Gerbang Nasional

Kementan Tingkatkan Kapasitas Pengelola Gapoktan

Sumber Gambar:

Untuk menjamin ketersediaan pangan secara kontinyu dan menghadapi era perdagangan bebas khususnya masyarakat ekonomi ASEAN (MEA), Pemerintah melalui Kementerian Pertanian berupaya menumbuhkan dan mengembangkan kelembagaan ekonomi petani (KEP). Kegiatan penumbuhan dan pengembangan KEP merupakan salah satu terobosan dalam rangka mengembangkan kelembagaan petani.
Pendekatan penyuluhan untuk mencapai sasaran tersebut dilakukan melalui peningkatan kapasitas kelembagaan petani dan KEP sebagai pelaku utama pembangunan pertanian yang difokuskan melalui pengawalan dan pendampingan penyuluh. Peningkatan kapasitas kelembagaan petani bertujuan untuk meningkatkan skala ekonomi, efisiensi usaha dan posisi tawar petani. Hal ini diarahkan melalui peningkatan kelembagaan petani menjadi KEP dengan memberi peluang bagi gabungan kelompoktani yang telah merintis kegiatan usaha produktif.
Saat ini, jumlah poktan di Indonesia sebanyak 576.897 poktan (data Simluhtan per 28 Februari 2018), sedangkan jumlah KEP dalam bentuk koperasi dan PT hanya sekitar 13.463 (2,3 %) dibandingkan jumlah poktan yang ada. Dengan ditumbuhkannya KEP diharapkan petani dapat dengan mudah menjangkau sistem pembiayaan perbankan, karena usaha pertanian sudah dikelola layaknya korporasi profesional dengan menerapkan manajemen dan mekanisasi pertanian, mulai dari produksi, pengelolaan pasca panen, sampai distribusi dan pemasaran (hulu-hilir).
Mengatasi kondisi tersebut, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) c.q Pusat Penyuluhan Pertanian melaksanakan Bimbingan Teknis Penumbuhan dan Pengembangan kelembagaan Ekonomi Petani Bagi Pengelola Gapoktan pada tanggal 7-9 Maret 2018 di SHEO Hotel Resot Bandung, Jawa Barat. Kepala Badan PPSDMP, Dr. Ir. Momon Rusmono, MS pada sambutan pembukaan Bimtek tersebut mengatakan “Militansi penyuluhan pertanian adalah kesejahteraan petani, kunci keberhasilan kedaulatan pangan adalah kesejahteraan petani maka kedaulatan pangan akan dikatakan berhasil bila kegiatan penyuluhan berhasil membuat petani mencapai kesejahteraanya”. Penyuluh harus mampu memotivasi petani untuk bertani dengan lebih baik (better farming) sehingga dapat menguntungkan (better business), keuntungan tersebut pastinya akan meningkatkan penghasilan (better income) dan pada akhirnya dapat mencapai kehidupan yang lebih baik (better living), petani sejahtera.
"Setiap tahun diharapkan ada peningkatan jumlah kelembagaan ekonomi petani (KEP). Dengan meningkatnya kemampuan KEP dapat menjadikan skala usaha lebih menguntungkan, lebih efisien dan mempunyai posisi tawar yang kuat, serta meningkatnya jaringan kemitraan agribisnis dengan pelaku usaha lainnya dalam memanfaatkan peluang usaha dan memenuhi permintaan pasar yang lebih luas. Penguatan KEP membutuhkan pendampingan dan sinergi dari berbagai pihak, seperti sinergi dengan program desa, fasilitasi permodalan dari perbankan, kemitraan usaha dan lainnya. KEP diharapkan dapat menjadi titik temu yang dapat menghubungkan pelaku usaha dalam menetapkan harga, dukungan sarana produksi, dan pengembangan usaha", tambah Kabadan.
Kegiatan yang berlangsung selama 3 (tiga) hari ini diikuti oleh 75 orang pengelola gapoktan dari beberapa provinsi di Indonesia. Peserta dibekali dengan pengetahuan tentang sistem pertanian terpadu, penilaian kelas kemampuan kelompok tani, pembentukan dan pengelolaan badan usaha milik petani oleh Kemenkumham, peningkatan kapasitas Kelembagaan Ekonomi Petani oleh Kementerian Koperasi dan UKM serta Inovasi teknologi pertanian oleh BPTP Jawa Barat.
Agar peserta bimtek dapat mengaplikasikan secara teknis, maka diadakan kunjungan lapangan ke Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang dimana peserta dibekali cara budidaya, khususnya budidaya hortikultura yang baik. Selain itu, dilaksanakan kunjungan ke Gapoktan Wargi Panggupai dimana Ketuanya “Ulus Pirnawan” telah mampu membawa harum nama Jawa Barat khususnya dan Indonesia pada umumnya dengan dinobatkanmenjadi petani terbaik oleh FAO pada Oktober 2017. Kunjungan ke Gapoktan Wargi Panggupai diharapkan dapat menjadi motivasi dan pembelajaran, seperti yang disampaikan oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan Penyuluhan, Dr. Ir. Zahron Helmy, MP, “Diharapkan bapak/ibu dapat belajar langsung dari petani, jadikan pengalaman sukses Pak Ulus sebagai motivasi yang dibawa dan diterapkan di kelompok masing-masing”.
Dalam kesempatan tersebut Ulus Pirnawan mengungkapkan pengalamannya dalam merintis usaha mulai dari nol, lalu ia mengajak rekan sesama petani untuk membentuk kelompok dan gabungan kelompok tani. Dari Petani, Oleh Petani dan Untuk Petani, merupakan semboyan yang selalu ia terapkan pada usahanya.
Diharapkan setelah bimbingan teknis ini kemampuan pengelola gapoktan dapat meningkat sehingga mampu menjadikan skala usahanya lebih menguntungkan, lebih efisien dan mempunyai posisi tawar yang kuat serta meningkatkan jejaring kemitraan agribisnis dengan pelaku usaha lainnya dalam memanfaatkan peluang usaha dan memenuhi permintaan pasar yang lebih luas. (Nurlaily)

Tanggal Artikel : 12-03-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. “frimong” Si Jingga Manis Yang Berbuah Sepanjang Tahun
  2. Tomat Hitam, Varietas Baru Yang Kaya Akan Manfaat
  3. Dukungan Bppsdmp Dalam Penas Xvi Tahun 2020 Sebagai Wujud Kepedulian Pemerintah Terhadap Petani
  4. Bpp Siasati Minimnya Biaya Operasional Melalui Penjualan Hasil Pertanian