Gerbang Daerah >> ACEH >> KABUPATEN BIREUEN >> BP3K Jangka

CARA PENANAMAN JAGUNG HIBRIDA

Sumber Gambar: Nursiah, Sp (Penyuluh BPP Jangka)

Jagung Hibrida adalah jenis jagung yang diperoleh dari persilangan antara 2 atau lebih yang sifatnya adalah heterozygot dan homogen. Jenis jagung hibrida merupakan jenis jagung yang dibudidaya untuk kapasitas besar. Tanaman pangan ini biasanya dikirim ke perusahaan-perusahaan pengolah makanan dan pakan ternak. Jagung hibrida sendiri sudah banyak memiliki varietas, sudah banyak kita jumpai di pasar atau toko pertanian menjual bibit jagung hibrida dengan berbagai merk. Untuk melakukan budidaya jagung hibrida berikut beberapa tips cara menanam jagung hibrida yang benar :

 

Memilih Benih
Banyaknya jenis jagung hibrida yang beredar di pasar, tentunya ini memberikan kemudahan bagi para petani untuk memilih jenis jagung yang sesuai dengan kebutuhan. Dalam memilih bibit sebaiknya harus dilakukan dengan hati-hati dan cermat, karena langkah awal ini akan sangat menentukan keberhasilan anda dalam menanam jagung.

Baca dengan benar tanggal kadaluarsa yang ada dikemasan benih, pilih yang kadaluarsanya masih lama. Daya tumbuh benih sangat dipengaruhi oleh lamanya bibit tersebut disimpan, semakin lama maka daya tumbuhnya akan semakin kecil. Jadi carilah yang waktu expirednya masih lama.

Selain masa kadaluarsa, tentunya anda harus mencari tahu karakteristik dari tanaman jagung tersebut, seperti apa tumbuhnya, ketahanan terhadap hama, keseragaman ukuran biji, tidak ada kutu / hama gudang, dan masa panennya.

 

Menyiapkan Lahan Tanam
Untuk menghasilkan tanaman jagung yang subur dan menghasilkan buah yang super, lahan tanam atau kebun harus digemburkan terlebih dahulu. Penggemburan dapat dilakukan dengan cangkul atau bajak. Setelah itu dapat diberi dengan pupuk kandang atau kompos, taburkan secukupnya saja jangan terlalu berlebihan.

Untuk mendapatkan lahan tanam yang baik dan cepat, dapat menggunakan cultivator maupun traktor tangan. Selain mendapatkan lahan yang baik, anda juga dapat menghemat waktu dan biaya yang cukup besar.

 

Penanaman Jagung
Setelah lahan sudah siap, penanaman jagung hibrida dapat dilakukan. Penanaman dilakukan dengan membuat lubang-lubang menggunakan tajuk atau tugal (kayu yang diruncingkan salah satu ujungnya). Penanaman dilakukan dengan ukuran 70cm x 20 cm (70cm adalah jarak antar baris, 20cm adalah jarak antar tanaman jagung).

Kedalaman lubang sekitar 3-5 cm, masukkan bibit 1-2 biji setiap lubang, dan tutup dengan menggunakan tanah di sekitar lubang. Penutupan dapat dilakukan dengan menginjak tanah yang ada disekitar lubang. Hal ini bertujuan agar bibit tidak dimakan semut atau burung.

Jika tanah penutup merupakan bongkahan dan keras, sebaiknya diambil kembali. Karena akan mempengaruhi pertumbuhan bibit, tunas bibit jagung tidak tumbuh sempurna.

 

Penanaman pada lahan seluas 12x100m dengan cara manual diperlukan tenaga kerja 4-5 orang, dengan waktu ½ hari kerja. Biaya yang diperlukan 5×20.000 = 100.000, minum +rokok= 50.000 total 150.000

 

 

 

Penanaman dengan system mekanis Alat tanam biji-bijian Crown CMS-036 pada lahan tanam 12x100m dengan 1 operator dapat diselesaikan ± 1 jam kerja.

Dengan alat tanam biji-bijian ini petani akan menghemat waktu, tenaga dan biaya. Selain itu alat ini juga dapat anda sewakan kepada petani lain, sehingga mereka dapat lebih menghemat biaya tanam.

Alat ini dapat digunakan untuk menanam benih: Jagung, Kedelai dan Kacang Tanah.

Cara kerja alat ini sangat praktis, setiap mulut tanam berfungsi untuk membuat lubang dan mengeluarkan biji benih ke lubang tanam dengan jumlah sesuai pengaturannya. Bagian pemberat belakang berfungsi untuk menutup lubang tanam, sehingga sekali jalan sudah tanam dan menutup. Untuk mendapatkan alat tanam tersebut hanya di www.klikteknik.com yang menjual dengan harga ekonomis, kualitas terjamin, sudah terbukti, dan pengiriman kemanapun di seluruh Indonesia.


Jenis biji-bijian yang dapat ditanam dengan alat tanam CMS-036
Perawatan Tanaman Jagung
Untuk menghasilkan tanaman jagung yang sehat dan subur, perawatan wajib dilakukan terutama pembersihan rumput liar atau gulma. Penyiangan sebaiknya dilakukan sejak jagung sudah mulai tumbuh.


Penyiangan dapat dilakukan dengan cara manual maupun dengan mesin cultivator
Untuk membeli mesin cultivator dengan berbagai merk dan perlengkapan pilihan, anda dapat membelinya di www.klikteknik.com

Disamping penyiangan juga perlu dilakukan penyulaman untuk lubang-lubang yang jagungnya tidak tumbuh.

Selanjutnya lakukan pemupukan, gunakan pupuk NPK dengan komposisi yang merata. Pemupukan pertama dilakukan pada saat 7 hari setelah tanam dengan komposisi: Urea 200Kg/Ha, SP36 150Kg/Ha, KCL 100Kg/Ha. Pemupukan pertama ini juga sering dilakukan bersamaan dengan penanaman, namun karena diawal sudah menggunakan pupuk kandang maka pemupukan dilakukan 1 minggu setelah tanam

Tanggal Artikel: 11-10-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Dinas Pertanian Aceh Tengah Adakan Lomba Panen Kopi
  2. Inovasi Pengembangan Benih Kentang Dari Buah Kentang Berdasarkan Genetik Kentang
  3. Kunjungan Wali Kota Korea Selatan Yeongwool Park Sun Kyu Tahun 2016 Di Kec. Oheo
  4. Ribang Bergerak Melalui Pembenahan Kelompok Tani