. Sedangkan yang dapat digunakan untuk kedelai: Bradyrhizobium japonicum, B. Elkanii, B. Liaoningense , dan Sinorhizobium fredii.
Jenis Inokulan yang dapat Digunakan:
1. Nodulin merupakan salah satu inkulan bintil akar plus untuk tanaman kacang-kacangan (legum). Nodulin mengandung bakteri Rhizobium sp, Azospirillum dan Bacillus sp. dan bermanfaat meningkatkan kemampuan tanaman kedelai mengambil hara N, P dan K.
2. Legin merupakan inokulan Rhizobium yang dapat bersimbiosis dengan tanaman legum, menambat N dari udara.
Saat Pemberian Inokulan untuk benih kedelai:
1. Menjelang tanam.
2. Pengolahan tanah dan
3. saluran pembuangan air sudah disiapkan sebelum pemberian inokulan.
Cara Memberikan Inokulan:
Benih kedelai yang sudah siap, dibawa ke lahan yang akan ditanami. Basahi benih dengan air secukupnya, kemudian ditiriskan. Taburkan inokulan pada benih yang telah dibasahi sampai melekat rata dan segera ditanam. Pencampuran inokulan dengan benih kedelai dilakukan di tempat yang teduh. Bakteri yang diinokulan dapat mati apabila kena sinar matahari.

Sumber: Balai Penelitian Tanah, Balai Besar Sumber Daya Lahan Pertanian

Ditulis Oleh : Kurniati, SP. PPL Desa Karelayu

Tanggal Artikel Diupload : 13-09-2017
Tanggal Cetak : 21-09-2017

Kementerian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian
Jl. Harsono RM No.3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Telp/Fax. 021-7804386