Gerbang Nasional

Penyuluhan di era milenia

Sumber Gambar: Dokumentasi IM

“Penyuluhan di era milenia harus dapat menggambarkan bahwa seorang penyuluh bisa berperan sebagai konsultan” demikian disampaikan Dr. Ir. Zahron Helmy, MP pada saat pertemuan dengan seluruh dosen di STPP Bogor dalam rangka membangun sinergi penyuluhan pertanian dimasa mendatang.
Sampai saat ini penyuluhan masih terkungkung dengan tradisi lama yang selalu menggunakan sistem Latihan dan Kunjunagn (LAKU). Penyuluh sebagai petugas pemerintah yang menyampaikan informasi-informasi tentang kebijakan pembangunan pertanian kepada petani. Padahal petani menuntut penyuluh mampu memberikan solusi terhadap berbagai tantangan sesuai dengan perkembangan kondisi saat ini.
Di harapkan kedepannya penyuluh tidak berorientasi hanya sebagai petugas pemerintah yang menyampaikan kebijakan pemerintah tetapi penyuluh lebih berbicara masalah agribisnis dan dapat menjadi konsultan khususnya di bidang pertanian, oleh sebab itu jika ingin mengarahkan penyuluh sebagai konsultan, maka tentu harus di awali dengan perubahan paradigma berfikir para penyuluh tidak harus menjadi pegawai negeri pertanian.
Jika kita berfikir penyuluh sebagai konsultan tentu kita harus membangun pertanian yang berbasiskan kawasan agar orientasi ekspor yang dicanangkan oleh pemerintah mampu untuk dilaksanakan. Terkait hal tersebut maka diperlukan langkah-langkah agar ke depan penyuluh dapat menjadi konsultan agribisnis. Pertama, melalui pendekatan bidang pendidikan tinggi pertanian. Saat ini Pendidikan tinggi pertanian yang dimiliki Kementerian Pertanian sedang bertransformasi dari sekolah tinggi ke politeknik yang mengarahkan bahwa kedepan kita akan melahirkan mahasiswa-mahasiswa yang bisa berfikir menjadi seorang enterpreneur. Oleh sebab itu kurikulum dirancang sedemikian rupa agar para alumni mempunyai bekal tentang ilmu penyuluhan dan berjiwa kewirausahawan. Kedua, kegiatan pelatihan dapat difokuskan kepada pelatihan-pelatihan yang terkait membangun jiwa-jiwa manager di bidang pertanian, terutama kepada siswa yang sudah mulai belajar bisnis didorong menjadi pelaku bisnis atau petani-petani maju yang punya usaha untuk mengikuti pelatihan mengenai bisnis oriented. Ketiga penyuluhan saat ini harus merubah diri dari metode dan teknik penyuluhan konvensional menuju penyuluhan go extension (online), dimana Balai Penyuluhan Pertanian dan Penyuluhnya menjadi pusat kendali informasi dan inovasi. (kristine Ovaldha)

Tanggal Artikel : 24-05-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Bppsdmp Kementan Dorong Penyuluh Tingkatkan Produksi Di Kabupaten Sanggau Dengan “turiman Jagole Super”
  2. Optimalisasi Pemanfaatan Alsintan (opa) Traktor Roda 4 Untuk Lahan Kering
  3. Mentan Ajak Mahasiswa Dukung Pengembangan Teknologi Informasi Pertanian
  4. Kepala Pusluhtan Dorong Pns Calon Penyuluh Laporkan Kinerja Secara Online