Gerbang Nasional

Tomat Hitam, Varietas Baru Yang Kaya Akan Manfaat

Sumber Gambar: doc. pusluh

Berfikir kreatif, senantiasa mencari peluang untuk mengembangkan usaha di bidang pertanian serta tanggap akan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi harus dilakukan oleh petani di Indonesia, seperti yang dilakukan beberapa orang petani hortikultura yang tergabung dalam Kelompoktani Macakal, Kampung Cijerokaso, Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Berawal dari melihat cara budidaya tomat hitam melalui internet, mereka mulai mengembangkan budi daya tomat hitam atau tomat Indigo Rose. Selain cara budidaya, merekapun mempelajari khasiat tomat hitam, membeli bibit dan bahkan melakukan pemasaran tomat hitam pun dilakukan dengan memanfaatkan internet, yakni lewat media sosial.
Masih jarangnya tomat hitam di pasaran dalam negeri dijadikan peluang oleh Ade (petani dari Poktan Macakal). Pada awalnya, dengan memanfaatkan lahan seluas 170 m2, ia mencoba membudidayakan tomat hitam dengan populasi 200 pohon. Namun peluang menjanjikan ini bukan tanpa kendala, masih jarangnya toko tani/toko online yang menjual bibit tomat hitam dan pasar yang masih terbatas di pasar online menyebabkan keberlangsungan budidaya tomat hitam ini sedikit terhambat.
Tomat hitam yang dalam bahasa latin bernama solanum lycopersicum merupakan persilangan antara tomat merah dan tomat ungu.Tomat hitam kaya zat antosianin, yakni bahan pada buah dan sayur yang dapat menangkal penyakit diabetes, kanker, bahkan obesitas. Belum banyaknya masyarakat yang tahu akan khasiat dan manfaat tomat hitam bagi kesehatan menyebabkan belum banyaknya permintaan akan tomat ini di pasaran.
Dadan, anggota Poktan Macakal lainnya menceritakan penanaman tomat hitam itu dimulai sekitar satu semester terakhir ini. Harga jual tomat yang tinggi membuat para petani hortikultura di Kecamatan Lembang berbondong-bondong menanam tomat hitam. Namun, dengan semakin banyaknya petani yang menanam tomat tersebut membuat kelebihan produksi dan berdampak pada harga jual yang menurun. Harga tomat sempat turun di angka Rp. 8.000,- per kilogram, padahal saat panen pertama harga tomat tersebut mencapai Rp. 80.000,- per kilogram. Tidak hanya itu kendala yang dihadapinya. Dadan yang pada awalnya menanam ratusan pohon namun karena sulitnya bibit kini ia hanya tinggal memiliki 50 pohon tomat hitam. Menurutnya, 50 pohon tersebut dibudidayakan di dalam green house miliknya. Tiap panen, pohon-pohon tersebut menghasilkan 20-30 kilogram tomat hitam.
Menurut Ferry, salah seorang Penyuluh Pertanian dari Kecamatan Lembang, sejauh ini belum banyak petani di Cibodas yang membudidayakan tomat hitam. Masih terbatasnya informasi kebutuhan pasar dan sulitnya bibit menyebabkan petani belum mau terus menerus mengembangkan budidaya tomat hitam ini. Meski begitu, dia tetap memotivasi dan mendampingi petani untuk mengembangakan tomat hitam ini, karena memiliki khasiat yang baik dan prospek yang bagus. Ia mengatakan saat ini petani sudah tanggap akan kemajuan teknologi dan informasi, dengan adanya kemauan untuk mencari informasi melalui internet mendorong petani untuk mencoba budidaya pertanian yang baru. (Nurlaily)

Tanggal Artikel : 20-03-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Dukungan Bppsdmp Dalam Penas Xvi Tahun 2020 Sebagai Wujud Kepedulian Pemerintah Terhadap Petani
  2. Bpp Siasati Minimnya Biaya Operasional Melalui Penjualan Hasil Pertanian
  3. Penyuluh Manfaatkan Kemajuan Teknologi Informasi Dalam Kegiatan Penyuluhan
  4. Bpp, Pusat Edukasi Petani Dan Generasi Muda