Gerbang Nasional

Tingkatkan Kesejahteraan Petani Melalui Pengembangan Kawasan Bawang Merah Berbasis Korporasi

Sumber Gambar: doc.pusluh

Produksi bawang merah di kabupaten Malang meningkat rata rata 20 ton per hektar dari lahan seluas 96 hektar dari tahum sebelumnya yang hanya 8 ton per hektar sehingga surplus 50 persen.

Keberhasilan ini memacu peningkatan hasil produksi serta pengembangan kawasan tanam di kabupaten Malang. Jika sebelumnya hanya Ngantang dan Pujon yang menjadi sentra produksi bawang, kini disusul oleh Sumberpucung, Turen, Karangploso serta daerah lain. Pengembangannya dibagi menjadi tiga wilayah, yakni dataran tinggi, sedang, dan datar. Peningkatan produksi bawang merah juga mampu mendongkrak perekonomian petani. Hasil panen mampu menutup biaya produksi serta mengangkat kesejahteraan petani.

Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Hortikultura, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian bersama Dinas TPH Bun dan Dinas Koperasi Kabupaten Malang melaksanakan koordinasi Pelaksanaan Pilot Project Pengembangan Kawasan Bawang Merah Berbasis Korporasi Petani sekaligus launching pembentukan koperasi bawang merah "Maju Sejahtera" kab Malang pada Kamis, 7 Juni 2018 di Balai Besar Pelatihan Peternakan Songgoriti-Batu.

Kepala Bagian Perencanaan Ditjen Hortikultura, Widodo Heru, mengungkapkan bahwa mulai 2018-2019, kegiatan pilot project pengembangan kawasan bawang merah berbasis korporasi di Kabupaten Malang difokuskan pada penataan manajemen kelembagaan dan aspek teknis perbenihan, budidaya, pascapanen dan pemasaran bawang merah.
Pilot project pengembangan kawasan bawang merah berbasis korporasi petani merupakan bukti keseriusan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan posisi tawar petani serta skala usaha dan nilai tambah usahatani dengan penataan dan pembinaan kelembagaan ekonomi petani berbentuk koperasi.

“Keberhasilan dari pembangunan pertanian tidak ada artinya jika tidak diikuti dengan kesejahteraan petani. Untuk mencapai itu, maka petani harus kuat bersatu mengembangkan usahatani dan berbisnis pada satu wadah atau lebih dikenal dengan korporasi”, ungkap Kepala Bidang Penyelenggaraan Penyuluhan, BPPSDMP, Zahron Helmy. Ditambahkan oleh beliau bahwa kuncinya utama korporasi petani adalah penguatan kelembagaan. Tanpa kelembagaan yang kuat, kegiatan korporasi ini akan berakhir, dengan kelembagaan yang kuat akan mudah bagi kelompok untuk mendapatkan dukungan dari pemerintah dan swasta, tegasnya.
Petani harus menjadi tuan dilahanya sendiri, jangan hanya meraih kesuksesan sebatas ada bantuan pemerintah, begitu bantuan pemerintah selesai maka selesai juga kesuksesannya. Dengan menjadikan kawasan pertanian berbasis skala ekonomi sebagai sentra produksi, akan meningkatkan posisi tawar petani. Ini salah satu cara untuk membangun kemandirian petani dan meninggikan taraf hidupnya.

Pada pertemuan ini hadir pula perwakilan dari Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian, BPTP Jawa Timur, Dinas Pertanian Kabupaten Malang, Bank Indonesia cabang Malang, perwakilan Dinas Koperasi Kabupaten Malang dan pengurus koperasi bawang merah "Maju Sejahtera" dari Kecamatan Ngantang- Pujon yang diketuai Bapak Slamet Subadi. Diharapkan dengan adanya sinergi dari berbagai pihak, pengembangan kawasan bawang metah berbasis korporasi di Kabupaten Malang akan meningkatkan taraf hidup petani sekitar dan mendukung pembangunan pertanian secara nasional. (Nurlaily)

Tanggal Artikel : 08-06-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Sinergitas Optimalisasi Alsintan Dan Pelaksanaan Kegiatan Adaptasi Paket Teknologi Spesifik Lokalita Di Bpp
  2. Penyuluh Pertanian Jangan Cuma Duduk Di Kantor," Kata Plt Bupati Bangka
  3. Kerjasama Indonesia - Fao
  4. Peresmian Pusat Informasi Agribisnis (pia) Deptan Untuk Mendorong Investasi Di Bidang Pertanian