Gerbang Nasional

Manfaatkan Lahan Rawa, Petani dan Penyuluh Kabupaten Hulu Sungai Tengah Optimalkan pertanaman di Musim Kemarau

Sumber Gambar: doc.pusluh

Datangnya musim kemarau sebagai salah satu perubahan iklim memberikan dampak kekeringan yang kian terasa di beberapa wilayah dengan kondisi sumber air sulit di Indonesia. Kondisi tanpa hujan lebih dari 3 bulan menjadi penyebab sumber-sumber air mengering, terlebih bagi daerah yang serapan air tanahnya rendah. Hal ini berarti sistem hidrologi lingkungan menjadi terganggu yang membawah pengaruh nyata pada lahan pertanian terutama untuk persoalan ketersediaan air.
Kekeringan telah mengakibatkan menurunnya kuantitas sumber sumber air seperti mata air, sungai, situ, embung, waduk hingga berkurangnya pasokan air untuk kehidupan manusia. Kekurangan air untuk memenuhi kebutuhan pertanian sawah dan ladang berpangaruh pada menurunnya produksi hasil tani terjadinya puso dan gagal panen selanjutnya berpengaruh pada berkurangnya pendapatan para petani dan buruh tani.

Dalam peningkatan produksi padi di wilayah kabupaten Hulu Sungai Tengah untuk musim kemarau pada tahun ini (april s/d september), para penyuluh dan petani setempat mengupayakan peningkatan produksi padi pada lahan rawa. Bagi petani di kecamatan Labuan Amas Utara, Labuan Amas Selatan, Haruyan dan kecamatan Pandawan, wilayah rawa menjadi andalan utama produksi komoditas pertanian tidak hanya padi tetapi sayuran dan palawija. Pemanfaatan lahan rawa ini sejalan dengan program Kementerian Pertanian yang telah mencanangkan optimalisasi satu juta hektare lahan rawa lebak dan pasang-surut di sembilan provinsi. Di antaranya, Riau, Kalimantan Tenggara, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, Papua, serta Kalimantan Tengah.

Kunci berhasil atau tidaknya pemanfaatan lahan rawa untuk usaha pertanian terletak pada pengelolaan lahan dan air. Tidak tinggal diam penyuluh pertanian tengah bersama-sama dengan petani dan TNI melakukan kerja bakti benahi saluran air di desa Tabudarat, di kab. Hulu Sungai. Norman Fadillah, salah seorang penyuluh pertanian di Hulu Sungai Tengah mengatakan, ”para penyuluh di lapangan melakukan gerakan bersama dalam pertambahan tanam dengan memperbaiki kondisi pengaturan fasilitas produksi, pengendalian hama penyakit tanaman (HPT) diawal pertanaman”. Penyuluh pertanian juga tak lupa untuk melakukan pendampingan dan motivasi kepada petani untuk tetap optimis bertani walaupun musim kemarau menyerang lahan pertanian di Kalsel. Seluruh upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan produksi pangan di kab. Hulu Sungai Tengah pada pertanaman di Musim Kemarau 2018. (Nurlaily)

Tanggal Artikel : 10-08-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Tingkatkan Produksi, Petani Purwakarta Optimalkan Penggunaan Alsintan
  2. 27 Teladan Berprestasi Sektor Pertanian Raih Penghargaan Tingkat Nasional Tahun 2018
  3. Percepatan Tanam Dan Optimalisasi Pemanfaatan Alat Mesin Pertanian, Langkah Strategis Kementan
  4. Sukseskan Program Bekerja, Bppsdmp Optimalkan Peran Penyuluhan, Pendidikan Dan Pelatihan