Gerbang Nasional

Tingkatkan Produksi Sentra Bawang Putih Sembalun melalui Koorporasi

Sumber Gambar: doc.Pusluh

Kawasan Sembalun di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat telah lama dikenal sebagai sentra pertanian bawang putih. “Faktor kurangnya benih unggul masih menjadi kendala utama bagi pengembangan bawang putih Sembalun”, ungkap Kepala Dinas Pertanian Lombok Timur, Ir. Zaini. Benih khas varietas Sangga Sembalun saat ini hanya berjumlah 350 ton dengan asumsi cukup untuk ditanam di atas lahan seluas 350 ha dengan hitungan rata-rata 1 ton per hektar. Padahal Sembalun menargetkan pada musim tanam ini 1.750 hektar ditanami bawang putih. "Benih-Benih ini yang nanti kita kembangkan untuk pengembangan bawang putih Sembalun," ujar Zaini.
Selain menjadi sentra bawang putih, Sembalun sudah memiliki beberapa Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang maju dan mengarah pada korporasi yang sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo. Ir. Zaini menjelaskan upaya yang dilakukan oleh Dinas untuk mendukung peningkatan Gapoktan menjadi koorporasi adalah melalui perbaikan infrastruktur, ketersediaan air yang cukup, jaringan irigasi yang memadai, alat dan mesin pertanian, pemberantasan hama dan penyakit tanaman, pergudangan dan yang palin penting adalah adanya kepastian pasar. “Kita melegalitaskan kelompok tani dengan Surat Keputusan dari Bupati, hal ini dilakukan agar kelompok termotivasi dan mau terus mengembangkan usahanya”, jelas Zaini.
Disisi lain dijelaskan oleh salah satu petani yang sukses
di Sembalun, Risdun bahwa persoalan sarana dan prasarana menjadi kebutuhan yang sangat diperlukan. Kondisi pertanian bawang putih di Sembalun terbagi di beberapa titik. Dari hasil produksi di beberapa titik tersebut harga jual saat panen basah berkisar di angka Rp 21 ribu per kg, sedangkan saat panen kering ialah Rp 66 per kilogram. Nilai ini menurut Risdun sangat baik bagi para petani. Oleh karena itu, mereka berharap impor dapat ditekan semaksimal mungkin. “Tanpa ada impor pun kita dapat mencukupi kebutuhan nasional, jelas Risdun yang juga Ketua Kelompok Tani Gumilang.
Pendampingan oleh penyuluh pertanian dilapangan pun tidak putus-putusnya dilakukan. Walaupun jumlah penyuluh yang semakin berkurang, di Sembalun sendiri terdapat 2 Penyuluh Pertanian PNS dan 3 orang THLTBPP tidak mengurangi semangat untuk mewujudkan koorporasi di bidang pertanian. Selain identifikasi kelompok, bentuk kelembagaan dan pengukuhan kelembagaan kelompok yang sudah lama tidak aktif pun dilakukan oleh penyuluh di Sembalun. Kunjungan lapang, pendampingan, pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha dilakukan agar mereka mau dan dan mengorganisasikan kelompoknya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, dan sumberdaya lainnya sebagai upaya untuk meningkatkan produktifitas, efisensi usaha, pendapatan dan kesejahteraanya. Dengan demikian Kementerian Pertanian optimis dapat mencapai peningkatan produksi bawang putih dilahan seluas 60 ribu ha pada tahun 2019 dengan mendorong petani membangun korporasi usaha taninya. (Nurlaily).

Tanggal Artikel : 20-10-2017

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Kerjasama Indonesia - Fao
  2. Peresmian Pusat Informasi Agribisnis (pia) Deptan Untuk Mendorong Investasi Di Bidang Pertanian
  3. Menteri Pertanian Menyerahkan Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa Tahun 2009 Kepada 9 Pemulia Tanaman Terbaik
  4. Apresiasi Admin Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (simluh) Level 3 Dan 4