Gerbang Nasional

Mentan Luncurkan Program Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) Untuk Meningkkatkan Kesejahteraan Petani

Sumber Gambar: doc.pusluh

Untuk mendukung peningkatan produksi beras pada tahun 2018, Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan terobosan baru dengan ekstensifikasi penanaman padi melalui program Perluasan Areal Tanam Baru (PATB). Hal ini dilakukan karena kondisi eksisting lahan sawah seluas 8 juta ha sudah sangat sulit untuk dilakukan perluasan. Lahan PATB yang akan dikembangkan pada tahun 2018 adalah: Perluasan di areal lahan kering seluas 3 juta ha yang terdiri dari : Lahan perkebunan muda yang belum menghasilkan TBM (potensi lahan 2,4 juta ha), lahan kering dataran tinggi (potensi lahan 2,07 juta ha), lahan kering masam (potensi lahan 5,0 juta ha). Kemudian akan juga dilakukan perluasan areal lahan rawa seluas 1 juta ha yang terdiri dari rawa lebak (potensi lahan 3 juta ha) dan pasang surut (potensi lahan 5 juta ha).

Demikian rilis Kementerian Pertanian pada acara bertajuk Sinergi Membangun Bangsa Menuju Swasembada pada hari Rabu, 20 Desember 2017 di Subang. Acara yang dihadiri oleh Menteri Pertanian, Ketua Umum KTNA Nasional, Bupati Subang dan sekitar 1.500 orang petani dan penyuluh berlangsung di kawasan Balai Besar Penelitian Padi, Subang. Dikatakan oleh Menteri Amran Sulaiman bahwa ketersediaan varietas unggul dan teknologi sistim budidaya di lahan kering dan lahan rawa, dapat meningkatkan produktivitas sekaligus pendapatan petani. Khususnya didaerah lahan kering dan rawa yang selama ini dianggap marginal dan tidak tersentuh oleh pemerintah. “Dengan meningkatnya poduktivitas dan meningkatkan taraf hidup serta kesejahteraan petani diharapkan Indonesia dapat berdaulat dalam penyediaan pangan dan dapat menjadi lumbung pangan dunia pada tahun 2045” ungkap Mentan. Selain berdialog dengan peserta yang hadir, Mentan juga ikut langsung dalam panen raya di kawasan terswbut.
Pemilihan lahan kering dan lahan rawa untuk perluasan lahan padi dilakukan sebagai upaya pemerintah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dan mengentaskan kemiskinan khususnya untuk mengingkatkan kesejahteraan petani dimana kantong terbesarnya terutama berada di pedesaan. Lahan kering dan lahan rawa merupakan kawasan yang masih kurang tersentuh oleh program pemerintah sebelumnya. Masyarakat yang hidup di lahan kering dan rawa umumnya petani tradisional yang jauh dari akses ekonomi. Kehidupan masyarakat petani disana cukup berat karena lahan yang mereka olah memiliki karakteristik kesuburan yang rendah dengan berbagai kendala lingkungan yang menjadi faktor pembatas pertumbuhan tanaman padi seperti kemasaman, keracunan logam berat, kekeringan, kebanjiran, salinitas, serta serangan hama dan penyakit seperti penyakit blast, busuk pelepah, hama wereng, tikus dan sebagainya. Oleh karena itu hanya varietas-varietas padi tertentu yang dapat hidup adaptif pada kondisi lingkungan yang keras seperti di lahan kering dan rawa.
Untuk mendukung program tersebut maka diupayakan logistik benih dan varietas unggul baru yang adaptif pada kondisi lahan yang marginal. Beberapa varietas padi unggul terbaru yang adaptif pada kondisi agroekosistem di lahan PATB lahan kering dan lahan rawa, adalah sebagai berikut:
a. Varietas Inpago-12 Agritan sesuai untuk lahan kering masam dengan tingkat kemasaman >60 Aldd, dengan potensi hasil hingga 10.2 ton/ha.
b. Varietas Rindang-1 dan Rindang-2 yang toleran terhadap kondisi naungan 50-70% dikhususkan untuk pengembangan padi di lahan perkebunan muda yang belum menghasilkan.
c. Varietas Luhur-1 dan Luhur-2, untuk lahan dataran tinggi diatas 750 meter diatas permukaan laut.
d. Varietas Inpara 8 dan Inpara 9 yang tahan terhadap keracunan Fe dan rendaman dengan potensi hasil 7.4 ton/ha.
e. Varietas Tarabas di peruntukan menggantikan import beras padi jenis premium jenis Japonica yang permintaannya terus meningkat.
(Nurlaily)

Tanggal Artikel : 21-12-2017

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Ulus Pirnawan, Meraih Sukses Bersama Kelompok
  2. Tetap Panen Setiap Hari Di Tengah Maraknya Isu Impor
  3. Peningkatan Capaian Produksi Di Beberapa Sektor, Mentan Yakin Indonesia Tidak Akan Kekurangan Bahan Pangan
  4. Tingkatkan Peran Penyuluhan, Pendidikan Dan Pelatihan Dalam Pengawalan Target Swasembada Pangan