Gerbang Nasional

Penumbuhkembangan Penyuluh Swadaya dan Posluhdes,Tingkatkan Fungsi Penyuluhan

Sumber Gambar: doc.pusluh

Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) menyiapkan sejumlah strategi untuk mengatasi permasalahan kekurangan jumlah penyuluh. Hal ini disampaikan oleh Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian, Momon Rusmono pada acara Bimtek Penumbuhkembangan Posluhdes dan Penyuluh Pertanian Swadaya di Banjarbaru, Kalimantan Selatan tanggal 19 Oktober 2018.


Dijelaskan oleh Kabadan, kondisi dilapangan saat ini penyuluh pns berjumlah 30.000 orang, THL-TB PP berjumlah 12.000 orang yang tersebar di provinsi, kab, kota serta penyuluh di di BPTP sejumlah 8000 orang. Hal ini tidak sejalan dengan amanat undang-undang No.19 Tahun 2013 tentang perlindungan dan pemberdayaan petani bahwa di satu desa potesi pertanian harus ada satu penyuluh, kenyataannya seorang penyuluh bisa memegang 1-3 desa.


Untuk mengatasi masalah ini BPPSDMP memiliki kebijakan untuk menumbuh kembangkan penyuluh swadaya sesuai dengan UU 16 tahun 2006 tentang Sistem penyuluhan pertanian yang menyebutkan bahwa penyuluh terdiri dari penyuluh pemerintah, swadaya dan swasta. “Di setiap desa minimal memiliki seorang penyuluh swadaya. Penyuluh swadaya adalah seseorang yang telah berhasil dalam usaha taninya dan mau untuk membagi ilmu dan kesuksesan bertaninya kepada orang lain”, tegas Kabadan.


Saat ini wilayah kerja para penyuluh ada yang satu, dua dan tiga desa. Untuk itu penyuluh ditugaskan untuk menumbuhkembangkan Posluhdes di setiap desa. Posluhdes sebagai pos informasi rumpun pertanian dan harapannya dapat menjadi tempat berkumpulnya petani, kelompok tani, para penyuluh baik PNS, THL, penyuluh swadaya dan swasta untuk mendiskusikan berbagai hal berkaitan dengan pembangunan pertanian di wilayahnya.


Posluhdes disebut Kabadan, sebagai kelembagaan non struktural yang dimiliki oleh petani tapi diinisiasi oleh penyuluh. Jadi penyuluh melakukan pembinaan maka dengan adanya posluhdes otomatis didalamnya ada penyuluh swadaya. “Saya minta penyuluh swadaya membina kelompok tani sehingga para penyuluh yang terbatas dengan tumbuhnya posluhdes dibarengi tumbuhnya penyuluh swadaya yang akan membackup program-program pembangunan pertanian,” ungkapnya. (Nurlaily).

Tanggal Artikel : 19-10-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Provinsi Aceh Kembali Gelar Jambore Penyuluh Pertanian
  2. Samakan Persepsi, Bppsdmp Laksanakan Sinkronisasi Kebijakan Penyuluh Pertanian Di Lampung
  3. Kerjasama Indonesia - Fao
  4. Peresmian Pusat Informasi Agribisnis (pia) Deptan Untuk Mendorong Investasi Di Bidang Pertanian