Gerbang Nasional

Sosialisasi Kartu Tani dan Pertemuan Percepatan Validasi Data melalui SIMLUHTAN di wilayah Jawa Barat

Sumber Gambar: doc.Pusluh

Dalam rangka penerapan dan penyebarluasan penggunaan Kartu Tani, Kementerian Pertanian bekerjasama dengan Himpunan Bank Negara (HIMBARA) akan menyediakan solusi sistem yang terintegrasi dengan kartu. Kartu Tani merupakan kartu yang dapat memberikan manfaat tidak hanya untuk petani semata, Kementerian dan Lembaga terkait pun menerima manfaat dari kartu tani tersebut. Bagi Petani keuntungan yang diperoleh antara lain dana yang diterima utuh, pembelian pupuk subsidi sesuai dengan kuota yang diberikan sehingga jumlah dan kualitas pembelian pupuk sesuai. Adanya ketersediaan data yang lengka dan akurat dapat digunakan oleh Kementerian Pertanian sebagai dasar penyusunan kebijakan, proyeksi hasil panen lebih akurat dan acuan dalam penyusunan subsidi.
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman bersama Menteri BUMN, Rini Soewandi, pada acara pembahasan Perkembangan Program Kartu Tani yang dilaksanakan di Kantor Pusat BNI pada tanggal 20 Februari 2017 menyatakan agar Kartu Tani di 5 provinsi di Pulau Jawa sudah bisa digunakan oleh para petani sebagai alat penebusan pupuk bersubsidi dan transaksi lainnya pada bulan Juni 2017. Untuk itu diharapkan dilakukan adanya percepatan terutama untuk melakukan verifikasi dan validasi data petani. Disepakati data dasar petani berasal dari Simluhtan yang akan diverifikasi dengan data pendukung lainnya.
Sebagai tindak lanjut kegiatan ini, maka BPPSDMP Pertanian melakukan sosialisasi Kartu Tani dan pertemuan percepatan validasi data melalui SIMLUHTAN di wilayah Jawa Barat dengan membagi 4 wilayah utama yakni Sukabumi. Cianjur, Bogor, Sukabumi, Kota Depok, dan Kota Bogor pada tanggal 31 Mei 2017 di Bogor. Kabupaten Purwakarta, Karawang, Subang, Bekasi, Kota Bekasi pada tanggal 3 Juni 2017 di Purwakarta. Kabupaten Indramayu, Majalengka, Cirebon, Kuningan, Kota Cirebon, Sumedang pada tanggal 6 Juni 2017 di Cirebon dan Kabupaten Ciamis, Tasikmalaya, Garut, Pangandaran, Kota Tasikmalaya, Kota Banjar, Bandung, Bandung Barat, Kota Cimahi, Kota Bandung pada tanggal 8 Juni 2017 di Garut. Pertemuan ini melibatkan penyuluh, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC), Bank Mandiri. Diharapkan melalui pertemuan ini dapat diperoleh data kelompok tani beserta lahannya secara update sehingga tidak terjadi kesalahan dalam penyaluran pupuk bersubsidi. (Nurlaily).

Tanggal Artikel : 22-06-2017

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. “keikhlasan”,kunci Sukses Haji Saupi Penyuluh Swadaya Dari Lombok Tengah
  2. Leadership Training “menyiapkan Sdm Dalam Mendukung Kementan Menuju Lumbung Pangan Dunia 2045”
  3. “penyuluh Pertanian Jawa Timur Siap Wujudkan Ekonomi Pangan Berkeadilan Melalui Penguatan Kemitraan Pelaku Utama Dan Pelaku U
  4. Petani, Penyuluh Pertanian, Bpp Kunci Kedaulatan Pangan