Gerbang Nasional

Peningkatan Peran Petani Muda melalui Kelompok Usaha Bersama

Sumber Gambar: Dokumentasi pribadi

Kemajuan pertanian Indonesia tidak terlepas dari dukungan Sumber Daya Manusia Pertanian yang handal. Peran generasi muda pertanian sangat strategis untuk dikembangkan kapasitasnya sehingga dapat berperan sebagai pengungkit keberhasilan pembangunan pertanian. Melihat potensi yang cukup besar tersebut, Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) mengupayakan percepatan swasembada pangan berkelanjutan melalui gerakan peningkatan peran serta petani muda sebagai penggerak dan pelopor pembangunan pertanian, dengan mendorong agar mereka tertarik dan mampu mengelola usaha pertanian secara berkelompok dan mengembangkan usaha bersama. Kepala BPPSDMP, Dr.Ir. Momon Rusmono,MS dalam arahannya pada Pembukaan Bimbingan Teknis Kelompok Usaha Bersama di Santika Premier, Bekasi pada tanggal 17 September 2017 menyatakan “Penumbuhan dan pengembangan Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) merupakan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan petani dalam melaksanakan kegiatan usahatani yang berorientasi pasar baik yang berbadan hukum maupun yang belum berbadan hukum dalam bentuk koperasi pertanian, Kelompok Usaha Bersama (KUB), maupun badan usaha milik petani lainnya”. Saat ini kelembagaan petani di seluruh Indonesia saat ini berjumlah 634.395 kelompok yang terdiri dari kelompoktani sebanyak 556.766 kelompok, gapoktan sebanyak 62.988, dan kelembagaan ekonomi petani sebanyak 14.641 kelompok (data Simluhtan per September 2017). Pembentukan KUB merupakan langkah nyata untuk melakukan pemberdayaan dan regenerasi petani yang menjadi tugas utama Kementerian Pertanian, dimana keduanya merupakan ujung tombak dalam mewujudkan visi kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani, ungkap Kepala Badan. Kabadan menambahkan , “KUB merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden untuk membentuk pendampingan bagi petani agar tidak berjalan sendiri-sendiri dengan membangun koorporasi petani”. KUB harus dioptimalkan dan difasilitasi serta dikawal oleh pemerintah. Dengan KUB, pertanian akan menjadi idolanya para pemuda tani. Bimbingan Teknis Kelompok Usaha Bersama ini diikuti oleh 180 petani muda dari 26 Provinsi. Pada akhir sambutannya, Kabadan berpesan agar petani muda dapat berperan optimal dalam meningkatkan produktivitas pertanian mulai dari industri benih, industri pupuk, alat dan mesin pertanian, pengolahan, pasca panen serta pemasaran. Bila produktivits pertanian meningkat tentu diikuti dengan peningkatan kesejahteraan petani dan pada akhirnya swasembada pangan pasti akan terwujud. (Nurlaily).

Tanggal Artikel : 18-09-2017

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Tingkatkan Pelayanan Informasi Publik Melalui Ppid
  2. ”transformasi Kelembagaan Petani Menuju Terwujudnya Korporasi Petani”
  3. Wujudkan Profesionalisme Kelembagaan Petani Melalui Koorporasi
  4. Bawang Putih “komoditas Unggulan Yang Menjadi Nadi Kehidupan Petani Kecamatan Sembalun”