Gerbang Nasional

Pusat Penyuluhan melakukan autokritik evaluasi pada sistem Siluhtan

Sumber Gambar: dokumentasi IM

Upaya mendorong capaian realisasi keuangan dan fisik kegiatan penyuluhan pertanian melalui Dana Dekonsentrasi Tahun 2018 dan langkah-langkah percepatan pelaksanaan kegiatan sejalan dengan target Indikator Kinerja Penyuluhan Pertanian sampai dengan Bulan Desember 2018, Pusat penyuluhan Pertanian menyelenggarakan Pertemuan Konsolidasi Audit dan Evaluasi Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian Tahun 2018 pada tanggal 21-23 November 2018 di Hotel Sahid Batam Center, Batam. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini di hadiri oleh 94 peserta yang berasal seluruh provinsi se-Indonesia.

"Perlunya sinergitas antara penanggungjawab kegiatan di provinsi, PPK hingga penanggungjawab di kabupaten, karena saat ini apapun anggaran APBN yang masuk ke DIPA provinsi berfokus pada program dimana pasti akan dituntut outputnya" tutur Siti Munifah, saat menyampaikan arahannya pada acara pembukaan Konsolidasi Audit dan Evaluasi Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian melalui Dana Dekonsentrasi Tahun 2018, (21/11).

"Di tahun 2019 pada triwulan ketiga sudah ada audit kembali, agar di Bulan September sudah di ketahui serapannya, sehingga kita masih ada kesempatan satu kali revisi di Bulan Oktober" lanjut Munifah. menurut data Siluhtan, Dana Dekonsentrasi yang digulirkan Pusat Penyuluhan baru 80 persen yang terserap, padahal Menteri Pertanian Amran Sulaiman menargetkan 98 persen hingga akhir tahun 2018 ini. Serapan anggaran dr kegiatan yang sudah terlaksana segera di masukkan ke dalam Siluhtan agar dapat terevaluasi dengan cepat dan tepat. "Pusat Penyuluhan melakukan evaluasi autokritik, apabila mengalami kesulitan saat memasukkan ke dalam Siluhtan yang sudah dibangun, segera komunikasikan langsung ke subbagian evaluasi dalam hal ini ditangani oleh Kasubid Evaluasi, Siti Hafsah Husas, karena ini merupakan bagian dari evaluasi internal kami. sebagai tindaklanjut akan ada tim yang datang atau sistemnya akan diperbaiki" tandas Munifah.

Selain itu, pada kegiatan ini juga diadakan pameran produk olahan unggulan dari Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) yang berasal dari beberapa perwakilan provinsi yang diantaranya Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, Banten, Gorontalo, Lampung, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Jambi, Maluku, Maluku Utara, Kalimantan Barat, Kep. Riau, Riau dan Jawa Tengah. Pameran ini bertujuan untuk mengenalkan produk-produk tersebut ke khalayak umum, di luar daerahnya masing-masing.(line/Inne)

Tanggal Artikel : 22-11-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. 238 Penyuluh Pertanian Kabupaten Malang Bersinergi Dukung Program Pemerintah
  2. Pusluhtan Mendukung Program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (serasi)
  3. Penguatan Kelembagaan Petani Di Kecamatan Muara Telang Dalam Menyambut Program Serasi
  4. Kerjasama Indonesia - Fao