Gerbang Nasional

BPP Siasati Minimnya Biaya Operasional Melalui Penjualan Hasil Pertanian

Sumber Gambar: Dokumentasi IM

Minimnya biaya operasional untuk pembelian ATK, pembayaran listrik, perawatan bangunan dan kebutuhan kantor lainnya bukanlah halangan bagi BPP Guguak di Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat untuk melakukan berbagai aktivitas dalam melayani masyarakat pertanian. Para penyuluh di BPP Guguak memanfaatkan halaman dan lahan percontohan BPP untuk melakukan demplot berbagai tanaman, seperti jagung, bawang, pepaya dan tanaman lainnya. Hasil produksi tanaman yang lebih bagus dibandingkan tanaman yang ditanam para petani di sekitarnya menjadi daya tarik tersendiri yang membuat hasilnya banyak diminati dan dibeli masyarakat sekitar. Hasil penjualan produk pertanian digunakan untuk membeli kembali sarana produksi dan sisanya disisihkan untuk membiayai operasional BPP.
Hal ini diungkapkan Rodiah Syukrianti, SP, Koordinator BPP Guguak saat menerima kunjungan Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Dr. Ir. Siti Munifah, M.Sc yang didampingi Kepala Sub Bidang Informasi dan Materi Penyuluhan, Ir. Erwin Zulkarnaen, pada hari Kamis, 22 Maret 2018. Rodiah bersama para penyuluh di BPP Guguak dengan antusias juga mengajak Kapusluhtan untuk melihat tanaman demplot di lahan BPP.
Dalam kesempatan itu, Kapusluhtan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota yang masih mempertahankan BPP Guguak sebagai kelembagaan penyuluhan di kecamatan. "BPP harus bisa menjadi pusat koordinasi dan sinkronisasi berbagai program pembangunan pertanian di tingkat kecamatan. Selain itu BPP juga harus menjalin sinergitas dengan kelembagaan pelaku utama lainnya," ujar Munifah.
Kapusluhtan juga menekankan pentingnya pendampingan para penyuluh dalam membina kelompoktani agar meningkat kapasitasnya. "Peningkatan kapasitas kelompoktani merupakan salah satu indikator untuk mengukur kinerja penyuluh. Melalui peningkatan kapasitas petani dan kelompoktani, diharapkan akan tumbuh cikal bakal kelembagaan ekonomi petani atau Badan Usaha Milik Petani," lanjut Munifah (Erwin Z)

Tanggal Artikel : 27-03-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Penyuluh Manfaatkan Kemajuan Teknologi Informasi Dalam Kegiatan Penyuluhan
  2. Bpp, Pusat Edukasi Petani Dan Generasi Muda
  3. Kerjasama Indonesia - Fao
  4. Peresmian Pusat Informasi Agribisnis (pia) Deptan Untuk Mendorong Investasi Di Bidang Pertanian