Gerbang Daerah >> KALIMANTAN TENGAH >> KABUPATEN BARITO TIMUR

PENGEMBANGAN KOMODITI BAWANG MERAH DI KABUPATEN BARITO TIMUR KALTENG

Sumber Gambar: KEGIATAN ANJANGSANA PENANAMAN BAWANG MERAH

Kabupaten Barito Timur Kalteng melalui dinas pertanian sedang menggalakkan penanaman komoditi bawang merah sebagai salah satu komoditi strategis yang dikembangkan mendukung program dari pemerintah pusat yakni kementerian pertanian sebagai salah satu komoditi upsus, terdapat beberapa kecamatan di kabupaten Barito Timur yang menjadi sentra pengembangan bawang merah yakni Paju Epat, Raren Batuah, dusun timur dan patangkep tutui.
Dengan dukungan serta Pendampingan dari penyuluh pertanian yang ada di kabupaten Barito Timur, diharapkan akselerasi pengembangan bawang merah di kabupaten Barito Timur dapat tercapai yakni dengan Pendampingan PPL mencapai jumlah 110 orang dengan di dukung pendidikan dan pelatihan teknis agribisnis bawang merah baik untuk aparatur maupun non aparatur
Sebagai negara agraris, Indonesia menghasilkan beragam jenis hasil bumi yang berpotensi besar untuk dijadikan sebagai ladang usaha. Mulai dari produk pertanian sampai produk hortikultura, semuanya memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi. Sehingga banyak masyarakat yang membudidayakan berbagai produk pertanian dan hortikultura sebagai potensi bisnis yang cukup menjanjikan. Salah satu komoditas hortikultura yang banyak dibudidayakan masyarakat Indonesia adalah Bawang merah (allium ascalonicum). Banyaknya manfaat yang dapat diambil dari bawang merah dan tingginya nilai ekonomi yang dimiliki sayuran ini, membuat para petani di berbagai daerah tertarik membudidayakannya untuk mendapatkan keuntungan besar dari potensi bisnis tersebut. 

Bawang merah merupakan salah satu komoditas sayuran unggulan yang sejak lama telah diusahakan oleh petani secara intensif. Komoditas sayuran ini termasuk ke dalam kelompok rempah tidak bersubstitusi yang berfungsi sebagai bumbu penyedap makanan serta bahan obat tradisional. Pertumbuhan produksi rata-rata bawang merah selama periode 1989-2003 adalah sebesar 3,9% per tahun. Komponen pertumbuhan areal panen (3,5%) ternyata lebih banyak memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan produksi bawang merah dibandingkan dengan komponen produktivitas (0,4%). Bawang merah dihasilkan di 24 dari 30 propinsi di Indonesia. Propinsi penghasil utama (luas areal panen > 1.000 hektar per tahun) bawang merah diantaranya adalah Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogya, Jawa Timur, Bali, NTB dan Sulawesi Selatan. Kesembilan propinsi ini menyumbang 95,8% (Jawa memberikan kontribusi 75%) dari produksi total bawang merah di Indonesia pada tahun 2003. 

Konsumsi rata - rata bawang merah untuk tahun 2004 adalah 4,56 kg/kapita/tahun atau 0,38 kg/kapita/bulan (Ditjen Hortikultura, 2004). Estimasi permintaan domestik untuk komoditas tersebut pada tahun 2004 mencapai 915 550 ton (konsumsi = 795 264 ton; benih, ekspor dan industri = 119 286 ton). Profil usahatani bawang merah terutama dicirikan oleh 80% petani yang merupakan petani kecil dengan luas lahan usaha 

Lampiran :

Tanggal Artikel: 15-04-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Gelar Agribisnis, Promosi Dan Kearifan Lokal H-1 Di Tabalong
  2. Rembug Tani
  3. Pendistribusian Kartu Tani Di Wilayah Kerja Bp3k Plumbon Kab Cirebon
  4. Laporan Kunjungan Stpp Magelang Ke Kabupaten Semarang