Gerbang Nasional

Kementan Fasilitasi Penguatan Kelembagaan Penyuluhan Pertanian dan Peningkatan Kapasitas Penyuluhan Pertanian

Sumber Gambar: doc.pusluh

 

Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) memfasilitasi pertemuan Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) dalam rangka Penguatan Kelembagaan Penyuluhan Pertanian dan Peningkatan Kapasitas Penyuluhan Pertanian di Hotel Santika Depok, mulai tanggal 1 s.d 3 Desember 2017. Dalam pertemuan tersebut hadir sekitar 70 orang perwakilan THL-TBPP dari seluruh Indonesia.
Menurut Kepala BPPSDMP, Dr. Ir. Momon Rusmono, MS dalam arahannya pada Jum’at Malam (1/12/2017), penyuluh pertanian baik PNS, THL-TBPP maupun penyuluh pertanian swadaya mempunyai peran yang sangat strategis dalam pelaksanaan tugas pendampingan kepada pelaku utama (kelompoktani, gabungan kelompoktani dan kelembagaan ekonomi petani) untuk pengembangan agribisnis di pedesaan.
Dilihat dari jumlah Penyuluh Pertanian yang ada saat ini yaitu Penyuluh PNS 25.464 orang, THL-TBPP 19.176 orang (diangkat sebagai CPNS 6.058 orang), Penyuluh Swasta 92 orang dan Penyuluh Swadaya 22.348 orang, serta dibandingkan dengan jumlah desa (71.479 desa), maka kita masih kekurangan tenaga Penyuluh Pertanian. Berdasarkan perhitungan kebutuhan penyuluh sampai dengan tahun 2019 sebanyak 104.863 orang dan baru tersedia 25.464 orang, sehingga masih kekurangan sampai dengan tahun 2019 sebanyak 79.399 orang.
“Untuk mengatasi kekurangan jumlah penyuluh yang ada, Pemerintah melalui Kementerian Pertanian berupaya untuk mengangkat THL-TBPP menjadi CPNS maupun PPPK. Selain itu, peningkatan peran petani sebagai penyuluh swadaya juga menjadi salah satu strategi dalam menanggulangi masalah kekurangan penyuluh”, ujar Kepala BPPSDMP.
Nawacita yang merupakan agenda prioritas Kabinet Kerja Tahun 2014 – 2019 mengarahkan pembangunan pertanian ke depan untuk mewujudkan kedaulatan pangan, agar Indonesia sebagai bangsa dapat mengatur dan memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya secara berdaulat. Kedaulatan pangan merupakan kemampuan bangsa dalam hal: (1) mencukupi kebutuhan pangan dari produksi dalam negeri; (2) mengatur kebijakan pangan secara mandiri; serta (3) melindungi dan menyejahterakan petani sebagai pelaku utama usaha pertanian pangan.
Dengan kata lain, kedaulatan pangan harus dimulai dari swasembada pangan yang secara bertahap diikuti dengan peningkatan nilai tambah usaha pertanian secara luas untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
Terkait dengan hal ini, menurut Kabadan dibutuhkan tenaga penyuluh yang handal dan profesional. “Agar penyuluh dapat melaksanakan tugasnya untuk mendampingi dan mengawal kegiatan, maka para penyuluh harus ditingkatkan kapasitasnya melalui berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan, baik melakui diklat teknis bagi maupun diklat profesi bagi penyuluh. Kami sudah meminta semua UPT lingkup BPPSDMP agar mengoptimalkan kegiatan untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalisme penyuluh”, ujar Kabadan lebih lanjut.
Sementara itu, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Dr. Ir. Siti Munifah, M.Si menyampaikan agar para penyuluh, termasuk THL-TBPP mampu menunjukkan kinerja yang optimal dalam mengawal pencapaian program pembangunan pertanian serta mempublikasikan keberhasilannya melalui berbagai media termasuk media sosial.
“Kita tunjukkan kepada masyarakat, terutama para petani, bahwa para penyuluh hadir di tengah-tengah mereka. Saudara harus bisa menunjukkan dan menginformasikan bahwa para penyuluh telah memberikan kontribusi yang optimal bagi pencapaian swasembada 4 (empat) komoditas pangan strategis, yaitu padi, jagung, bawang merah dan aneka cabai”, ujar Kapusluhtan.
Dalam pertemuan tersebut juga hadir sebagai narasumber Asisten Deputi Bidang Perencanaan dan Pengadaan ASN Kementerian PAN dan RB, Drs. Arizal, M.Si dan Direktur Pengadaan dan Kepangkatan, Badan Kepegawaian Negara, Aidu Tauhid, SE, M.Si selain narasumber lainnya dari Kementan.
(Nurlaily)

 

Tanggal Artikel : 03-12-2017

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Kedaulatan Pangan Di Tangan Penyuluh Pertanian
  2. Kerjasama Indonesia - Fao
  3. Peresmian Pusat Informasi Agribisnis (pia) Deptan Untuk Mendorong Investasi Di Bidang Pertanian
  4. Menteri Pertanian Menyerahkan Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa Tahun 2009 Kepada 9 Pemulia Tanaman Terbaik