Gerbang Nasional

GERAKAN TANAM PADI THLK SEBAGAI UPAYA PERCEPATAN LTT DI PROVINSI GORONTALO

Sumber Gambar:

“Menyikapi kondisi kemarau/kekeringan seperti saatini, sangat penting dilakukan terobosan untuk dapat mencapai target tanam padi di provinsi Gorontalo. Untuk itu dilakukan Gerakan tanam padi Tadah Hujan Lahan Kering (THLK) di lahan tegakan pohon kelapa atau dikenal dengan program PALAPA. Sehingga walaupun kondisi kering produksi padi tetap dapat tercapai”

Dalam rangka pencapaian Luas TambahTanam (LTT) padi di provonsi Gorontalo, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian selaku Penanggungjawab UPUS Pajale melakukan upaya percepatan tanam padi TadahHujanLahanKering (THLK) dalam mengantisipasi musim kemarau/kekeringan saat ini. Percepatan tanam dilakukan dengan membuat Gerakan Tanam (Gertam) padi GOGO dan memeberikan bantuan benih padi lading di Kabupaten Gorontalo. Kegiatan Gertam ini dilaksanakan pada tanggal, 15 September 2018 di 2 (dua) kecamatan, yaitu Kecamatan Mootilango dan Kecamatan Asparaga.
Pencanangan gertam dilakukan aksi gerakan tanam melalui penanaman langsung tanam padi gogo dengan varietas Situbagendit di bawah tegakan pohon kelapa yang dilakukan oleh Wakil Gubernur Gorontalo Dr. Drs. Idris Rahim MM,bersama-sama dengan Bupati Gorontalo Prof. Dr. Ir. Nelson Pomalingo, M.Pd, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Dr. SitiMunifah, M.Si dan Danrem 133 Bapak Nani Wartabone. Turut hadir juga IbuSekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Khadijah Thayib, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Kasubdit Padi Irigasi Rawa Direktorat Serealia Ditjen Tanaman Pangan, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo, Kepala BPTP, Camat dan Kepala Desa serta para petani.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Gorontalo menyampaikan bahwa ada 4 (empat) kebutuhan yang harus dipenuhi oleh masyarakat petani yaitu: rumah, beras, lauk pauk, dan budaya malu. Untu kitu, setelah pencanangan gerakan tanam ini, semua petani agar melakukan tanam padi gogo setiap hari dengan ikhlas dan sungguh-sungguh, apalagi benih sudah diberikan secara gratis. Semoga yang dilakukan akan menjadi nilai ibadah, dan senantiasa berdoa agar hujan segera turun sehingga petani bias menanaman secara serentak, “Tiada Hari TanpaMenanam”, ujar Idris Rahim.
Pada kesempatan ini, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian juga mengharapkan adanya percepatan dari masing-masing wilayah kecamatan di Kabupaten Gorontalo untuk segera melakukan penanaman khususnya untuk padi lahan, apalagi benih padi mempunyai ketahanan lebih dari 30 hari di dalam tanah meskipun dalam keadaankering, karena dari target tanam ASEP di Kabupaten Gorontalo seluas 23.187 Ha, baru terealisasi 10.171 Ha. Sehingga dengan melakukan penanaman seperti saat ini diharapkan pada saat hujan turun nanti atau di akhir bulan September benih tersebut diharapkan akan tumbuh.
Selanjutnya Tim UPSUS pusat dan daerah akan terus menerus memonitor dan melihatkemajuan yang dilakukan setelah gerakan tanam ini dilaksanakan dan terus mendorong kecamatan-kecamatan lainnya untuk melakukan gerakan tanam. Apabila gerakannya lambat, maka akan ada perbantuan dari babinsa/TNI untuk membantu gerakan tanam. Melalui gerakan penanaman padi lading ini, diharapkan dapat meningkatkan produksi dan produktivitas padi serta optimalisasi pemanfaatan lahan kering di Provinsi Gorontalo.(Tim UPSUS Gorontalo).

Tanggal Artikel : 21-09-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Tingkatkan Kompetensi, Penyuluh Pertanian Pertanian Provinsi Aceh Mengikuti Diklat Dasar Penyuluh Pertanian
  2. Rembug Utama Ktna Tingkat Nasional, Momentum Bangkitnya Penyuluh Swadaya
  3. Entaskan Kemiskinan, Program Bekerja Sasar Masyarakat Garut
  4. Penumbuhkembangan Penyuluh Swadaya Dan Posluhdes,tingkatkan Fungsi Penyuluhan