Gerbang Nasional

27 Pelaku Pembangunan Pertanian Berprestasi 2017 Raih Penghargaan Mentan

Sumber Gambar: doc. pusluh

Kementerian Pertanian pada tahun 2017 ini kembali memberikan penghargaan tingkat nasional bagi pelaku pembangunan pertanian 2017. Kegiatan pemberian penghargaan ini merupakan bagian dari rangkaian acara Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2017 yang berlangsung selama 4 (empat) hari, mulai tanggal 15 s.d 19 Agustus 2017 di Jakarta yang melibatkan para Teladan Kementerian dan Lembaga Pemerintan Non Kementerian yang diselenggarakan oleh Sekretariat Negara RI.
Penerima Penghargaan Menteri Pertanian Tingkat Nasional Tahun 2017, sebanyak 27 orang dari 11 provinsi. Kategori penghargaan untuk petani berprestasi diraih oleh Asep Halim Jamaludin (Ciamis, Jawa Barat), Mursidin (Lombok Barat, NTB) dan Karel Patipeme (Kota Jayapura, Papua). Kategori kelembagaan ekonomi petani diraih oleh, Koperasi Tani Margo Dadi (Gunung Kidul Di Yogyakarta), Koperasi Tani Syariah Harapan Bersama (Lombok Barat,NTB) dan Koperasi Tani Teobromo, (Sigi, Sulawesi Tengah). Sedangkan penghargaan untuk penyuluh pertanian teladan diberikan kepada Nurul Aida (Penyuluh Pertanian Aceh Besar, Aceh), Rudi Efendi Hasibuan (THLTBPP Serdang Bedagai, Sumatara Utara), dan Herlina (penyuluh Pertanian Lampung Timur, Lampung). Untuk Balai Penyuluhan Pertanian berprestasi, penghargaan diberikan kepada BPP Medan Krio (Deli Serdang, Sumatera Utara), BPP Sungai Kunyit (Mempawah, Kalimantan Barat) dan BPP Marioriwawo (Sopeng, Sulawesi Selatan). Selain itu juga diberikan penghargaan kepada pemenang lomba karya ilmiah dosen STPP.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dalam sambutannya pada acara Pemberian Penghargaan Tingkat Nasionaldi Hotel Swiss Bell mengatakan tujuan dari pemberian penghargaan adalah untuk mengapresiasi dan meningkatkan motivasi bagi petugas dan pelaksana pembangunan pertanian di lapangan, guna meningkatkan kinerjanya di dalam pembangunan pertanian. “Penghargaan ini diadakan dengan harapan adanya aktualisasi diri sehingga mampu berprestasi, mewujudkan target, sasaran, dan keberhasilan pembangunan pertanian selanjutnya,” tambah Mentan.
“Pertanian Indonesia kini sudah maju, Indonesia tak impor beras dan jagung lagi. Produksi padi dan jagung kita mengalami lompatan besar, sehingga kita tidak impor. Kita ini negara yang sustainable agriculture nomor 16, bahkan Amerika Serikat saja nomor 19,” ujarnya. Mentan kembali menegaskan, pihaknya berada paling depan dalam memperjuangkan petani. “Presiden Jokowi memberikan aksi nyata bukan janji,” tegasnya. Diakhir sambutannya Mentan menekankan bahwa pemerintah sangat menyayangi petani, segala upaya akan dilakukan untuk mensejahterakan petani.
Untuk mengapresiasi prestasi para penerima penghargaan masing-masing diberikan Plakat, Piagam Penghargaan Menteri Pertanian dan hadiah berupa tabungan melalui BRI dengan rincian sebagai berikut :
a. Petani Berprestasi, Gapoktan Berprestasi, Kelembagaan Berprestasi, Penyuluh Pertanian Teladan dan Balai Penyuluhan Berprestasi berupa tabungan melalui BRI masing-masing sebesar Rp. 20.000.000,- (dua puluh juta rupiah);
b. Tenaga Pendidik (Guru dan Dosen) Berprestasi berupa tabungan BRI sebesar Rp. 15.000.000.- (lima belas juta rupiah) untuk Peringkat I, Rp. 12.500.000,- (dua belas juta lima ratus ribu rupiah) untuk Peringkat II dan Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) Peringkat III;
c. Karya Ilmiah Terbaik berupa tabungan BRI sebesar Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) untuk Peringkat I, Rp. 7.000.000,- (tujuh juta rupiah) untuk Peringkat II, dan Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah) untuk Peringkat III.
Selain acara pemberian Penghargaan oleh Menteri Pertanian, para Penerima Penghargaan juga mengikuti rangkaian acara lainnya, yaitu: mengikuti Rapat Paripurna DPR-RI dan Pidato Kenegaraan Presiden RI di Gedung DPR-RI tanggal 16 Agustus 2017, renungan Suci di Taman Makam Pahlawan Kalibata tanggal 16 Agustus 2017, Upacara Pengibaran Bendera, Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Negara serta silaturrahim tanggal 17 Agustus 2017 dengan Presiden RI di Istana Negara pada tanggal 18 Agustus 2017.
Pemberian penghargaan kepada pelaku pembangunan pertanian telah menjadi pola pembinaan yang berkelanjutan. Untuk menjamin keberlanjutannya, sinergi dari Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota bersama Pemerintah Pusat perlu terus dilakukan sebagai dukungan dan pengembangan pola-pola pemberian penghargaan secara berjenjang dari tingkat kabupaten/kota sampai dengan provinsi. (Nurlaily).

Tanggal Artikel : 24-08-2017

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Pelantikan Pejabat Eselon Iii Dan Iv Lingkup Bppsdmp
  2. Buah Manis Perjuangan Thl-tbpp
  3. Mentan Harapkan, “pengangkatan Thltbpp Dapat Mendongkrak Produktivitas Pertanian”
  4. Peningkatan Peran Petani Muda Melalui Kelompok Usaha Bersama