Gerbang Nasional

Percepatan Tanam dan Optimalisasi Pemanfaatan Alat Mesin Pertanian, Langkah Strategis Kementan

Sumber Gambar: doc.pusluh

Untuk mensukseskan pengembangan padi gogo di Kabupaten Gorontalo dilaksanakan perlu dilakukan sinergi oleh berbagai pihak, baik pusat maupun daerah. Untuk itu koordinasi dilakukan secara intensif oleh Bupati Kabupaten Gorontalo, jajaran Pemda, SKPD terkait, Ditjen Tanaman Pangan, Ditjen PSP, Pusat Penyuluhan Pertanian Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) Sukamandi, Dinas Pertanian Provinsi, Kasdim Kabupaten Gorontalo, seluruh Camat lingkup Kabupaten Gorontalo, para Kepala Desa, Mantri Tani, Panggoba, Koordinator Penyuluh Pertanian, penyuluh dan petani dari kelompoktani Kecamatan Dungolio.

Bupati Kabupaten Gorontalo Prof Dr. Ir. H. Nelson Pomalingo, M.Pd menyampaikan langkah nyata yang telah dilakukan oleh daerah yaitu; 1) Melakukan koordinasi dengan seluruh camat, kepala desa dan SKPD terkait; 2) Membentuk tim tingkat Kabupaten Gorontalo dibawah koordinasi Sekda, pencanangan sebagai Gerakan tanam (Gertam) dilakukan langsung di lapangan; 3) Penanaman padi gogo merupakan bagian dari Optimalisasi pemanfataan sumber daya alam; 4) Gerakan tanam dilapangan secara serentak merupakan salah satu wujud menyongsong perayaan hari pangan sedunia pada bulan Oktober 2018; 5) Alokasi APBD untuk mendorong optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam termasuk untuk mendukung UPSUS PAJALE di Kab Gorontalo; 6) Apabila program pengembangan padi gogo ini sukses maka diharapkan tanam padi di Kab Gorontalo bisa 3 (tiga) kali (IP 300) selama ini baru 2 (dua) kali; 7) Membuat jadual pencanangan padi gogo; 8) membuat laporan dan evaluasi secara rutin.

Dikesempatan yang sama, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian mengungkapkan Langkah strategis yang dilakukan oleh Kementan untuk Percepatan Tanam dan Optimalisasi Pemanfaatan Alat Mesin Pertanian Periode April-September 2018 di Kabupaten Gorontalo, yakni : 1) Memetakan Potensi Wilayah Irigasi dan tadah hujan sampai Kecamatan; 2) Memetakan wilayah kebun kelapa yang masih bisa ditanami padi ladang atau dikenal dengan Program Palapa; 3) Memetakan potensi lahan atau areal tanam jagung; 4) Memetakan titik kritis kekeringan di musim kemarau tetapi punya potensi panen air dengan sumber air dangkal (sumur bor); 5) Mengecek jumlah alsintan masing-masing Kabupaten/Kota terutama pompa air dan ukurannya untuk mengatasi musim kemarau; 6) Mencari solusi air untuk percepatan tanam; dan 7) Mendata potensi, target dan realisasi tanam serta ketersediaan alsintan di Kabupaten Gorontalo; 8) Melibatkan Camat, Danramil, Kades/Lurah, Koordinator Penyuluh, Mantri Tani, Babinsa, Panggoba dan Tokoh Masyarakat untuk Gertam.

Untuk mendukung pengembangan padi gogo di Kabupaten Gorontalo, Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) Sukamandi, Agus Guswara menyampaikan beberapa hal tentang “Model Pengembangan Teknologi Budidaya Largo (Larikan Padi Gogo) Super Di Bawah Tegakan Tanaman Perkebunan”, sebagai salah satu alternatif pengembangan padi gogo pada ekosistem lahan kering. Peluang penanaman padi gogo sangat besar di lahan-lahan perkebunan antara lain: kelapa, karet dan kelapa sawit, bila pada areal perkebunan karet dan kelapa sawit bisa diterapkan sistim tumpangsari sekitar 15%. Model teknologi budidaya padi gogo dengan LARGO SUPER untuk mendapatkan hasil maksimal melalui perakitan berbagai inovasi teknologi. Komponen teknologi dirakit menjadi paket teknologi yang disebut dengan Larikan Gogo Super (LARGO SUPER) dan penerapannya dengan mekanisasi Pertanian. Penerapan Largo Super secara utuh oleh petani mampu memberikan hasil 8 ton GKP/ha per musim, Hasil padi yang diusahakan dengan model konvesional hanya 6 ton GKP/ha per musim. Diharapkan melalui sinergitas berbagai pihak ini pemanfaatan lahan, alat mesin pertanian lebih optimal dan dapat meningkatkan produksi secara signifikan. (Nurlaily).

Tanggal Artikel : 21-08-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Sukseskan Program Bekerja, Bppsdmp Optimalkan Peran Penyuluhan, Pendidikan Dan Pelatihan
  2. Mengurus Penyuluhan Harus Dengan Hati
  3. Kesiapan Pusat Penyuluhan Pertanian Dalam Menyambut Proyek Baru
  4. “polybag Kekinian” Limbah Yang Menjadi Berkah