Gerbang Nasional

Mentan Harapkan, “Pengangkatan THLTBPP dapat Mendongkrak Produktivitas Pertanian”

Sumber Gambar: doc. humasbppsdmp

Penyuluh pertanian memiliki peran strategis dalam pencapaian kesuksesan pembangunan pertanian dimana penyuluh merupakan jembatan penghubung informasi pertanian kepada petani. Informasi pertanian menjadi salah satu faktor kunci dalam pencapaian keberhasilan program pembangunan pertanian. Keberhasilan program penyuluhan pertanian dapat tercapai apabila didukung oleh para penyuluh pertanian yang profesional, kreatif, inovatif, kredibel dan berwawasan global dalam bidang penyuluhan dan agribisnis.
Di saat jumlah penyuluh pertanian yang semakin berkurang dikarenakan pensiun atau alih tugas ke struktural, maka Pemerintah melalui Kementerian Pertanian berupaya menambah tenaga baru penyuluh pertanian melalui pengangkatan 6.085 Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) menjadi calon PNS. Pengangkatan tersebut merupakan salah satu terobosan untuk mengisi kebutuhan “Satu Desa, Satu Penyuluh”.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dalam sambutannya pada acara Penyerahan Pelepasan CPNS Penyuluh Pertanian di Hotel Kaisar tanggal 11 September 2017 mengatakan, sebanyak 96% Surat Keputusan formasi CPNS sudah dikeluarkan Bupati/Walikota. “Sebenarnya kita mengajukan 7.600 orang, namun yang disetujui 6 ribu lebih. Tapi menurut saya ini sudah sangat luar biasa sekali,” katanya.
Mentan mengatakan, para THL-TBPP ini terpilih karena mampu bekerja dengan baik sehingga peningkatan produksi pangan di daerahnya mengalami kenaikan yang signifikan. Penyuluh pertanian adalah garda terdepan dalam mencapai swasembada pangan. Karena dengan adanya penyuluh, petani mau belajar mengenal teknologi dan mulai beralih ke pertanian modern. “Dulu untuk penyerapan teknologi di petani sangat sulit dilakukan. Untuk mengenalkan varietas terbaru saja, petani masih ragu-ragu. Tetapi berkat kerja keras penyuluh, petani mulai menerima teknologi dengan tangan terbuka,” ungkap Mentan.
Menghadapi perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, Mentan memberikan tugas khusus kepada semua THL-TBPP yang hadir untuk menjadi koordinator lapangan agar mempublikasikan seluruh keberhasilan pembangunan pertanian melalui media sosial. Pada kesempatan ini Mentan meminta 4 penyuluh wakil dari Aceh dan Papua untuk maju kedepan. “Apakah bisa menggunakan media sosial di fitur hand phonenya?” tanya Mentan kepada mereka. "Bisa Pak Menteri" jawab mereka serempak”. Tugas anda nanti harus mempublikasikan materi yang ada dipaparan ini, kita saat ini sudah tidak impor beras bahkan sudah bisa ekspor jagung yang dulunya kita impor 3 hingga 3,6 juta ton dari Argentina dan Amerika sekarang tidak, bawang merah, cabai bahkan bawang merah yang tadinya kita impor sekarang sudah ekspor, minggu lalu kita ekspor ke negara-negara yang tadinya ekspor ke negeri ini. Alat mesin pertanian yang kita bagikan naik sampai 2.000 persen jelas Mentan. Ini semua harus anda buat menjadi viral di medsos, pulang dari sini segera kerjakan, saya akan lihat semua yang dipublikasikan melalui medsos, Mentan menegaskan.
Diakhir sambutannya Mentan menyatakan, “mereka ini yang lolos adalah orang-orang yang terpilih, saya sangat berharap lebih kepada mereka semua”. Dengan diangkatnya mereka semoga petani semakin mampu untuk meningkatkan produksi, mampu mengatasi hama dan penyakit, mampu mengolah manajemen pengairan dengan baik dan menggunakan teknologi yang telah dianjurkan oleh Kementerian Pertanian”. (Nurlaily).

Tanggal Artikel : 15-09-2017

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Peningkatan Peran Petani Muda Melalui Kelompok Usaha Bersama
  2. Tingkatkan Pelayanan Informasi Publik Melalui Ppid
  3. ”transformasi Kelembagaan Petani Menuju Terwujudnya Korporasi Petani”
  4. Wujudkan Profesionalisme Kelembagaan Petani Melalui Koorporasi