Gerbang Nasional

KESIAPAN PUSAT PENYULUHAN PERTANIAN DALAM MENYAMBUT PROYEK BARU

Sumber Gambar: Dokumentasi pusluh

 

Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian memiliki peran strategis dalam mengembangkan program-program bantuan dalam dan luar negeri yang saling bersinergi. Pada tahun 2018 telah berjalan dua proyek di BPPSDMP yaitu Integrated Participatory Development and Management Irrigation Project (IPDMIP) dan Rural Emporment and Agricultural Development Scalling Up Initiatives (READ-SI). Di tahun 2019 akan mendapatkan tambahan dua proyek lagi yaitu, Strategic Irrigation Moderization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) yang pelaksanaan oleh Pusat Penyuluhan Pertanian dan Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) oleh Pusat Pendidikan Pertanian.

Tujuan dari pelaksanaan SIMURP adalah untuk memperbaiki dan meningkatkan layanan sistem irigasi yang lebih efektif, efisien dan berkelanjutan dengan mengadaptasi lima pilar modernisasi irigasi dan juga untuk meningkatkan intensitas tanam melalui kegiatan rehabilitasi, revitalisasi dan modernisasi irigasi serta meningkatkan akuntabilitas pengelolaan irigasi untuk mewujudkan sistem irigasi berkelanjutan, dengan sasaran Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) yang bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Kegiatan SIMURP akan dilaksanakan selama 6 tahun dari tahun 2019 – 2014, di 13 daerah irigasi dan 2 daerah irigasi rawa pada 8 provinsi yaitu Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, Kalimantan Tengah dan Sulawesi Selatan. Sedangkan Fokus dari kegiatan SIMURP adalah Climate Smart Agriculture (CSA) atau Pertanian Cerdas Iklim yang bertujuan untuk mengurangi resiko gagal panen, meningkatkan produksi dan produktivitas, mengurangi efek rumah kaca, pertanian yang tahan terhadap cuaca dan iklim serta meningkatkan pendapatan petani.

Dalam pelaksanaan proyek baru tersebut haruslah tepat sasaran dan tepat guna agar hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas khususnya petani mengingat anggaran proyek tersebut adalah bantuan dari Bank Dunia yang nantinya anak dan cucu kita yang akan membayar hutang-hutang tersebut, hal tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Siti Munifah pada acara Koordinasi Program Kerjasama Luar Negeri di Bidang Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian di Hotel Le Polonia Medan yang diselenggarakan pada tanggal 29 s.d 31 Agustus 2018.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian dan Kepala Pusat Pelatihan Pertanian dengan menghadirkan narasumber diantaranya Ron Hartman selaku Country Director IFAD, Dr. Imam B. Prasodjo Sosiolog Universitas Indonesia dan Direktur Pangan dan Pertanian BAPENAS Dr. Anang Nugroho.

Semoga tujuan mulia dari kegiatan proyek tersebut dapat terlaksana dengan baik dan lancar. (Nur Fajar)

Tanggal Artikel : 07-09-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. “polybag Kekinian” Limbah Yang Menjadi Berkah
  2. Pusluhtan Gandeng 3 Pengusaha Muda Pertanian Pada Launching Polbangtan
  3. Kerjasama Indonesia - Fao
  4. Peresmian Pusat Informasi Agribisnis (pia) Deptan Untuk Mendorong Investasi Di Bidang Pertanian