Gerbang Daerah >> JAWA BARAT >> KABUPATEN INDRAMAYU

TANAM SEREMPAK KEDELE MUSIM TANAM 2017 DI KABUPATEN INDRAMAYU

Sumber Gambar: Dokumen Pribadi

Kedelai (Glycine max) merupakan sumber protein nabati yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia, sehingga dengan meningkatnya jumlah penduduk dan kesadaran akan kebutuhan protein berdampak pada kebutuhan akan kedelai terus meningkat dari tahun ke tahun . Rata-rata kebutuhan kedelai setiap tahunnya sebesar ± 2,2 juta ton biji kering, akan tetapi kemampuan produksi dalam negeri saat ini baru mampu memenuhi sebanyak 779.992 ton (BPS) atau 33,91 % dari kebutuhan.

Dalam rangka memenuhi kekurangan tersebut, maka pemerintah melakukan impor, dimana kalau mengimpor kedele akan menyebabkan berbagai kerugian bagi Indonesia antara lain : hilangnya devisa negara yang cukup besar, mengurangi kesempatan kerja bagi rakyat Indonesia dan meningkatnya ketergantungan jangka panjang. Sehingga dengan adanya fenomena ini akan mempengaruhi sistem ketahanan pangan nasional.
Dalam upaya mencapai swasembada kedelai yang ditargetkan tercapai pada tahun 2017, perlu disiapkan rencana strategis dalam mengembangkan budidaya kedelai sejak tahun 2015. Berbagai kendala yang dihadapi dilapangan adalah selain masih rendahnya produktivitas, kepemilikan lahan yang sempit dan semakin menurunnya luas panen. Selain itu rendahnya harga jual ditingkat petani yang sangat signifikan menurunkan gairah minat petani membudidayakan kedelai. Untuk meningkatkan gairah dan semangat petani mengembangkan kedelai, sejak tahun 2015 pemerintah memberikan bantuan paket sarana produksi melalui BANSOS dengan program/kegiatan Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT) dan Optimalisasi Perluasan Areal Tanam melalui Peningkatan Indek Pertanaman (PAT-PIP). Dalam rangka Gerakan percepatan tanam kedele ini pada tanggal 17 Mei 2017 telah diakukan tanam serempak kedele di areal kehutanan oleh Wakil Bupati Indramayu di Desa Cikawung Kecamatan Terisi.
Pada Sambutannya Kepala Perum Perhutani Indramayu menyampaian bahwa sesuai amanat dari Perhutani Pusat, Perhutani sangat mendukung program pemerintah khususnya dalam program ketahanan pangan lebih khusus lagi program swa sembada kedele. Perluasan areal kedele yang akan ditanam di lahan perhutani Indramayu seluas 4.000 hektar. Ditambahkan untuk suksesnya kegiatan pertanaman kedele ini diharapkan semua pihak baik dari Pemda, Kodim, Dinas Pertanian, Pokja KTH dan seluruh petugas di tingkat lapangan perlu bekerja sama saling bahu membahu. Karena kalau hanya mengandalkan petugas kami yang terbatas, khawatir akan mengalami banyak hambatan.
Sementara itu Wakil Bupati Indramayu memberikan pengarahan bahwa Kabupaten Indramayu khususnya sektor pertanian khususnya padi mempunyai andil yang cukup besar di tingkat Jawa Barat maupun tingkat Nasional. Indramayu merupakan daerah yang menopang ketahanan pangan nasional. Produksi padi hampir setiap tahun tidak kurang dari 1,7 juta ton gabah dihasilkannya dan surplus beras diatas 500 ribu ton beras. Padi atau beras tahun 2017 secara nasional sudah swasembada. , Begitu juga dengan palawija dan hortikultura menjadi andalan. Kedele diharapkan pada tahun 2017 ini bisa swasembada menyusul seperti padi.
Pemerintah pusat telah memperhatikan usulan Kabupaten Indramayu dalam mewujudkan ketahanan pangan. Pemerintah pusat telah membantu petani Indramayu baik dalam bentuk alat mesin pertanian hand traktor, power threser, transplanter, power combine. Begitu juga dengan pembangunan embung-embung, perbaikan jaringan irigasi, perbaikan jalan usahatani.
Kabupaten Indramayu ditargetkan oleh Kementerian Pertanian seluas 10.000 hektar, 4.000 hektar diataranya dilahan perhutani, sisanya 6.000 hektar dilahan petani. Ini amanat dari pusat dan kita harus mengamankan kebijakan tersebut dengan baik dan harus berhasil. Potensi produksi kedele rata-rata yang dihasilkan bisa mencapai 1,7 ton per hektar kalau harga saat ini Rp. 7.000,- per kilogramnya, mudah-mudahan petani kedele mampu meningkatkan pendapatannya.
Selain itu Wakil Bupati mengingatkan bahwa program kegiatan yang bersumber dari pemerintah selalu dimonitor dan dievaluasi baik oleh BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) dan juga Tim Saber Pungli. Oleh karena itu harus pertimbangkan dengan matang lokasi-lokasi yang memungkinkan air irigasinya, ada tidak sumber airnya bila suatu saat kekeringan masih terdapat air yang bisa dipompa untuk pemeliharaan kedele. Oleh karena itu meminta kepada semua pihak untuk benar-benar melakukan CPCL (Calon Petani dan Calon Lokasi) jangan petani yang tidak menanam kedele diberikan program kedele, nanti akan menimbulkan masalah.
Hari ini Rabu tanggal 17 Mei 2017 kita akan memulai tanam kedele secara serempak di Kabupaten Indramayu. Semoga dengan dimulainya tanam serempak ini dapat diikuti pula oleh para petani lainnya, sehingga Indramayu mampu merealisasikan program swa sembada kedele ini dan tentunya petani Indramayu dapat memperoleh manfaat dari program swa sembada kedele dengan meningkat pendapatannya.

Penyusun :
EDI HARNADI – Penyuluh Pertanian Madya
Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu - Jabar

Tanggal Artikel: 18-05-2017

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Pelatihan Herbisida Terbatas Pakai “gramoxone”
  2. Kegiatan Percepatan Luas Tambah Tanam (ltt) Di Kecamatan Bojongpicung Kabupaten Cianjur
  3. Sosialisasi Dan Demo Pelatihan Teknologi Alat Mesin Cultivator (lukmanul Chakim / Pp Muda)
  4. Disperta Buka Peluang Kemitraan Gapoktan Dengan Raja Tawon Mojosari Mojokerto