Gerbang Nasional

Ujipetik Pedoman Penilaian Kelas Kemampuan Kelompoktani

Sumber Gambar: dokumen pribadi

Strategi pemberdayaan petani dalam kegiatan penyuluhan pertanian dilakukan melalui pendekatan kelompok tani dengan jumlah anggota 20-30 orang petani. Kelompok tani yang telah tumbuh dibina melalui pengawalan dan pendampingan oleh penyuluh pertanian agar meningkat kemampuan para anggotanya dalam mengembangkan agribisnis yang berorientasi pasar dan kelestarian lingkungan. Selain itu pengembangan kelompok tani diarahkan agar mampu menjalankan fungsinya sebagai kelas belajar, wahana kerjasama dan unit produksi. Untuk mengetahui perkembangan kemajuan kelompoktani dalam melaksanakan fungsinya, dilakukan penilaian kelas kemampuan kelompoktani berdasarkan klasifikasinya (pemula, lanjut, madya atau utama).
Seiring dengan perkembangan lingkungan strategis dan kondisi di lapangan, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian cq. Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan) telah melakukan langkah-langkah untuk menyusun ulang (revisi) Petunjuk Pelaksanaan Penilaian Kemampuan Kelompoktani tahun 2011 menjadi “Pedoman Penilaian Kelas Kemampuan Kelompok Tani”.
Salah satu tahapan dalam perbaikan pedoman ini, dilakukan uji petik penerapan pedoman di Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Lampung pada tanggal 23 s.d. 25 Januari 2018. Uji petik di Provinsi Jawa Barat dilakukan di BPP Ciawi, Kabupaten Bogor dengan melibatkan 10 kelompoktani (kelas pemula 2 poktan, kelas lanjut 4 poktan, kelas madya 3 poktan dan kelas utama 1 poktan) dan di BPBTPH Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur dengan melibatkan 7 kelompoktani (kelas pemula 1 poktan, kelas lanjut 2 poktan, kelas madya 2 poktan dan kelas utama 2 poktan), serta para penyuluh pertanian yang bertugas di masing-masing kecamatan tersebut.
Menurut Koordinator Penyuluh Pertanian Kabupaten Cianjur, Asep Kardiman, instrumen penilaian kelas kelompoktani yang sekarang sedang diujipetikkan lebih mudah digunakan dengan aspek-aspek penilaian yang cukup jelas. Asep berharap, setelah pedoman ini resmi diterbitkan, dilakukan sosialisasi kepada para penyuluh pertanian, khususnya CPNS Penyuluh Pertanian dan THL-TBPP, agar lebih memahami substansi yang termuat dalam pedoman, sehingga para penyuluh lebih mengenal kondisi kelompok berdasarkan klasifikasinya.
Sementara itu Basuki Setiabudi selaku perwakilan tim dari Pusluhtan berharap pelaksanaan uji petik pedoman dengan melibatkan para penyuluh pertanian dan pengurus kelompoktani, bisa memberi gambaran penerapan instrumen di lapangan. "Hasil uji petik ini akan digunakan sebagai bahan masukan dalam perbaikan pedoman, sehingga bisa dihasilkan pedoman yang lebih mudah dipahami dan digunakan oleh penyuluh pertanian dalam melakukan penilaian kelas kelompoktani di masing-masing wilayah binaannya", lanjutnya. (Hari Sumaryanto)

Tanggal Artikel : 31-01-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Uji Petik Pedoman Rencana Aksi Penerapan Sistem Pertanian Terpadu (spt)
  2. Temu Tugas Penyuluh Pertanian Tri Wulan I Kabupaten Sikka
  3. Penguatan Kelembagaan Dan Ketenagaan Penyuluhan Pertanian Mendukung Swasembada Dan Swasembada Berlanjutan
  4. Pesona “si Kuning” Dari Grobogan