Gerbang Nasional

Sukseskan Program Bekerja, BPPSDMP Optimalkan Peran Penyuluhan, Pendidikan dan Pelatihan

Sumber Gambar: doc.pusluh

Keseriusan pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan dilakukan di berbagai sektor tidak tercuali di sektor pertanian. Kementerian Pertanian (Kementan) sejak awal tahun 2018 telah mencetuskan program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) untuk mengentaskan masyarakat dari kemiskinan berbasis pertanian. Program ini akan mempunyai posisi penting mengingat bahwa program ini bertarget dalam waktu kurang dari setahun sudah mampu membalikkan status rumah tangga petani miskin di perdesaan menjadi rumah tangga sejahtera.

Disampaikan oleh Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Siti Munifah pada saat sosialisasi di Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor, “Program Bekerja merupakan Implementasi dari UU Nomor 19 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani. Program Bekerja tahun ini akan menyasar 200.000 Rumah Tangga Petani Miskin (RTM) yang tersebar di 10 provinsi. RTM rata-rata tinggal di pedesaan yang identik dengan lokasi-lokasi pertanian, dimana mereka tidak memiliki lahan yang memadai untuk bertani sehingga mereka hanya menjadi buruh tani dan inilah yang menjadi sasaran program bekerja.

Peran Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam program ini ditunjang oleh 3 subsektor utama. “Penyuluh adalah entri point untuk menyampaikan program ini kepada rumah tangga miskin, melalui pendekatan persuasif dan personal diharapkan penyuluh dapat membuka pintu agar komponen penunjang lainnya dapat masuk. Sebagai pasukan yang paling dekat dengan rakyat baik petani maupun masyarakat pedesaan lainnya penyuluh mengetahui keberadaan RTM dan Kelompok RTM di wilayah binaannya. Identifikasi RTM dan kelompok RTM dalam satu kawasan, dilanjutkan dengan pembinaan agar menjadi kelompok-kelompok usaha bersama yang akhirnya dikelompokan menjadi kelompok yang lebih besar berbentuk korporasi. Setelah bergabung menjadi kelompok besar, Kementan memberikan bantuan berupa ayam, tanaman buah, tanaman perkebunan yang ditanam dilahan mereka lalu dikolektif menjadi dalam jumlah besar”, jelas Kapusluh.

Sebagai Kapusluh, Siti Munifah mengharapkan penyuluh dapat bersatu dalam menjalankan program2 pemerintah, penyuluh harus turun beraktifitas bersama-sama dengan komponen lain untuk beerja mengembangkan potensinya sehingga penyuluh diakui secara masal oleh masyarakat. Perlu diingat bahwa banyak pihak yang menilai kinerja penyuluh.

Selain penyuluh pertanian, 6 Politeknik Pembangunan Pertanian diperlukan untuk melakukan pendampingan kepada Rumah Tangga Miskin yang telah mendapatkan bantuan program bekerja. Hal ini dilakukan karena adanya rasa tidak percaya diri pada petani yang mengakibatkan kesulitan untuk mengakses informasi, permodalan, membangun jejaring usaha. Keterlibatan dosen dan mahasasiswa sangat dibutuhkan untuk menumbuhkan motivasi, mengubah pola fikir serta pembelajaran yang pada akhirnya akan mengubah performa petani menjadi pelaku usaha tani yang baik. Setelah mendapatkan pendampingan dari penyuluh penyuluh pertanian, dosen dan mahasiswa Polbangtan, penunjang lain yang tidak kalah penting adalah pelatihan. Dengan dilakukan pelatihan terus menerus maka ilmu yang didapat akan lebih mudah untuk diterapkan.

Tujuan akhir pengembangan program bekerja berbasis Pertanian ini diharapkan akan berdampak pada peningkatan ketersediaan pangan, peningkatan konsumsi pangan dan kualitas gizi keluarga, serta peningkatan ekonomi/pendapatan masyarakat agar terangkat menjadi masyarakat sejahtera. Tidak hanya itu, program ini juga pada saat yang sama juga akan berdampak terhadap membaiknya kondisi sosial masyarakat. (Nurlaily).

Tanggal Artikel : 21-08-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Mengurus Penyuluhan Harus Dengan Hati
  2. Kesiapan Pusat Penyuluhan Pertanian Dalam Menyambut Proyek Baru
  3. “polybag Kekinian” Limbah Yang Menjadi Berkah
  4. Pusluhtan Gandeng 3 Pengusaha Muda Pertanian Pada Launching Polbangtan