Gerbang Daerah >> KALIMANTAN SELATAN >> KABUPATEN BANJAR >> BP3K Sungai Tabuk

TEKNOLOGI PENGENDALI HAYATI/SPESIFIK LOKASI

Sumber Gambar:

TEKNOLOGI PENGENDALI HAYATI/SPESIFIK LOKASI

LATAR BELAKANG
? Tuntutan ? Keamanan dari segi lingkungan dan menguntungkan dari segi sosial ekonomi
? PHT ? Pengendalian Hama Terpadu sebagai ekologi terapan yaitu berdasarkan asar-asas ekologi memodifikasi ekosistem pertanian untuk maksud pengendalian.

PENGERTIAN AGENS PENGENDALI HAYATI :
? Setiap organisme yang meliputi spesies, sub spesies, semua jenis serangga, nematoda, cendawan, bakteri, virus serta organisme lainnya yang dalam semua tahap perkembangnnya dapat dipergunakan untuk keperluan pengendalian OPT dalam proses produksi, pengolahan hasil pertanian dan berbagai keperluan lainnyanya.

PENGERTIAN PENGENDALIAN HAYATI :
? Pengendalian OPT oleh musuh alami (agens pengendali hayati)

Teknik Pengendalian Hayati

1. Introduksi yaitu mendatangkan musuh-musuh alami dari luar area lain untuk dilepaskan di daerah baru, hal ini dapat ditempuh apabila OPT yang menyerang menimbulkan eksplosi dan diketahui bahwa hama itu bukan dari daerah tsb. Contoh impor predator Curinus dari Hawai untuk mengendalikan kutu loncat.
2. Konservasi yaitu suatu tindakan melestarikan musuh alami yang sudah ada, dengan cara mengatur ekosistem, perbaikan teknik bercocok tanam dan penggunaan insektisida yang sesedikit mungkin agar tidak mengganggu mematikan musuh alami.
3. Augmentasi yaitu suatu tindakan memperbanyak musuh alami untuk selanjutnya dilepaskan secara berkala untuk meningkatkan peranannya dalam menekan populasi hama.

Kegiatan ini termasuk didalamnya berupa :
• Inokulasi yaitu pelepasan musuh alami dalam jumlah yang sedikit dengan harapan generasi selanjutnya dapat menekan dan menetap lebih lama OPT.
• Inundasi yaitu pelepasan musuh alami dalam jumlah yang besar agar cepat menekan populasi OPT .


Kelemahan pengendalian hayati :
• Sulit memastikan keberhasilannya
• Memerlukan waktu yang lama untuk melihat keberhasilannya. Umumnya setelah 3 – 5 tahun baru dapat dipastikan keberhasilannya.
• Beberapa agens hayati tertentu sukar dan mahal untuk pengembangannya dan penggunaannya memerlukan keahlian khusus

Keuntungan pengendalian hayati :
• Tidak mencemari lingkungan
• Bersifat selektif
• Agens hayati tersedia di lapang
• Agens hayati dapat mencari sendiri inangnya
• Relatif tidak menimbulkan resistensi pada OPT
• Biaya yang dikeluarkan sangat murah dibandingkan dengan ongkos pestisida. Meskipun tingkat keberhasilan : kegagalan kira-kira berbanding 1 : 10, tetapi keberhasilan yang 1 kali itu dapat menghemat biaya pengendalian sampai jutaan dollar Amerika (De Bach, 1979)

PEMANFAATAN AGENS HAYATI :

1. PREDATOR ? Binatang yang memburu dan memakan atau menghisap cairan tubuh mangsanya untuyk keperluan hidupnya. Peristiwa predator memangsa sarangga hama disebut Predatisme. Contoh : Burung Hantu, Ular, laba-laba, capung dan lain-lain.
2. PARASITOID ? Binatang yang hidupnya menumpang pada inangnya atau serangga lainnya, serta memarasitinya. Contoh : Telenomus, sp pada telur penggerek batang pada padi, Trichogramma, sp pada telur penggerek batang pada tebu.
3. CENDAWAN ENTOMOPATOGEN? Cendawan yang memparasit serangga hama. Contohnya Beauveria, Metarrhizium,
4. CENDAWAN ANTAGONIS ? Cendawan yang dapat memparasit cendawan lainnya yang merugikan bagi tanaman. Contohnya : Trcihoderma sp dan Gliocladium sp yang terbukti efektif mampu mengendalikan beberapa penyakit tumbuhan yang disebabkan oleh cendawan Fusarium sp, Phytium sp, Rhizoctonia solani,
5. BAKTERI ANTAGONIS ? Bakteri yang dapat memparasit bakteri lain yang merugikan bagi tanaman. Contohnya : Bakteri Pseudomonas fluorescens mampu MengendalikanRalstonia (Pseudomonas) Solanacearum.
6. NEMATODA ENTOMOPATOGEN ? Sejenis cacing mikroskopis yang dapat mematikan/ memaparasit serangga hama. Contohnya: Steinernema, sp dan Heteror habditis, sp pada Uret dan Ulat Daun.
7. VIRUS ? NPV ( Nuclear Polyhedrosis Virus) Virus yang dapat mematikan larva seraangga hama. Contohnya : SL-NPV, Se-NPV, SM–NPV.
(sumber: laboratorium PHP Sei Tabuk)


Kepala BPP Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar


H. Muhamad Yazidi, SP Nama Penyuluh

 

Rina Lestari SP

 

Tanggal Artikel: 15-11-2017

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Pengelolaan Alsintan Dilahan Pasang Surut Kecamatan Sungai Tabuk
  2. Lomba Olah Kreativitas Petugas Dan Petani Cerdas (lombok Pedas) Kabupaten Gunung Mas Tahun 2017.
  3. Pertemuan Kelembagaan Ekonomi Petani
  4. Rembug Tani Sl Kedelai Tahun 2017