Gerbang Daerah >> SUMATERA BARAT >> KABUPATEN PASAMAN

Penanaman Perdana Jagung 100 Ha

Sumber Gambar: Heri Prasetyo
Pasaman-- Pada era 90-an Kabupaten Pasaman terkenal sebagai sentra jagung khususnya nagari kinali. Kenyataan ini menarik minat para petani dan produsen bibit jagung hibrida untuk mempromosikan jagungnya di kabupaten yang dikenal dengan kesuburan tanahnya. Namun kenyataan berkata lain pada tahun 2004 kabupten Pasaman mekar menjadi 2 kabupaten yaitu Kabupaten Pasaman Barat dan Kabupaten Pasaman. Sentra tanaman jagung pindah ke Kabupaten Pasaman Barat. Sedangkan sebagai kabupaten induk, Pasaman harus menggali potensinya untuk mengembalikan nama yang sudah melekat sebagai sentra tanaman jagung pipilan ini.

Untuk mensuport pertanian khususnya pertanian tanaman pangan Bupati Pasaman Yusuf Lubis, SH berniat untuk memproduksi jagung 100 ton/tahunnya, hal ini dibuktikan dengan penanaman perdana bibit jagung hibrida di Kampung Jao, Kenagarian Tarung-Tarung Kecamatan Rao Kabupaten Pasaman pada tanggal 9 agustus 2010 yang lalu. Dalam sambutannya Bupati menegaskan bahwa Kecamatan Rao merupakan salah satu kecamatan yang diharapkan menjadi sentra produksi jagung di Kabupaten Pasaman karena masih banyak hamparan tanah kosong yang dapat dimanfaatkan menjadi areal pertanaman jagung. Lebih jauh Bupati menyampaikan bahwa tanaman jagung merupakan tanaman untuk tambahan mata pencarian keluarga tanpa meninggalkan tanaman pokok yaitu padi sawah dan perikanan dalam artian petani jangan menjadikan areal persawahannya menjadi areal pertanaman jagung, walaupun harga jagung pipilan sekarang terbilang cukup lumayan.

Untuk mewujudkan harapan dari Bupati pasaman tersebut tentunya ditumpukan pada Dinas Tanaman Pangan dan Holltikurtura Kabupaten Pasaman sebagai penyedia sarana dan prasarana pertanian serta Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BP2KP), dalam sambutannya Kadistanhor Pasaman Sudirman HS, SP. MM menyampaikan bahwa Distanhor akan berupaya semaksiml mungkin mewujudkan harapan itu dan melakukan segala daya dan upaya. Harapan ini juga dibebankan pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Mutiara Indah sebagai penyelenggaran acara penanaman perdana ini.

Lebih lanjut Kadistanhor mengatakan bahwa di Kabupaten Pasaman ini ada 12 KWT yang tersebar di kecamatan bonjol, duo koto dan rao. KWT ini merupakan wujud nyata dari emansipasi wanita untuk membantu suami dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga dan menuju masyarakat yang lebih sejahtera.

Dalam kesempatan terpisah Kepala Unit Pelaksana Teknis Balai Penyuluhan Rao BapakIrsal, AMd menjelaskan bahwa di Kecamatan Rao selain tanaman padi dan perikanan darat sebenarnya masih ada sekitar 2000 Ha lahan berpotensi untuk ditanami jagung. Areal itu tersebar di Kenagarian Simaroken, Kampung Tujuh dan Tanah Batu. Hamparan potensial itu merupakan lahan yang kurang dimanfaatkan karena kurangnya pasokan air ke lahan tersebut. Lebih jauh Kepala UPT BP menegaskan sebagai lembaga penyuluhan kami akan membantu petani dalam memberikan teknologi terapan khususnya dibidang tanaman pangan melalui penyuluh-penyuluh yang ada dilapangan. --pras

Tanggal Artikel: 26-07-2010

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Pertemuan Penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian , Kab. Bengkalis-riau Tahun Anggaran 2011
  2. Kegiatan Informasi Dan Teknologi Hasil Produk Pertanian Di Kabupaten Bekasi
  3. Restra Bapeluh Ppk Musi Rawas 2011-2015
  4. Beras Organik Siap Menjadi Andalan Ekspor Oku Timur