Gerbang Daerah >> BALI >> KABUPATEN TABANAN

BADAN LITBANG ADAKAN TEMU LAPANG DI SUBAK TAJEN, KECAMATAN PENEBEL KABUPATEN TABANAN, BALI

Sumber Gambar: Dok. Widiada

Dalam upaya untuk mempercepat penyerapan teknologi hasil-hasil penelitian kepada petani, Badan Litbang, Kementan mengadakan "Temu Lapang dan Gelar Teknologi Padi Hibrida" dengan tema " Meningkatkan Daya Saing Petani Melalui Sistem Pertanian Berbasis Komunitas", yang diselenggarakan di Subak Tajen, Desa Tajen, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. Dalam temu lapang dan gelar teknologi tersebut, dihadiri oleh seluruh petani pelaksana pengkajian, tokoh masyarakat, Wakil Gubernur, Kadis Pertanian Provinsi Bali, Kadis Pertanian Kabupaten Tabanan, BPTP Bali, undangan dan para penyuluh yang ada di Kabupaten Tabanan. Materi utama dalam acara ini adalah menampilkan keunggulan varietas padi hibrida. Varietas ini memiliki keunggulan mampu berproduksi lebih tinggi dari varietas inhibrida. Biasanya rata-rata produktivitas tanaman padi di Subak Tajen ini berkisar antara 6 – 7 ton/ha. Sedangkan dari hasil kajian yang dilaksanakan Badan Litbang pada beberapa daerah, dengan menggunakan varietas hibrida ini dapat memperoleh 9 – 10 ton/ha, sehingga secara ekonomis budidaya padi hibrida akan lebih menguntungkan, walaupun dari segi harga benih lebih mahal, namun penggunaan benih lebih hemat yaitu hanya 10 – 15 kg/ha. Sedangkan apabila menggunakan varietas inhibrida biasanya membutuhkan 20 -25 kg/ha. Bahkan dari hasil kajian yang pernah dilakukan oleh Badan Litbang, dengan menggunakan varietas hibrida, selisih pendapatan bisa mencapai 9 juta/ha, tentu merupakan suatu tambahan pendapatan yang cukup lumayan. Ada 12 jenis varietas hibrida yang dikaji pada lokasi Subak Tajen ini, diantaranya varietas Hibrida MP 05, Sembada 188, Hipa 18, Hipa 19, Intani 602, SL 8-SHS, REJO 1, dll. Dalam arahan dari Badan Litbang, secara nasional rata-rata produktivitas tanaman padi mencapai 5,4 ton/ha, sehingga dengan menggunakan varietas hibrida ini tentu dapat meningkatkan produksi nasional, sehingga sasaran pembangunan pertanian untuk mencapai swasembada khususnya beras bisa diwujudkan. Dikatakan pula bahwa Indonesia sudah 2 tahun terakhir tidak lagi melakukan inport beras dari Negara tetangga. Ini berarti Kementan sudah mampu meningkatkan produksi beras nasional, bahkan dalam waktu dekat ini, organisasi dunia FAO akan mendeklarasikan bahwa Indonesia sudah bisa Swasembada Beras. Dikatakan pula bahwa untuk bisa meningkatkan produksi, tidak terlepas dari peran teknologi, sarana prasarana, sumberdaya manusia, dan tentunya juga sistem budidayanya. Dewasa ini kecenderungan generasi muda kurang berminat dalam bidang pertanian. Sehingga dirancang dengan system pertanian modern dengan memanfaatkan teknologi, bahkan pada tahun 2016 lalu telah di lounching sistem pertanian modern dengan tujuan untuk menarik minat generasi muda untuk tertarik pada bidang pertanian.
Sementara arahan dari Gubernur Bali, yang diwakili oleh Wakil Gubernur menyampaikan bahwa pertanian mempunyai peranan penting dalam mewujudkan ketahanan pangan dan kedaulatan pangan, yang meliputi ketersediaan pangan dan distribusi pangan. Di Bali secara keseluruhan surplus beras, dengan produksi mencapai 850 ribuan ton/tahun. Sementara kebutuhan masyarakat dan tamu pariwisata mencapai 475 ribuan ton, sehingga masih surplus. Namun walaupun demikian upaya peningkatan produksi masih terus ditingkatkan. Oleh karena itu peranan Pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan adalah penyediaan anggaran yang cukup dalam bidang pertanian, bahkan merupakan kegiatan prioritas. Juga sarana irigasi yang memadai, benih unggul yang berkualitas, penerapan teknologi, peningkatan SDM petani, serta panen dan pasca panen yang tepat, khususnya dalam pengolahan produk hasil-hasil pertanian.
Sementara dalam diskusi yang dilaksanakan dengan para petani anggota subak, sebagai pelaksana dari kajian menyampaikan bahwa varietas hibrida sangat bagus untuk dikembangkan, serta petani sangat berminat untuk menanamnya, namun harga benih relatif mahal, sehingga mengharapkan bantuan dari pemerintah untuk meringankan biaya benih berupa subsidi benih padi hibrida. ( I Made Widiada, PP Utama, Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, Bali).

Tanggal Artikel: 06-12-2017

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Dukungan Dana Desa Pada Sektor Pertanian Di Kecamatan Lembar Kab. Lombok Barat
  2. Supervisi Kegiatan Demplot Penyuluh Kecamatan Tanah Kampung
  3. Pembinaan Kelompok Unit Pelayanan Jasa Alsintan (upja)
  4. Seminar Bidang Pertanian Untuk Pertamakalinya Di Kabupaten Tabalong