Published on Cyber Extension - Pusluhtan Kementan
(http://cybex.pertanian.go.id)
email sekretariat : cyberextension@gmail.com

Rembug Utama KTNA Tingkat Nasional, Momentum Bangkitnya Penyuluh Swadaya

Sumber Gambar: doc.pusluh

Sebagai garda terdepan pembangunan pertanian, tantangan terbesar penyuluhan saat ini adalah mengintegrasikan penyuluhan yang dikelola oleh pemerintah dengan penyuluhan berlandaskan kebutuhan masyarakat itu sendiri. Penyuluhan yang berlandaskan kebutuhan masyarakat dapat dikelola oleh penyuluh swadaya, oleh karena itu, optimalisasi peran penyuluh swadaya dapat dilakukan untuk mewujudkan kemandirian petani.

Saat ini 25.490 penyuluh swadaya telah terdaftar dalam database Kementerian Pertanian, hampir sebanding dengan jumlah penyuluh pemerintah yang aktif saat ini. Peluang inilah menjadi salah satu alternatif pemecahan masalah kuantitas ketenagaan tersebut dengan melibatkan secara optimal penyuluh swadaya dalam berbagai program pemberdayaan petani tegas Kepala Pusat Penyuluhan, Siti Munifah yang hadir  mewakili Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian – Kementerian Pertanian pada acara Rembuk Utama KTNA di Pangkal Pinang, Bangka Belitung.

"Penyuluh swadaya masih dipandang sebagai pembantu penyuluh PNS sehingga Peraturan Menteri Pertanian Nomor 61 tahun 2008 tentang pedoman pembinaan penyuluh swadaya dan penyuluh swasta perlu dilakukan peninjauan ulang. Hal ini karena selain sebagai pembantu penyuluh, sebenarnya penyuluh swadaya menjadi pelaku aktif dalam konsep metode belajar dari petani ke petani (farmer to farmer extension). Secara konseptual dan prakteknya pendekatan ini diyakini bisa lebih efektif. Komunikasi antarpetani menjadi lebih efektif, karena sesama mereka memiliki kesamaan bahasa, persepsi terhadap persoalan, dan metode pemecahan masalah", jelas Munifah.

Secara umum saat ini kapasitas penyuluh swadaya terutama dalam hal teknis sudah cukup baik sehingga memiliki potensi untuk mengembangkan komunitasnya dan di beri kesempatan untuk menjadi penyuluh yang mandiri dan mitra yang sejajar dengan penyuluh pemerintah bukan lagi sebagai “pembantu penyuluh pemerintah” seperti stigma saat ini, tetapi menjadi kolega/partner yang setara untuk membangun pertanian di perdesaan. Penyuluh swadaya dapat menjadi mitra yang sejajar dengan petani komunitasnya, mampu membantu mengatasi permasalahan petani, menjadi mitra pemasaran yang baik dan saling menguntungkan serta memberikan contoh nyata dalam melaksanakan usahatani yang baik dan lebih menguntungkan secara berkelanjutan.

Kapusluh berharap  dengan adanya Rembug Utama KTNA Tingkat Nasional ini menjadi momentum bangkitnya penyuluh swadaya untuk menumbuhkan satu desa satu penyuluh swadaya untuk desa potensi pertanian dan menumbuhkembangkan Pos Penyuluhan Perdesaan (Posluhdes) sebagai basis penyuluhan dan homebase penyuluh swadaya. Sehingga dengan kondisi tersebu diharapkan penyuluh swadaya dapat memainkan peranan secara aktif dalam partisipasi, memiliki kontrol terhadap kehidupan komunitasnya sendiri, mengambil peran dalam masyarakat, serta menjadi lebih terlibat dalam pembangunan pertanian. (Nurlaily).

Tanggal Artikel Diupload : 24-09-2018
Tanggal Cetak : 15-11-2018

Kementerian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian
Jl. Harsono RM No.3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Telp/Fax. 021-7804386