Gerbang Nasional

“Frimong” si Jingga Manis yang Berbuah Sepanjang Tahun

Sumber Gambar: doc. pusluh

Memiliki tampilan yang menarik, berwarna kuning jingga merata dengan rasa manis merupakan keunggulan dari jeruk Frimong, yang menjadikannya primadona petani dan mampu untuk bersaing dengan jeruk import dari China dan Thailand. Jeruk Frimong sanggup bersaing dengan jeruk impor karena kulit buahnya jingga merata dengan rasa manis asam. Karakter Frimong juga unik, jeruk ini mampu berbuah pada umur 1,8 tahun setelah masa tanam dan bisa panen sepanjang tahun karena jeruk ini bukan buah musiman. Tekstur buahnya sangat halus dan kulit buahnya sangat tipis sehingga lebih mudah untuk di kupas.
Untuk budidayanya, jeruk ini mampu berproduksi maksimal bila ditanam di atas ketinggian 1.000 m dpl. Hal itu terlihat di beberapa sentra penanaman jeruk Frimong di Provinsi Jawa Barat yakni di Lembang dan Garut. Untuk wilayah Lembang ada 22 kelompok tani yang tersebar di 7 Desa yang membudidayakan jeruk frimong yakni Desa Wangunharja, Cikole, Cikidang, Suntenjaya, Cibodas, Pagerwangi, Mekarwangi dan Langensari. Poktan Giri Mukti Desa Wangunharja yang diketuai Nono Suhana berhasil melakukan pola tumpang sari antara tanaman kopi dengan jeruk frimong.
Panen jeruk Frimong sendiri dapat dilakukan dengan melakukan penjarangan dan pemangkasan. Setelah tanaman Frimong berumur 3 tahun dan mengeluarkan pentil buah, lakukan penjarangan dengan membuang mayoritas pentil buah serta menyisakan seperempatnya. Lakukan setiap 1,2-2 bulan. Batasi pada setiap ranting hanya terdapat 4-5 pentil buah agar buah saat dipetik dapat memenuhi standar kualitas A (bobot 150—170 gram/buah), kualitas B berukuran 100-140 gram dan 100 gram/buah untuk kualitas C.
Yang menyebabkan Frimong dapat dipanen sepanjang tahun karena pada satu pohon akan terdapat 4 kondisi buah, yakni buah siap panen, buah menjelang matang, buah muda, serta munculnya pentil buah baru. Seluruhnya berlangsung berkesinambungan dengan jarak antarkondisi itu sekitar 1-1,5 bulan. Produktivitas pohon berumur 3-4 tahun rata-rata mencapai 18-20 kg/tanaman dan volume produksi itu akan meningkat seiring bertambahnya umur tanaman. Agar produksi dan mutu buah terjaga optimal, perlu dilakukan pemupukan rutin menggunakan 40 kg/tanaman pupuk kandang pada awal tanam plus 5 kg/tanaman selepas umur 6 bulan. Kombinasikan memakai pupuk NPK setiap 3 bulan serta melakukan pengaturan air karena tanaman yang berbuah sepanjang tahun harus terjamin kebutuhan airnya. Di Lembang, jeruk Frimong ditanam tumpang sari dengan sayuran maupun tanaman kopi.
Bagi yang tidak memiliki lahan dengan ukuran luas, Frimong dapat ditanam menggunakan tabulampot, selain buahnya yang cantik juga sifatnya yang genjah. Keunggulan jeruk ini dapat menghiasi pekarangan atau halaman rumah kita. Buah jenis ini termasuk sangat genjah dan berbuah tidak mengenal musim. Jeruk Frimong akan berproduksi dan menghasilkan buah yang maksimal jika ditanam di daerah yang dingin, namun tetap bisa berbuah juga jika dikebunkan di dataran rendah.
Jeruk Frimong bukanlah buah biasa, tidak hanya memiliki vitamin C saja, tapi juga banyak vitamin lainnya. Selain vitamin, buah ini juga mengandung banyak senyawa lainnya yang diperlukan oleh tubuh. Beberapa manfaat jeruk bagi kesehatan tubuh adalah :
1. Mencegah stroke
2. Mengatasi darah tinggi
3. Mencegah kanker
4. Mencegah penyakit jantung
5. Menjaga kulit
6. Meningkatkan imun tubuh
7. Meningkatkan kinerja otak, mata, tulang, ginjal
8. Melancarkan pencernaan
9. Membuat tubuh bugar

Melihat potensi wilayah dan jumlah produksi frimong maka dapat dipastikan frimong dapat mencukupi stok buah lokal untuk konsumsi nasional bahkan untuk memenuhi permintaan pasar ekspor. (Nurlaily)

 

Tanggal Artikel : 13-03-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Tomat Hitam, Varietas Baru Yang Kaya Akan Manfaat
  2. Dukungan Bppsdmp Dalam Penas Xvi Tahun 2020 Sebagai Wujud Kepedulian Pemerintah Terhadap Petani
  3. Bpp Siasati Minimnya Biaya Operasional Melalui Penjualan Hasil Pertanian
  4. Penyuluh Manfaatkan Kemajuan Teknologi Informasi Dalam Kegiatan Penyuluhan