Gerbang Nasional

Dorong Pengembangan Ekonomi Daerah Berbasis Kawasan melalui Revitalisasi Koperasi

Sumber Gambar: doc.pusluh

Pembangunan koperasi mengalami kemajuan yang cukup mengembirakan jika diukur dengan jumlah koperasi, jumlah anggota, aktiva dan volume usaha. Pada masa sekarang secara umum koperasi mengalami perkembangan usaha dan kelembagaan yang mengairahkan. Koperasi telah memberi bukti bahwa perekonomian masyarakat dapat digerakkan melalui sistem yang humanis dan berorientasi kebutuhan anggotanya. Hal ini karena koperasi merupakan organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial, sehingga pengelolaannya terkadang masih bersifat kekeluargaan. Kondisi ini menjadi salah satu kekuatan sekaligus kelemahan yang perlu didorong agar koperasi menjadi roda penggerak perekonomian di masyarakat khususnya perdesaan.


Dalam perjalanannya koperasi mengalami pasang surut, seringkali koperasi menjadi salah satu organisasi ekonomi yang kerap memperoleh citra kurang baik di masyarakat. Aspek manajerial dan sumberdaya yang kurang memadai seringkali koperasi disalahgunakan untuk kepentingan-kepentingan tertentu yang berdampak kurang baik terhadap anggotanya. Sejarah mencatat beberapa program yang terkait dengan pelibatan koperasi didalamnya memberi dampak positif terhadap masyarakat, namun terdapat juga beberapa yang memberikan kesan negatif ketika program tersebut selesai. Hal ini perlu menjadi renungan bersama untuk mengubah wajah koperasi agar masyarakat perdesaan kembali mempercayai koperasi sebagai organisasi ekonomi yang mampu di kelola secara profesional dan memberi keuntungan bagi anggotanya. Koperasi merupakan salah satu bentuk dari korporasi yang sudah dikenal masyarakat.

Salah satu pilot project pengembangan kawasan pertanian berbasis korporasi petani untuk komoditas jagung di Provinsi Banten adalah kabupaten Lebak. Di desa Bulakan, Gunung Kandeng, Kramatjaya, Tanjungsari Indah Kecamatan Gunung Kencana, hamparan seluas 1.000 Ha dijadikan pilot project pengembangan kawasan jagung berbasis korporasi petani. Pengembangan lahan jagung dalam skala luas tersebut menjadi sebuah percontohan pembentukan korporasi kelembagaan petani di Kabupaten Lebak merupakan upaya pemerintah untuk mendorong tumbuhnya korporasi kelembagaan petani untuk meningkatkan posisi tawar.

Di lahan yang merupakan milik Perhutani tersebut, terdapat di 4 desa yang saling berdekatan yaitu Desa Gunung Kendeng, Desa Bulakan, Desa Tanjungsari dan Desa Kramat Jaya. Ketua LMDH Bulakan, H. Wawan mengatakan bahwa dengan adanya bantuan dari pemerintah dan kerjasama dengan industri pakan serta perbankan, pilot project penanaman perdana jagung berbasis korporasi akan mampu berproduksi 8ton/ha. “Selama ini produksi jagung hanya 3ton/ha karena pascapanennya masih dilakukan secara manual, hulu sampai hilirnya masih dilakukan secara swadaya” tambahnya.

Melalui pilot project korporasi jagung di Gunung Kencana Kabupaten Lebak, Kementerian Pertanian dalam hal ini Pusat Penyuluhan Pertanian BPPSDMP, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan bekerjasama dengan Dinas Pertanian Provinsi Banten dan Dinas Pertanian Perkebunan Kabupaten Lebak melakukan revitalisasi koperasi yang ada di lokasi pilot project untuk diarahkan kembali menjadi lebih baik dari sisi struktur organisasi dan tujuan bisnis koperasi tersebut.

Upaya yang dilakukan dalam rangka revitalisasi koperasi tersebut melalui pendampingan kepada perwakilian pengurus Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), Poktan dan Gapoktan yang telah tergabung dalam kepengurusan dan keanggotaan koperasi yang telah ada di lokasi tersebut. Pendampingan tersebut mulai dari menetapkan bahwa anggaran dasar dan rumah tangga koperasi, mengubah struktur organisasi agar menjadi lebih efektif, mempertegas orientasi dan tujuan koperasi hingga memperbaharui bentuk koperasi sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

Harapan dengan adanya revitalisasi koperasi ini dapat menjadi contoh pergerakan koperasi di daerah lainnya atau mendorong gabungan kelompok tani membentuk koperasi sehingga orientasi usaha tani dapat beralih dari usaha tani subsisten menjadi usahatani agribisnis dengan skala ekonomi berbasis kawasan. Potensi lain dari adanya koperasi di perdesaan yang dikelola oleh petani adalah mendorong dan mempercepat penggunaan mekanisasi dalam usaha pertanian sekaligus menjadi unit bisnis kosperasi yang dapat menguntungkan kedua belah pihak yaitu anggota dan koperasi tersebut. (Nurlaily).

 

 

Tanggal Artikel : 22-05-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Penyuluhan Di Era Milenia
  2. Bppsdmp Kementan Dorong Penyuluh Tingkatkan Produksi Di Kabupaten Sanggau Dengan “turiman Jagole Super”
  3. Optimalisasi Pemanfaatan Alsintan (opa) Traktor Roda 4 Untuk Lahan Kering
  4. Mentan Ajak Mahasiswa Dukung Pengembangan Teknologi Informasi Pertanian