Gerbang Nasional

Kementerian Pertanian Menjaring Calon Pengusaha di Bidang Pertanian melalui Bimtek Kelembagaan Ekonomi Petani

Sumber Gambar: dokumentasi Cybex

Penumbuhan dan pengembangan Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) merupakan salah satu terobosan dalam rangka pemberdayaan petani melalui pengembangan usaha yang dikelola oleh petani secara profesional. Namun, sampai saat ini KEP masih dihadapkan pada beberapa permasalahan, antara lain: manajemen organisasi dan usaha yang masih lemah, belum berorientasi usaha produktif dan masih banyak yang belum memiliki kekuatan hukum sehingga mempunyai posisi tawar dan aksesibilitas yang rendah terhadap sumber informasi, teknologi, pembiayaan maupun pasar.
Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas KEP, Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (Badan PPSDMP) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penumbuhan dan Pengembangan KEP yang berlangsung selama 3 hari dari tanggal 13 - 15 Juni 2017 di Hotel Arch Bogor, Jawa Barat. Kegiatan ini bertujuan selain untuk meningkatkan wawasan dan kemampuan pengurus KEP, juga sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan KEP dalam mengelola usahatani melalui pengembangan jejaring usaha dan kemitraan bisnis berbasis komoditas pertanian. Bimtek KEP diikuti oleh sekitar 100 orang pengurus KEP yang berasal dari 71 kabupaten di 14 provinsi dan dibuka secara resmi oleh Ir. Hari Priyono, M.Si selaku Plt. Kepala Badan PPSDMP.
Dalam arahannya, beliau memberikan motivasi kepada peserta untuk mau mengelola usaha di bidang pertanian karena usaha di sektor ini merupakan usaha yang berkembang dan menjanjikan. Selain itu beliau juga menyampaikan agar peserta mau membentuk KEP yang dapat memberikan nilai tambah bagi anggotanya. KEP harus mampu mengelola dan menguasai usaha di sektor hilir, seperti sortasi, grading, pengemasan, pengolahan dan pemasaran. KEP juga harus dapat mengelola usaha simpan pinjam agar anggotanya tidak tergantung kepada tengkulak selain sebagai usaha tambahan untuk memupuk modal. Beliau berharap agar para peserta dapat memanfaatkan pertemuan ini sebagai ajang untuk tukar menukar informasi, pengalaman dan manfaat baik dari sesama peserta maupun dari narasumber. Selain itu, peserta juga dapat membangun jaringan komunikasi melalui berbagai media dalam mengembangkan usaha dan jejaring serta kemitraan bisnis.
Melalui pertemuan ini, para peserta diarahkan untuk menjadi contoh/pilot project KEP yang maju dan berkembang serta berhasil dalam mngelola usaha yang mnguntungkan. Untuk itu, beliau meminta Pusat Penyuluhan Pertanian dapat memberikan kemudahan terhadap akses informasi, harga, peluang usaha, permodalan dan pemasaran, serta membina dan memonitor secara konsisten dan berkelanjutan terhadap perkembangan KEP.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Ir. Fathan A.Rasyid, M.Ag yang turut memberikan arahan kepada para peserta menyatakan bahwa untuk mendukung keberhasilan tujuan tersebut diatas, para penyuluh pertanian di masing-masing wilayah kerja penyuluh pertanian (WKPP) harus memiliki kompetensi dan kemampuan di bidang entrepreneurship, leadership dan manajerial dalam mendampingi dan membina KEP. (Rina YS)

Tanggal Artikel : 13-06-2017

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Potensi Agrowisata Di Daerah Kecamatan Tebas Sungai, Sambas
  2. Sosialisasi Kartu Tani Dan Pertemuan Percepatan Validasi Data Melalui Simluhtan Di Wilayah Jawa Barat
  3. “keikhlasan”,kunci Sukses Haji Saupi Penyuluh Swadaya Dari Lombok Tengah
  4. Leadership Training “menyiapkan Sdm Dalam Mendukung Kementan Menuju Lumbung Pangan Dunia 2045”