Gerbang Nasional

”Transformasi Kelembagaan Petani Menuju Terwujudnya Korporasi Petani”

Sumber Gambar: dokumentasi IM

Pengembangan ekonomi perdesaan tidak terlepas dari potensi sumber daya manusia nya, salah satunya adalah peran perempuan yang berusaha di bidang pertanian. Jumlah perempuan yang bergerak di sektor pertanian sebanyak 7.343.172 jiwa dan data di Simluhtan menunjukkan dari jumlah 556.766 poktan, 23.601 kelompok merupakan wanita tani (data per September 2017). Melihat potensi yang cukup besar tersebut, Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), melaksanakan kegiatan bimbingan teknis kepada 120 orang perwakilan Kelompok Ekonomi Petani atau KEP dan Kelompok Wanita Tani dari 10 provinsi di Bogor Valley Hotel pada tanggal 28-30 September 2017. Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka mempercepat pembentukan korporasi petani sebagaimana yang menjadi harapan Presiden Joko Widodo. Penumbuhan dan pengembangan Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) merupakan upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan petani dalam melaksanakan kegiatan usahatani yang berorientasi pasar baik telah berbadan hukum maupun yang belum berbadan hukum dalam bentuk koperasi pertanian, Kelompok Usaha Bersama (KUB), maupun badan usaha milik petani lainnya. Harapan untuk pengembangan KEP dan pengembangan kawasan adalah meningkatnya kemampuan KEP dengan skala usaha yang lebih menguntungkan, lebih efisien dan mempunyai posisi tawar yang kuat, serta meningkatnya jaringan kemitraan agribisnis KEP dengan pelaku usaha lainnya dalam memanfaatkan peluang usaha dan memenuhi permintaan pasar yang lebih luas. Sekretaris Badan PPSDMP, Dr.Ir.Surachman Suwardi,MP dalam sambutannya pada acara Bimbingan Teknis Kelembagaan Ekonomi Petani/Wanita Tani menyatakan bahwa sudah saatnya petani melalukan transformasi dalam melaksanakan usaha taninya. Transformasi tersebut dimulai dari transformasi kelembagaan, transformasi skala usaha, pengembangan aspek hulu dan hilir serta adanya pembinaan dan perberdayaan yang terintegritas serta multi sektor, tambahnya. “Bertani bukan hobi, bertani adalah usaha, bisnis”. “Bapak dan Ibu jangan sekedar bangga menjadi petani semata, namun harus bangga dan mampu menjadi pengusaha dibidang pertanian”, pesan Sekretaris Badan. Sekretaris Badan PPSDMP, menjelaskan dalam membentuk korporasi petani akan dipilih Gapoktan (gabungan kelompok tani) yang memadai sehingga proses penggabungan atau merger usahanya bisa lebih maksimal. Ia mengatakan di Indonesia telah ada 14.641 KEP yang terbentuk. Jumlah ini akan dioptimalkan dan ditumbuhkembangkan lagi sebagai cikal bakal terbentuknya korporasi petani. "Kita akan mengakuisisi KEP dan KWT yang sudah lebih mandiri kegiatan usahanya dengan BUMDes," ungkap Sekretaris Badan. (Nurlaily).

Tanggal Artikel : 29-09-2017

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Wujudkan Profesionalisme Kelembagaan Petani Melalui Koorporasi
  2. Bawang Putih “komoditas Unggulan Yang Menjadi Nadi Kehidupan Petani Kecamatan Sembalun”
  3. Tingkatkan Produksi Sentra Bawang Putih Sembalun Melalui Koorporasi
  4. Peningkatan Kemampuan Sdm Melalui Workshop Penyusunan Artikel