Gerbang Nasional

Sumatera Barat Siap Menjadi Tuan Rumah Penas XVI 2020

Sumber Gambar: doc.Pusluh

Penas merupakan pertemuan akbar petani Indonesia yang diselenggarakan setiap 3-4 tahun sekali, yang berlangsung selama satu minggu dan dihadiri sekitar 35.000 hingga 50.000 orang peserta yang terdiri dari anggota KTNA dari seluruh provinsi dan kabupaten/kota serta pelaku usaha pertanian. Event ini bertaraf nasional, bahkan internasional. Sebab, akan dihadiri oleh perwakilan petani dari beberapa negara Asean.
Penas XV 2017 yang diselenggarakkan pada tanggal 6-11 Mei 2017 di Stadion Harapan Bangsa dimeriahkan oleh berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh masing-masing bidang, mulai dari kegiatan Rembuk Tani Nelayan Nasional, Temu Karya Petani Nelayan, Temu Wicara, Temu Profesi Penyuluh dan Kongres Perhiptani, Asah Terampil, Pacuan Kuda Tradisional di tepi Pantai Lampuuk Lhoknga, Expo Ternak, Kontes Hortikultura dan Expo Pertanian serta Kunjungan Widya Wisata ke beberapa lokasi seperti Sabang, Jantho, Saree, Pidie Jaya, Aceh Tengah dan Bener Meriah.
Rembuk Madya yang digelar di Anjong Mon Mata merupakan kegiatan yang melibatkan 1500 orang pengurus yang terdiri dari perwakilan KTNA baik pusat maupun provinsi se Indonesia. Agenda utama yang dibahas dalam Rembug Madya ini, yaitu menentukan tuan rumah Penas XVI yang akan diselenggarakan tahun 2020. Secara aklamasi akhirnya Provinsi Sumatera Barat terpilih menjadi tuan rumah Pekan Nasional (Penas) XVI Petani Nelayan pada tahun 2020. Penantian Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno selama tiga tahun akhirnya terwujud.
Sebelumnya ada lima kandidat yang ingin menjadi tuan rumah Penas XVI Petani Nelayan tahun 2020. Namun, dari lima kandidat tersebut, tiga gagal lolos seleksi administrasi tidak menyertakan surat dukungan dari gubernur. Ketiga kandidat yang tidak lolos adalah, DKI Jakarta, Provinsi Bali, dan Kalimantan Selatan. Sedangkan dua provinsi lainnya, yakni Provinsi Babel dan Sumatera Barat sudah mengantongi surat dukungan dari gubernur.
Menurut Ketua Umum KTNA Winarno Tohir, kedua daerah yang telah mendapat dukungan dari gubernurnya masing-masing dan menyampaikan surat resmi kepada KTNA hanya dua yakni Provinsi Babel dan Sumbar. Karena ketiga provinsi (Jakarta, Bali dan Kalimantan Selatan) tidak disertai surat resmi dari gubernurnya maka dinyatakan tak memenuhi persyaratan. Sejak awal Provinsi Sumbar merupakan kandidat tuan rumah PENAS XVI yang paling kuat. Selain telah dapat dukungan gubernur, Sumbar sejak tiga tahun lalu sudah mempersiapkan diri untuk menjadi tuan rumah Penas XVI Petani Nelayan 2020, ungkap Winarto Tohir. Gubernur Babel yang diwakili Sekda Babel, Yan Megawandi menyatakan legowo Sumbar menjadi tuan rumah Penas Petani Nelayan 2020. Sumbar sudah lebih siap untuk menjadi tuan rumah ungkapnya.
Sumatera Barat sebagai provinsi yang 65% penduduknya bergerak di sektor pertanian, dan sektor pertanian penyumbang PDRB Sumbar sebesar 20% lebih dianggap pantas menjadi tuan rumah Penas Tani dan Nelayan tiga tahun mendatang.
Sebagai salah satu provinsi yang merupakan sentra produksi beras, jagung dan sayuran utama di Indonesia juga ditetapkan sebagai sentra pengembangan ternak sapi pedaging, sapi perah dan kakao untuk Indonesia Bagian Barat. Disektor perikanan Sumbar dikenal penghasil ikan tuna untuk perikanan laut dan penghasil ikan kerapu dan ikan air tawar nila untuk perikanan darat.
Ditambahkan oleh Irwan Prayitno, sarana pendukung lainnya seperti penginapan yang representatif dengan jumlah hotel sebanyak 300 buah dengan 6.847 kamar, hotel-hotel tersebut terletak di Kota Padang dan Bukit Tinggi, sarana kesehatan Rumah Sakit dan lainnya serta Bandara Internasional Minangkabau sebagai jalur utama transportasi bagi peserta akan dipersiapkan lebih baik untuk menyambut peserta Penas XVI nanti. Sumbar juga memiliki banyak destinasi wisata yang disajikan untuk peserta Penas XVI. Misalnya, Jam Gadang, Pantai Padang, Pantai Nirwana, Ngarai Sianok, Air Terjun Tigo Tingkek, Jembatan Siti Nurbaya, Lembah Harau, Istana Pagar Ruyung, dan masih banyak lagi destinasi wisata di Sumbar.
Penas XVI direncanakan akan dipusatkan di Kota Padang, dimana sarana prasarana penunjang lebih memadai. Stadion H. Agus Salim yang dapat menampung hingga 50 ribu tempat duduk dapat digunakan sebagai tempat acara pembukaan dan penutupan Penas, ungkap Irwan Prayitno.(Nurlaily).

Tanggal Artikel : 16-05-2017

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Tingkatkan Kemampuan Sdm Melalui Pelatihan Teknologi Praktis Tepat Guna
  2. Hadirkan Mahasiswa Sttp, Stand Bppsdmp Kebanjiran Pengunjung
  3. Penas Xv 2017, Ajang Pertukaran Informasi Dan Teknologi
  4. Gelar Teknologi “show Window” Penas Xv 2017