Published on Cyber Extension - Pusluhtan Kementan
(http://cybex.pertanian.go.id)
email sekretariat : cyberextension@gmail.com

KALIMANTAN SELATAN > KABUPATEN TABALONG > BANUA LAWAS

PENTINGNYA PENYUSUNAN RDK/RDKK

Sumber Gambar: Dok Pribadi

PENGERTIAN

  1. RDK ( Rencana Definitif Kelompok )
    Rencana Kerja Usahatani dari kelompok tani untuk 1, (satu) tahun, yang disusun melalui musyawarah dan berisi rincian kegiatan dan kesepakatan bersama dalam pengelolaan usaha
  2. RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok ).Rencana Kebutuhan Kelompok tani untuk 1 (satu)  musim tanam yang disusun berdasarkan musyawarah anggota merupakan alat pesanan sarana produksi kepada penyalur/perbankan /Gapoktan, termasuk    perencanaan pupuk bersubsidi

 RDKK PUPUK BERSUBSIDI

      (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok  Pupuk Bersubsidi).

Rencana kebutuhan pupuk  bersubsidi untuk satu tahun yang disusun berdasarkan musyawarah anggota kelompok yang merupakan alat pemesanan pupuk bersubsidi kepada Gapoktan atau penyalur sarana produksi pertanian.

MANFAAT RDK/RDKK  BAGI KELOMPOK

  1. Sebagai perencanaan dalam berusaha tani
  2. Sebagai bahan analisa usahatani
  3. Sebagai prasyarat program/kegiatan

pertanian.

  1. Validasi/keberadaan kelompok tani.

Penyusunan RDK/RDKK merupakan kegiatan strategis yang harus dilaksanakan secara serentak dan tepat waktu, sehingga diperlukan suatu gerakan untuk mendorong poktan menyusun RDK/RDKK dengan benar dan sesuai dengan kebutuhan petani.

RDK disusun dengan tahapan sebagai berikut:

  1. Pertemuan pengurus poktan yang didampingi oleh penyuluh pertanian dalam rangka persiapan penyusunan RDK.
    Pertemuan anggota poktan dipimpin oleh ketua poktan, didampingi oleh penyuluh pertanian,
  2. Rencana Definitif Kelompok dituangkan dalam bentuk format 1 yang ditandatangani oleh ketua poktan dan menjadi pedoman bagi anggota poktan dalam menyelenggarakan kegiatan usahataninya.
  3. RDK disusun paling lambat pada akhir bulan Januari sebelum pelaksanaan musrenbangdes;
  4. Penyuluh pertanian bersama pengurus gapoktan melakukan rekapitulasi RDK tingkat desa/kelurahan dalam bentuk format 2, sebagai bahan untuk penyusunan rencana kegiatan gapoktan dan rencana pendampingan penyuluh di Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian (WKPP).

Materi RDK meliputi:
1) Pola tanam dan pola usahatani yang disusun atas dasar pertimbangan aspek teknis, ekonomi dan aspek sosial; 2) Sasaran produktivitas yang disusun atas dasar potensi di wilayah Poktan dan produktivitas dari masing-masing komoditas; 3) Teknologi usahatani; 4) Sarana produksi dan permodalan yang didasarkan atas: luas areal usahatani Poktan, teknologi yang akan diterapkan dan kemampuan permodalan anggota Poktan; 5) Kegiatan penguatan kapasitas Poktan; 6) Jadwal kegiatan, mengacu kepada rencana kegiatan usahatani; dan 7) Pembagian tugas disesuaikan dengan kesediaan dan kesepakatan Poktan.

RDKK disusun mengacu kepada RDK masing-masing poktan dengan tahapan sebagai berikut :

  1. Pertemuan pengurus poktan yang didampingi oleh penyuluh pertanian dalam rangka persiapan penyusunan RDKK
  2. RDKK disusun dan dituangkan dalam bentuk format 3 dan ditandatangani oleh ketua poktan;
  3. Selanjutnya RDKK tersebut diperiksa kelengkapan dan kebenarannya untuk disetujui dan ditandatangani oleh penyuluh pertanian;
  4. Penyusunan RDKK dilaksanakan paling lambat satu bulan sebelum jadwal tanam.
  5. RDKK yang telah disusun dibuat rangkap 3 (tiga), lembar pertama untuk gapoktan, lembar kedua untuk penyuluh, dan lembar ketiga sebagai arsip poktan.
  6. Pengurus gapoktan melakukan rekapitulasi RDKK dari poktan dan dituangkan ke dalam format 4, dan ditandatangani oleh ketua gapoktan. Selanjutnya rekapitulasi RDKK tersebut diperiksa kelengkapan dan kebenarannya untuk disetujui dan ditandatangani oleh penyuluh pertanian, dan diketahui oleh kepala desa/lurah.
  7. Rekapitulasi RDKK dibuat rangkap 3 (tiga), lembar pertama untuk BALAI PENYULUHAN PERTANIAN/BP3K, lembar kedua untuk penyuluh pertanian, dan lembar ketiga sebagai arsip gapoktan. Rekapitulasi RDKK disusun paling lambat satu bulan sebelum jadwal tanam.

Materi RDKK terdiri dari:

  1. Jenis dan luas masing-masing komoditi yang  diusahakan;
  2. Perhitungan kebutuhan: Benih/bibit;Pupuk; Pestisida; Biaya garapan dan pemeliharaan; dan Biaya alat dan mesin pertanian (panen dan pasca panen).
  3. Kebutuhan biaya lain yang terkait dengan jenis usaha yang dikelola anggota poktan seperti untuk sub sektor peternakan dan jenis usaha pengolahan pangan disesuaikan dengan sarana produksi yang diperlukan;
  4. Jadwal penggunaan sarana produksi (sesuai kebutuhan lapangan);
  5. Masing-masing kebutuhan tersebut ditentukan jumlah maupun nilai uangnya dan diperinci yang akan dibiayai secara swadana, kredit, dan fasilitasi pembiayaan lainnya.

Sumber :

 

Penulis : As`ari,SP - Penyuluh BPP Banua Lawas

Editor : Ermayasari,SP -Admin Cyber Extention

Tanggal Artikel Diupload : Kamis, 02 Des 2021
Tanggal Cetak : Minggu, 29 Mei 2022

Kementerian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian
Jl. Harsono RM No.3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Telp/Fax. 021-7804386