Gerbang Nasional

BPP, Pusat Edukasi Petani dan Generasi Muda

Sumber Gambar: doc.pusluh

Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, BPPSDMP Siti Munifah melakukan kunjungan ke Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sayegan, Kabupaten Sleman, DIY untuk melihat uji petik hasil dempot penyuluh. Siti Munifah menjelaskan “Demplot di BPP Sayegan menggunakan sistem multipel cropping atau sistem penanaman ganda dimana petani dapat menanam lebih dari satu jenis tanaman dalam sebidang tanah bersamaan atau digilir. Tanaman yang ditanam adalah padi gogo dengan menggunakan pola tanam jajar legowo dan jagung manis dimana ketika jagung manis panen padi gogonya masuk pada masa generatif panen. Selain itu lahan pematang pun dimanfaatkan oleh penyuluh untuk menanam refugia selain untuk memperindah dapat juga digunakan untuk mengatasi hama tanaman".
Sementara itu Kepala Dinas Kabupaten Sleman, Heru Saptono, yang turut mendampingi kunjungan tersebut menyatakan BPP Sayegan telah mendapatkan Penghargaan Adi Bhakti Tani Nasional yang diserahkan langsung oleh Menteri Pertanian. "Keberhasilan ini akan direplikasikan di BPP lain di D.I. Yogyakarta," tambahnya. Heru menyatakan setuju dengan adanya sistem multipel cropping, dimana sistem ini dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dalam rangka pelaksanaan program diversifikasi pertanian yang diarahkan untuk dapat meningkatkan optimalisasi pemanfaatan sumberdaya dengan tetap memperhatikan kelestariannya. Diharapkan melalui sistem ini pendapatan petani dapat meningkat dengan cepat hingga kesejahteraannya terangkat. Selain penanaman padi dengan jagung manis, di Kabupaten Sleman juga dilakukan mina padi yang dapat meningkatkan pendapatan hingga 300% dibandingkan sistem monokultur. Keuntungan lain dari mina padi adalah tanaman padi tidak terkena bahan kimia sehingga beras yang dihasilkan lebih sehat walaupun belum menjadi beras organik. Mina padi juga dapat mereduksi biaya produksi dan hasilnya meningkat 3 kali lipat dimana selain mendapatkan hasil panen padi juga dapat memanen ikan.
Siti Munifah mengapresiasi langkah-langkah yang telah ditempuh Kabupaten Sleman menjadikan BPP sebagai pusat edukasi baik untuk petani maupun mahasiswa dan siswa dimana setiap BPP memiliki komoditas yang berbeda-beda sesuai dengan agroklimatnya masing-masing. Penyuluh diharapkan dapat bekerjasama dengan kelompok tani dan menggandeng sekolah baik tinggat dasar, menengah dan atas. Hal ini dilakukan untuk menumbuhkan minat generasi muda terhadap dunia pertanian. (Nurlaily)

Tanggal Artikel : 18-04-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Penyuluh Pertanian Gunakan Berbagai Media Untuk Menyampaikan Informasi Dan Materi Penyuluhan
  2. Guna Mencapai Target Produksi, Kementan Buat Pilot Project Pengembangan Kawasan Pertanian Berbasis Korporasi
  3. Kabupaten Humbang Hasundutan Memperkuat Kelembagaan Dan Ketenagaan Penyuluhan Pertanian
  4. Ekpp Tingkatkan Profesionalisme Penyuluh Pertanian