Gerbang Daerah >> RIAU >> KABUPATEN BENGKALIS >> BP3K Rupat

PEMBINAAN KELOMPOK UNIT PELAYANAN JASA ALSINTAN (UPJA)

Sumber Gambar: Arsip BPP Rupat

PEMBINAAN KELOMPOK UNIT PELAYANAN JASA ALSINTAN (UPJA)
DI KECAMATAN RUPAT TAHUN 2017

 

Pengelolaan budidaya pertanian yang masih tradisional memerlukan biaya dan tenaga kerja pertanian yang cukup besar. Realitanya bukan hanya tenaga kerja di pertanian yang makin kurang, tapi kecepatan dalam usaha tani diperlukan dalam dunia yang telah termodernisasi. Maka dukungan ketersediaan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) diperlukan demi efektifitas dan efisiensi kerja di lahan pertanian. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian melihat gejala tersebut, lalu menginstruksikan pembentukan unit khusus Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA). Instruksi tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian No. 25/Permentan/PL.130/5/2008. Diterbitkan pada tanggal 22 Mei 2008 tentang Pedoman Penumbuhan dan Pengembangan Usaha Pelayanan Jasa Alat dan Mesin Pertanian (UPJA).

 

Bertempat di kantor Unit Pelaksana Teknis-Balai Penyuluhan Pertanian (UPT-BPP) Kecamatan Rupat, digelar Pembinaan Kelompok Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) Tahun 2017. Kegiatan ditaja oleh Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Bengkalis. Dihadiri Kepala Seksi (Kasi) Alsintan Dinas Pertanian Kabupaten Bengkalis, Kepala UPT-BPP Kecamatan Rupat dan Rupat Utara, ketua kelompok tani dan Gapoktan, Kontak Tani, serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Rupat. Hadir juga sebagai pemateri dalam kegiatan ini, yaitu widyaiswara dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau, Bapak Margolang dan Ibu Wan Suryani.

 

Secara garis besar UPJA bagian dari Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani), merupakan salah satu unit kerja sederajat dengan Lembaga keuangan Mikro (LKM). Selain berada pada organisasi induknya, ada juga UPJA yang berdiri sendiri agar menjadi organisasi yang mandiri. Hal tersebut tidak lepas dari legal konsep UPJA, yaitu sebuah lembaga ekonomi perdesaan yang bergerak di bidang pelayanan jasa dalam rangka optimalisasi penggunaan alat dan mesin pertanian untuk mendapatkan keuntungan usaha baik di dalam maupun di luar Gapoktan. Asas desentralisasi dan otonomi mempengaruhi penumbuhan dan pengembangan UPJA sehingga bisa disesuaikan dengan karakteristik kondisi wilayah.

 

Selain dituntut untuk mempunyai struktur organisasi yang kuat, UPJA juga sebaiknya memiliki pembagian kerja yang jelas dalam hal pengelolaan tugas dan fungsi dalam organisasi. Berikut ini contoh pembagian tugas dalam mengorganisir kerja bersama dalam organisasi UPJA. Sekali lagi ini hanyalah gambaran saja, bisa disesuaikan dengan kebutuhan dalam kelompok, olehnya itu bisa ditambah dan bisa dikurangi.

 

Manajer: pemimpin dalam menggerakkan usaha pelayanan jasa Alsintan, menyusun rencana kerja, mengkoordinasikan dan melaksanakan pelayanan jasa Alsintan kepada petani atau kelompok tani.

Bagian administrasi: menginventarisir alat dan mesin pertanian, mencatat jam pengoperasian Alsintan dan mencatat semua kegiatan pelayanan jasa Alsintan.

Bagian keuangan: mencatat semua transaksi atas biaya pelayanan jasa Alsintan yang diterima serta pengeluaran yang terjadi selama pengelolaan pelayanan Alsintan.

Bagian logistik: mempunyai tugas menyimpan Alsintan dan melaporkan jumlah alat yang siap untuk dioperasionalkan, menyediakan suku cadang Alsintan yang sedang dalam perbaikan, memastikan ketersediaan semua kebutuhan untuk pelayanan jasa Alsintan.

Bagian mekanik: sebagai petugas perawatan dan perbaikan Alsintan, hal ini dilakukan untuk menjaga kondisi Alsintan agar tetap pada kondisi terbaik saat digunakan.

Kelompok operator Alsintan: tugas utama mengoperasikan alat sesuai jenisnya, melayani anggota petani sesuai jadwal, lokasi serta pesanan dari kelompoktani yang sudah ditentukan oleh manajer UPJA.

 

Di akhir kegiatan, Bapak Iswadi selaku Kasi Alsintan, mengingatkan luasnya layanan dan fungsi utama kelembagaan UPJA.

 

"UPJA memiliki layanan mulai dari pembukaan lahan, olah tanah, penanaman hingga panen dan pasca panen. Kegiatan tersebut terwujud dalam bentuk pelayanan jasa Alsintan. Kami harapkan kelompok UPJA yang telah terbentuk bisa bekerja dengan maksimal."

 

Lebih lanjut diterangkan bahwa modernisasi pertanian adalah langkah pemerintah untuk mendorong pengembangan produk dalam peningkatan nilai tambah, perluasan pasar, dan meningkatkan daya saing produk pertanian lokal dan nasional.

 


-Imran Cingam

Tanggal Artikel: 07-12-2017

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Seminar Bidang Pertanian Untuk Pertamakalinya Di Kabupaten Tabalong
  2. Temu Kelembagaan Ekonomi Petani (kep) “saphe Kheun” Di Balai Peyuluhan Pertanian Kec Trumon Timur Aceh Selatan
  3. Rembug Tani Dalam Rangka Pembentukan Kelembagaan Ekonomi Petani “wanita Tani Mandiri” Desa Paya Dapur Kec Kluet Timur Aceh S
  4. Pengembangan Budidaya Perikanan Di Pondok Pesantren