Published on Cyber Extension - Pusluhtan Kementan
(http://cybex.pertanian.go.id)
email sekretariat : cyberextension@gmail.com

Entaskan Kemiskinan, Program Bekerja Sasar Masyarakat Garut

Sumber Gambar: https://www.google.com

“Melalui Program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (BEKERJA), Mentan optimis kemiskinan bisa dientaskan”, hal ini disampaikan langsung pada saat beliau memonitor program Bekerja di Desa Talagawangi, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Bekerja merupakan program Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Kemensos, BUMN, Kemendes, BKKBN. 

Dalam sambutannya Mentan menyampaikan, Program Bekerja dilakukan dengan seistem klaster dan memiliki 3 tahapan, yakni tahapan jangka pendek sampai jangka panjang. Pengelolaan Program Bekerja dilakukan dengan sistem klaster bertujuan agar terbangun industri olahan yang langsung mengolah dan memasarkan produk pangan petani. Dengan demikian, tidak lagi sebagai penghasil bahan pangan mentah, tetapi juga mampu menghasilkan produk akhir yang memberikan keuntungan yang lebih besar.
Untuk jangka pendek, melalui penanaman komoditas harian seperti sayur-sayuran. Jangka menengah, dengan pemberian 50 ekor ayam petelur berusia 2 bulan per rumah tangga pra sejahtera atau yang pendapatannya kurang dari Rp 1,4 juta per bulan. Mentan optimistis, bantuan Program Bekerja mampu mensejahterakan masyarakat. Tahun ini Kementan menyediakan bantuan 6 juta ekor ayam berikut kandang dan pakan serta pendampingan. "Kalau 50 telur per hari, pendapatan Rp2 juta sampai Rp2,5 juta per bulan. Masyarakat pra sejahtera pendapatan Rp1,4 juta. Ditambah Rp2,5 juta, berarti Rp3,5 juta per bulan. Begitu pun dengan kopi. Setelah tiga tahun akan berbuah, bisa memberikan tambahan pendapatan. Artinya masyarakat bisa lepas dari kemiskinan,” ujarnya.
Khusus di Kabupaten Garut, setidaknya ada 11.381 RTM yang layak diberikan bantuan atau lebih dari 569 ribu ekor ayam yang dibagikan. Pemilihan Kecamatan Pakenjeng bukan tanpa alasan, “Ini termasuk daerah terpencil, perintah Bapak presiden agar membangun negara dari pinggiran agar masyarakat di daerah-daerah pelosok sejahtera,” tegas Mentan.
Sekretaris Daerah Garut, Rohayati mengapresiasi Kementan yang telah menyalurkan Program Bekerja. Program ini sesuai dengan kebutuhan daerah untuk mengentaskan masyarakat dari kemiskinan.
“Program bekerja menyasar 14 kecamatan dari 42 total kecamatan di Garut. Pemda garut mengucapkan terima kasih kepada Kementan. di Garut terdapat 11.381 rumah tangga miskin di sektor pertanian. Kami yakin program ini bisa mengentaskan kemiskinan di pedesaan,” pungkas Rohayati.

Pada kegiatan tersebut Kementan juga memberikan bantuan bagi pemuda-pemudi yang tergabung dalam 5 organisasi Islam di Kabupaten Garut dalam acara Indonesian Agriculture Festival and Camp. 5 organisasi mahasiswa Islam ini di antaranya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), dan Himpunan Mahasiswa Persis dan Persatuan Pelajar Islam.

Hadir pada acara tersebut Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum; Bupati Garut, Rudi Gunawan; Dandim 0611 Garut, Letkol Inf Asyraf Azis; Kepala Badan Penyuluhan, Pengembangan SDM Pertanian, Momon Rusmono; dan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat, Hendy Jatnika. (Nurlaily).

Tanggal Artikel Diupload : 28-09-2018
Tanggal Cetak : 15-11-2018

Kementerian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian
Jl. Harsono RM No.3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Telp/Fax. 021-7804386