Gerbang Nasional

Samakan Persepsi, BPPSDMP Laksanakan Sinkronisasi Kebijakan Penyuluh Pertanian di Lampung

Sumber Gambar: doc.pusluh

Sebagai garda terdepan pembangunan pertanian,penyuluh pertanian memegang peranan sangat penting. Peningkatan produksi, pemanfaatan sumber daya alam serta pemanfaatan sarana dan prasarana pertanian tidak terlepas dari peran penyuluh dalam mendampingi petank di lapangan.
Untuk mensamakan persepsi penyelenggaraan penyuluhan, Badan Penyuluhan dan Pemgembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) melaksanakan kegiatan Sinkronisasi Kebijakan Penyuluh Pertanian Tahun 2019 di Balai Pelatihan Pertanjan Lampung pada tanggal 2-3 November 2018.
Pertemuan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Provinsi Lampung dan dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Plt Kepala Balai Pertanian Lampung, pejabat eselon III dan IV Pusat Peyuluhan Pertanian serta 150 orang perwakilan penyuluh pertanian baik dari kabupaten dan kecamatan di provinsi Lampung.
Ir.Ediyanto,MSi kadistanhorti Prov Lampung dalam pembukaannya menyatakan bahwa dari 150 perwakilan penyuluh pertanian se provinsi lampung dapat mewakili seluruh penyuluh di provinsi lampung sehingga tercapai persamaan persepsi tentang perkembangan penyuluhan pertanian.
"Penyuluh pertanian hendaknya tidak hanya berkonsentrasi pada peningkatan produksi, tetapi lebih pada kemandirian petani dimana petani dapat berusaha dan meningkatkan usaha taninya secara profesional sehingga hasil usaha tani dapat meningkat. Disini dibutuhkan penyuluh pertanian yang profesional pula, penyuluh harus meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya sehingga dapat menjadi contoh dan panutan yang baik bagi petani" ungkap Edyanto.
Banyaknya bantuan dari pemerintah baik berupa pupuk,bibit maupun alsintan diharapkan dapat dimanfaatkan oleh petani." Jangan ada alsintan yang tidak dipakai dilapangan",tegasnya.
Perkembangan dunia pertanian salah satunya dapat dicapai dengan pembentukan dan pengembangan kelompok. Dimana dalam kelompok dapat menjadi tempat untuk belajar,berbagi informasi dan peningkatan kemampuan para petani. Ketua gapoktan maupun poktan harus mampu untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya melalui peningkatan produksi. Disini peran penyuluh sebagai agen perubahan sangat dibutuhkan. Diakhir sambutannya ia berharap penyuluh hendaknya dapat menjadi mitra petani, tidak selalu mengajarkan petani tetapi sama-sama belajar,bertukar ilmu dan pengalaman.
Dalam kesempatan yang sama Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin,SE menyampaikan kebanggaannya terhadap Provinsi Lampung dimana Lampung memiliki potensi pertanian yang cukup tinggi dengan dukungan berbagai sektor komoditi.
Sudin menyatakan bahwa penyuluh merupakan jantungnya petani. Target produksi pertanian tidak akan tercapai tanpa adanya dukungan penyuluh yang membina petani dalam memanfaatkan sarana dan prasarana produksi yang ada. "Penggunaan teknologi dalam mendukung pembangunan pertanian hendaknya tepat guna". Tegasnya.
"Diperlukan tenaga penyuluh handal dan berpengalaman dalam mendukung kebijakan pembangunan pertanian. Untuk mengatasi kekurangan jumlah penyuluh pertanian di lapangan perlu dilakukan perekrutan tenaga ASN untuk menjadi penyuluh. Hal lain yg dapat dilakukan adalah penumbuhan dan penguatan penyuluh swadaya/swasta. Selain itu peningkatan kompetensi dan peningkatan jenjang pendidikan bagi penyuluh pertanian. Dan ini menjadi tupoksi dari BPPSDMP",jelas Sudin. Diakhir dialog dengan penyuluh,Sudin mengatakan akan membawa aspirasi penyuluh pada level legislatif. (nurlaily)

Tanggal Artikel : 05-11-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Kerjasama Indonesia - Fao
  2. Peresmian Pusat Informasi Agribisnis (pia) Deptan Untuk Mendorong Investasi Di Bidang Pertanian
  3. Menteri Pertanian Menyerahkan Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa Tahun 2009 Kepada 9 Pemulia Tanaman Terbaik
  4. Apresiasi Admin Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (simluh) Level 3 Dan 4