Gerbang Nasional

Pusluhtan Gandeng 3 Pengusaha Muda Pertanian pada Launching Polbangtan

Sumber Gambar: doc.pusluh

Untuk mempercepat pembangunan pertanian berbasis teknologi dan generasi muda pertanian yang unggul dan inovatif, Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan Transformasi lembaga pendidikan dari Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian ke Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan).

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman melaunching 6 Polbangtan se Indonesia pada Selasa, 18 September 2018 dan dihadiri Direktur Utama Bulog, Budi Waseso, perwakilan Kemenristek Dikti, Kementerian PANRB, Kementerian PUPR, Kemenpora, Kemendes, Kemensos dan Bappenas serta perwakilan dunia usaha dan industri. Dalam sambutannya, Mentan menekankan pembangunan Polbangtan jangan hanya dijadikan simbol semata, namun harus menjadi wadah yang mampu menciptakan generasi muda pertanian yang inovatif dan menjadi pelaku usaha. Bahkan sebagai wadah lahirnya berbagai teknologi pertanian baru yang modern dalam meningkatkan produksi, nilai tambah dan kesejahteraan petani.

Dikesempatan yang sama Direktur Utama Bulog, Budi Waseso menilai capaian kinerja Kementan saat ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek, tapi juga menuju kedaulatan pangan bahkan menguasai pasar ekspor. “Sebenarnya kita ini sudah surplus pangan, bahkan kualitas bahan pangan kita jauh lebih baik dari produk impor. “Saya punya keyakinan, indonesia benar-benar menunjukkan giginya ke depan pertanian akan jaya. Saya berharap dengan mulai dilaunchingnya Polbangtan, saya yakin produk pangan kita ke depan akan jaya. Saya harap secepatnya ada produk-produk pangan dari polbangtan sehingga kita tidak perlu impor,” ungkapnya.

Kegiatan launching diramaikan pula dengan pameran produk inovasi wirausahawan muda pertanian yang pesertanya terdiri dari enam Polbangtan, tiga sekolah menengah kejuruan penyuluh pertanian, UPT lingkup Pusat Pelatihan Pertanian, BPPSDMP, perguruan tinggi mitra, IPB sertaUNPAD. Pusat Penyuluhan Pertanian turut berperan serta dalam pameran tersebut dengan menampilkan 3 pengusaha muda pertanian. Ulus Pirmawan, seorang petani sukses penerima penghargaan FAO sebagai petani teladan yang berhasil memotong rantai makanan serta budi daya ramah lingkungan menampilkan berbagai produk hortikultura seperti buncis, brokoli, cabai, labu siam, seledri, bawang daun, lemon, terong, wortel, dll. Eksportir Baby Buncis/ Buncis Kenya ini pun berbagi ilmu dan pengalamannya kepada mahasiswa dan mahasiswi yang mendatangi stand Pusat Penyuluhan Pertanian.
Dede Syamsudin, Ketua Koperasi Sri Asih Mandiri, yang berhasil memproduksi beras dengan kualitas premium. Pengusaha muda lain yang mengisi pameran adalah Ujang Margana, petani muda dari Kabupaten Bandung telah berhasil Ujang Margana, yang telah berhasil mengelola usahatani sendiri seluas 100 tumbak yang ditanami bawang merah, kentang, cabe dan kedelai. Pria yang terpilih sebagai petani berprestasi tingkat Kabupaten dan petani berprestasi tingkat provinsi, serta petani teladan tingkat nasional pada tahun 2018 memiliki semboyan GSC (Gali potensi yang ada, Selamatkan alamnya dan Cerdaskan masyarakatnya) dalam mengembangkan usaha taninya.
Ketiga petani yang telah menjadi pengusaha muda ini diharapkan dapat menjadi aspirasi bagi mahawiswa dan mahasiswi Polbangtan sehingga mau dan mampu untuk terjun dan mengembangkan dunia pertanian hingga pada akhirnya dapat menjadi enterpreneur dibidang pertanian. (nurlaily).

Tanggal Artikel : 20-09-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Gerakan Tanam Padi Thlk Sebagai Upaya Percepatan Ltt Di Provinsi Gorontalo
  2. Tingkatkan Kompetensi, Penyuluh Pertanian Pertanian Provinsi Aceh Mengikuti Diklat Dasar Penyuluh Pertanian
  3. Rembug Utama Ktna Tingkat Nasional, Momentum Bangkitnya Penyuluh Swadaya
  4. Entaskan Kemiskinan, Program Bekerja Sasar Masyarakat Garut