Gerbang Nasional

JARKOMLUHDES: Sarana Pendukung Program Pembangunan Pertanian Desa

Sumber Gambar: Dokumentasi IM

Dalam rangka pemberdayaan masyarakat perdesaan di wilayah Jawa Barat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mengembangkan dan meningkatkan kapasitas Pos Penyuluhan Desa (Posluhdes) dengan melengkapi Jaringan Komunikasi Pos Penyuluhan Desa (Jarkomluhdes).
Pengembangan Jarkomluhdes didasari oleh keinginan Pemprov Jabar agar penyebaran informasi dan teknologi dalam pembangunan pertanian mulai dari hulu sampai hilir bisa sepenuhnya diterima dengan cepat, mudah dan murah oleh para petani. Tujuannya untuk memperkuat sistem dan jaringan penyuluhan pertanian berbasis teknologi digital guna meningkatkan produktivitas dan nilai tambah komoditas pertanian. Adanya jaringan ini juga akan berdampak pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani serta
mendukung ketahanan pangan.
Jarkomluhdes dikembangkan dengan menggunakan sistem aplikasi berbasis website, dimanfaatkan sebagai wahana dalam pengembangan agribisnis pertanian dan untuk pengembangan data produksi/produktivitas secara terpadu dengan stake holder lainnya di desa. Selain itu, aplikasi video teleconference Jamkorluhdes bisa dimanfaatkan sebagai sosialisasi program pembangunan, perencanaan program desa, komunikasi dan diskusi antar desa, serta evaluasi program dan kebijakan di desa.
Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) meresmikan penggunaan Jarkomluhdes di Aula Barat Gedung Sate Bandung, Rabu (14/01/2018). Saat ini Jarkomluhdes baru menjangkaui 375 desa di 15 kabupaten. Targetnya, seluruh desa di Jabar yang berjumlah 5.962 desa akan terhubung dengan Jarkomluhdes dan untuk tahun 2018 ini rencana penambahan jaringan akan dilakukan di 1.000 desa.
"Sekarang baru di 375 desa, ke depan tentu PR kita harus semua desa karena saya yakin di tiap desa ada anak yang sekolah dan pasti bisa mengoperasikan IT," ujar Aher.
Jamkorluhdes merupakan layanan sarana prasarana Posluhdes berbasis Teknologi Informasi Komunikasi yang diarahkan pengembangannya untuk menyebarkan inovasi dan inovasi baru, terkait inovasi baru, teknis budidaya, dan informasi pasar. Dengan begitu, kini 375 Posluhdes terkoneksi melalui jaringan internet sehingga para petani akan mudah mengetahui informasi tentang harga komoditas, potensi desa, rencana produksi, luas panen, hingga memudahkan memasarkan produk pertanian.
"Tentu ini urusan internetisasi desa-desa kita, urusan memasarkan produk-produk pertanian di desa kita mutlak harus pakai internet," ujar Aher usai peresmian.
"Selain untuk mendorong produksi juga untuk pemasaran. Ini perangkat IT yang dibangun di kelompok pertanian atau Gapoktan di desa-desa untuk alat komunikasi seperti konsultasi ke dinas, ke penyuluh dan informasi harga barang pendukung pertanian, disaat yang sama juga bisa menjadi sarana pemasaran dan sharing pendapat," lanjut Aher.
Usai meresmikan, Aher didampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jabar, Hendy Jatnika, mencoba aplikasi video teleconference pada Jarkomluhdes ini dan berdiskusi bersama beberapa posluhdes dari 375 posluhdes yang terhubung secara bersamaan.

Dengan adanya pengembangan Jarkomluhdes, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Kementerian Pertanian mendukung upaya tersebut dengan harapan dapat dikembangkan di Posluhdes lainnya di Provinsi Jawa Barat serta menjadi percontohan dan dapat diterapkan di Provinsi lainnya, sehingga kesejahteraan masyarakat pertanian dapat meningkat.
Sukses Jarkomluhdes, sukses pelayanan kepada masyarakat petani. (Purwanto)

Tanggal Artikel : 15-02-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Februari, Bulan Berkah Bagi Petani Mawar Lembang
  2. Media Sosial, Sahabat Penyuluh Pertanian
  3. Penyuluh Pertanian, Garda Terdepan Upsus Pajale
  4. Kementan Tingkatkan Kapasitas Pengelola Gapoktan