Gerbang Daerah >> JAWA BARAT >> KABUPATEN TASIKMALAYA >> BP3K Culamega

UPTT BPP Culamega laksanakan GERDAL (Gerakan Pengendalian) WBC...

Sumber Gambar:

UPTT BPP adakan GERDAL Serentak (Gerakan Pengendalian) WBC Pada tanaman Padi Sawah

Wereng batang coklat (WBC) selain berperan sebagai hama yang merusak secara langsung tanaman padi dengan mengisap cairan tanaman, juga merupakan vektor penular penyakit virus kerdil rumput dan kerdil hampa. Akibat serangan hama WBC sangat dirasakan karena menimbulkan kerugian yang cukup besar dan juga sulit dikendalikan. WBC dianggap sebagai hama utama tanaman padi, karena merupakan hama yang mampu beradaptasi dengan cepat pada berbagai lingkungan. Hal ini terbukti WBC mampu membentuk biotipe atau populasi baru yang mampu mengatasi sifat ketahanan tanaman dan resisten terhadap insektisida dalam waktu yang cukup singkat. Sifat ini menyebabkan sering timbul ledakan populasi yang mengakibatkan menurunnya produksi padi nasional secara drastis.

Wereng batang coklat (WBC) berkembang biak sangat cepat. Serangga dewasa mampu menghasilkan sampai 600 butir telor. Siklus hidup sekitar 28 hari, stadium telur sekitar 8 hari, nimfa 18 hari, dewasa sekitar 10 hari. Laju perkembang biakan pada varietas rentan pada lingkungan yang optimum dalam satu musim tanam dapat mencapai 500 kali dari populasi generasi awal. Nimfa mengalami lima kali pergantian kulit (instar), dan dapat berkembang menjadi dua bentuk wereng dewasa yaitu bentuk bersayap panjang (makroptera) dan bersayap pendek (brahiptera). Munculnya makroptera umumnya terjadi pada kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan yaitu pada kepadatan populasi yang tinggi dengan makanan yang kurang mencukupi. Adanya wereng bentuk makroptera merupakan penyesuaian untuk migrasi karena kepadatan populasi yang tinggi dan kurangnya makanan. Wereng batang coklat menyerang tanaman pada bagian batang atau pelepah daun padi pada semua fase pertumbuhan tanaman.

Gerkan pengendalian dilaksanakan di Blok Sawah curugtelu Desa Bojongsari Kecamatan Culamega luas sawah 50 Ha, dengan didampingi POPT, Kepala UPT, Penyuluh dan Anggota Kelompok tani.

Gerakan tidak hanya di Desa Bojongsari melainkan di Desa lainnya yang terkena serangan WBC. Ujar Kepala UPT BPP (Wandito). Petugas kami siap sedia untuk melakukan pengendalian demi tercapainya pengendalian hama tersebut sesuai denagan keahlian yang kami miliki.

Tanggal Artikel: 12-07-2017

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Aple Siaga Penyuluh Provinsi Lampung
  2. Kursus Tani Di Wkpp Lubuk Tarantang Kecamatan Kamang Baru
  3. Paria (mamordica Sharantia L), Murah Namun Kaya Manfaat
  4. Petani Terbantu Dengan Adanya Jasa Pompanisasi